Menuju konten utama

Ranking Uzbekistan vs Indonesia: Apakah AFC U23 Dapat Poin FIFA?

Ranking FIFA Uzbekistan vs Indonesia memiliki perbedaan 70 tingkat. Apakah Piala Asia AFC U23 dapat menambah poin FIFA sebuah Timnas atau tidak?

Ranking Uzbekistan vs Indonesia: Apakah AFC U23 Dapat Poin FIFA?
Pelatih Timnas U-23 Indonesia Shin Tae-yong (kiri) membawa poster diringan usai menang melawan Timnas U-23 Korea Selatan pada babak perempat final Piala Asia U-23 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Jumat (26/4/2024) dini hari. ANTARA FOTO/HO-PSSI/mrh/foc.

tirto.id - Ranking FIFA Uzbekistan vs Indonesia di level senior saat ini terpaut 70 tangga dengan keunggulan jauh untuk Serigala Putih. Lantas apakah laga semifinal Piala Asia AFC U23 2024 antara Uzbekistan vs Timnas U23 Indonesia akan berpengaruh ke ranking FIFA?

Timnas U23 Indonesia akan berhadapan dengan Uzbekistan U23 dalam laga di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, pada Senin (29/4/2024) pukul 21.00 WIB. Laga ini menjadi penentu siapa yang bakal lolos Olimpiade Paris 2024.

Hanya ada 3 tim Piala Asia U23 yang lolos otomatis ke Olimpiade Paris 2024. Mereka adalah juara, runner-up, dan peringkat 3. Sedangkan 1 tim lain, yaitu peringkat ke-4 akan mendapatkan kesempatan memainkan playoff untuk berebut 1 tiket sisa ke Olimpiade menghadapi wakil Afrika, Guinea.

Tentu saja, pertarungan Piala Asia U23 menjadi penting bagi 4 semifinalis saat ini, yaitu Jepang, Irak, Uzbekistan, dan Indonesia. Akan tetapi, capaian di AFC U23 2024 nanti tidak akan berpengaruh pada perhitungan ranking FIFA.

Cara Perhitungan Ranking FIFA: Hanya untuk Timnas Senior

Perhitungan ranking FIFA pada dasarnya mengacu pada sejumlah laga internasional dengan kriteria perbedaan bobot. Poin terendah didapatkan dari pertandingan uji coba di luar FIFA Matchday yaitu dengan bobot 5 poin.

Berikutnya ialah pertandingan uji coba FIFA Matchday (10 poin), pertandingan grup Nations League (15 poin), playoff dan final Nations League (25 poin), kualifikasi untuk putaran final konfederasi (kompetisi tingkat benua) dan Piala Dunia (25 poin).

Setelahnya ialah pertandingan putaran final kompetisi tingkat benua (35 poin), babak gugur dimulai dari perempat final kompetisi konfederasi (40 poin), serta putaran final Piala Dunia (50 poin), dan partai babak gugur Piala Dunia dimulai dari perempat final (60 poin).

Kriteria poin itu kemudian dihitung menggunakan rumus yang mengacu pada hasil laga (menang, imbang, seri, menang adu penalti, dan kalah adu penalti), serta perbedaan poin kedua kesebelasan yang saling berhadapan.

Semua kriteria itu hanya digunakan untuk laga-laga internasional di level senior. Timnas Indonesia misalnya yang saat ini terus mengalami kenaikan posisi. Tim Garuda menghuni posisi 134 dunia dengan kenaikan 8 peringkat dan tambahan +30.04 poin selama periode Februari-April.

Lonjakan peringkat Indonesia, yang juga tertinggi dibanding tim lain menurut data FIFA saat ini, tak lepas dari performa Timnas senior Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran 2 zona Asia.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia senior mencatatkan 2 kemenangan atas Vietnam dengan skor 0-3 dan 1-0. Dua hasil itu sekaligus berpengaruh terhadap penurunan 10 peringkat Vietnam ke posisi 115 saat ini.

Hasil tim junior, baik di level U23, U20, U17, dan sebagainya sebenarnya tidak mempengaruhi pemeringkatan FIFA. Bahkan, ranking FIFA tidak sepenuhnya dapat memprediksi peta kekuatan tim di level kelompok umur.

Di level senior misalnya, selama ini ajang Piala Dunia didominasi pemenang dari benua Eropa dan Amerika Selatan saja. Hanya ada 8 negara yang sudah mengangkat trofi Piala Dunia, di antaranya ialah Uruguay, Brasil, Argentina, Prancis, Jerman, Inggris, Italia, dan Spanyol.

Sebaliknya, di level junior kompetisi setingkat Piala Dunia U20 hingga Piala Dunia U17 tidak saja didominasi negara-negara tersebut. Negara yang kerap hanya dianggap sebagai tim level 2 dunia, seperti Rusia, Serbia, hingga Ukraina sudah merasakan menjadi juara Piala Dunia U20. Pun dengan negara asal Afrika, Ghana.

Hal serupa terjadi pada Nigeria, Ghana, Swiss, Meksiko, hingga Arab Saudi di level Piala Dunia U17. Bahkan Nigeria tercatat jadi negara tersukses di Piala Dunia U17 dengan raihan 5 juara, unggul atas Brasil dengan 4 gelar.

Perbedaan kekuatan tim senior dan junior terkadang juga dipengaruhi lantaran dengan komposisi pemain yang dipanggil. Tim level senior bisa menggunakan pemain-pemain terbaik lantaran laga dan turnamen resmi digelar selama FIFA Matchday, alias di luar jadwal kompetisi level klub.

Lain halnya dengan kompetisi kelompok usia yang kerap digelar di luar FIFA Matchday. Sejumlah negara kesulitan mendapatkan komposisi terbaik untuk turnamen level junior. Tak terkecuali Indonesia yang berlaga di Piala Asia U23 2024 ini.

PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia, sedikit kontroversial sempat menunda secara mendadak kompetisi Liga 1 periode awal April, lantaran sejumlah pemain U23 masih sulit dilepas tim asal. Alhasil penundaan tersebut cukup membantu Timnas U23 untuk mendapatkan komposisi tim yang ideal.

Baca juga artikel terkait PIALA ASIA U23 2024 atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Dicky Setyawan
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Fitra Firdaus