Menuju konten utama

Rangkaian Upacara Menjelang Nyepi 2024, Melasti hingga Mecaru

Apa saja rangkaian upacara menjelang Nyepi 2024? Simak penjelasannya dan daftar kegiatan.

Rangkaian Upacara Menjelang Nyepi 2024, Melasti hingga Mecaru
Kartu Ucapan Hari Raya Nyepi. (FOTO/iStockphoto)

tirto.id - Hari Raya Nyepi 2024 jatuh pada Senin, 11 Maret 2024. Beberapa rangkaian upacara adat dilangsungkan menjelang peringatan Nyepi.

Nyepi merupakan hari raya umat Hindu. Penentuannya berdasarkan Kalender Bali, Penanggal 1 Kedasa Tahun 1946 Saka.

Selama Nyepi, umat Hindu menghentikan semua aktifitas, termasuk diikuti sejumlah fasilitas umum. Mereka dilarang beroperasi. Salah satu yang boleh berkegiatan adalah rumah sakit.

Pemerintah sudah menetapkan hari Senin, 11 Maret 2024, sebagai hari libur nasional dalam rangka memperingati Nyepi 2024. Demikian pula hari Selasa, 12 Maret 2024, termasuk cuti bersama.

Apa itu Nyepi dan Maknanya

Nyepi berasal dari kata sepi yang berarti sunyi. Selama perayaan, umat Hindu wajib melakukan tapa brata penyepian atau menjalankan empat pantangan.

Empat pantangan atau hal yang tidak boleh dilakukan di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Tidak bepergian
  • Tidak menyalakan api
  • Tidak mengujarkan kalimat tertentu
  • Tidak bersenang-senang
Berbagai ritual dalam perayaan Nyepi memiliki makna sangat dalam. Salah satunya sebagai bentuk pengendalian diri dan ketaatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Umat Hindu berteguh hati menjauhi segala sesuatu yang dilandasi nafsu. Lalu khusyuk mendekatkan diri kepada Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Tujuan utama berbagai ritual Nyepi adalah mensucikan Bhuana Alit (manusia) dan Bhuana Agung (alam dan seisinya).

Rangkaian Upacara Jelang Nyepi

Berbagai rangkaian upacara jelang perayaan Nyepi dilaksanakan oleh umat Hindu. Berikut adalah daftar kegiatan dan penjelasan singkat:

1. Melasti

Melasti bermakna menyucikan diri. Prosesi ini dilaksanakan beberapa hari menjelang perayaan Nyepi.

Pada saat Melasti, seluruh perlengkapan sembahyang diarak ke tempat-tempat yang berair, seperti laut, danau, atau sungai. Tempat-tempat tersebut dianggap sebagai sumber air suci atau tirta amerta.

2. Mecaru

Mecaru dilaksanakan sehari sebelum Nyepi pada Tilem Kesanga (IX). Maksud dari acara ini adalah sebagai bentuk penyucian atas berbagai unsur jahat dalam diri.

Mecaru dilaksanakan setiap keluarga hingga tingkat kecamatan. Berbagai sesajen juga dihaturkan kepada para Bhuta Kala atau representasi hal-hal negatif yang mengganggu manusia.

Upacara Mecaru dilakukan di perempatan jalan dan lingkungan rumah. Caranya dengan mengambil salah satu jenis sesajen bernama caru.

3. Pengerupukan

Setelah mecaru, langsung dilaksanakan upacara pengerupukan. Caranya adalah menyebar nasi atau tawur dengan membuat api atau obor.

Pada saat pengerupukan, bunyi-bunyian harus dikumandangkan. Salah satunya dengan memukul benda-benda seperti kentongan agar tercipta suasana ramai dan gaduh.

Tujuannya adalah Bhuta Kala terusir dari lingkungan rumah dan sekitar. Dilanjutkan pengarakan ogoh-ogoh pada malam hari dan menjadi representasi Bhuta Kala.

4. Puncak Acara Nyepi

Proses Nyepi dimulai pukul 6.00 waktu setempat, pagi hari hingga 24 jam kemudian. Pada saat Nyepi, khususnya di Bali, segala aktifitas ditiadakan.

Umat Hindu wajib menjalankan puasa dan Catur Brata Penyepian, yaitu:

  • Amati Geni: tidak boleh menyalakan dan menggunakan api.
  • Amati Karya: tidak boleh melakukan kegiatan kerja jasmani, hanya boleh meningkatkan kegiatan yang mensucikan rohani.
  • Amati Lelunga: tidak boleh bepergian.
  • Amati Lelanguan: tidak boleh mengobarkan kesenangan atau hiburan.

5. Ngambek Geni

Ngambek geni adalah salah satu rangkaian terakhir yang dilakukan sehari setelah perayaan Nyepi. Rangkaian ini menjadi tanda berakhirnya Nyepi dan umat Hindu sudah boleh beraktifitas seperti sedia kala.

Baca juga artikel terkait NYEPI 2024 atau tulisan lainnya dari Lucia Dianawuri

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Lucia Dianawuri
Penulis: Lucia Dianawuri
Editor: Beni Jo & Yulaika Ramadhani