Indeks Sastra Indonesia

Gulma di Majalah Sabili dan Riuh Sastra yang Reda Begitu Saja
Majalah Islam Sabili pernah memuat cerpen "Pulang" yang hampir di sekujurnya sama dengan bagian 7 roman Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer.

Cerpen yang Memicu Perdebatan Lama tentang Trotskyisme
Menurut Tatiana Lukman, Martin Aleida tidak jujur soal Revolusi Kebudayaan di Tiongkok dalam cerpen "Melarung Bro di Nantalu"

Dunia Bal-Balan Umar Kayam
Kisah menguncup.
Seribu kunang-kunang
nyalakan hidup.
Seribu kunang-kunang
nyalakan hidup.

Bagaimana H.B. Jassin Merawat Sastra Indonesia?
Rak literasi.
Kembang warisan pusat
dokumentasi.
Kembang warisan pusat
dokumentasi.

Amal Sastra Armijn Pane dan Kegelisahannya
Percik pikiran.
Galau kebudayaan
di tubir zaman.
Galau kebudayaan
di tubir zaman.

212 adalah Bastian Tito dan Wiro Sableng, Bukan yang Lain
Memanah bulan.
Si tua gila lenggang
ke pucuk awan.
Si tua gila lenggang
ke pucuk awan.

Melayu dalam Warisan Raja Ali Haji
Pada masa tertentu yang cukup panjang, Sastra Melayu digunakan di hampir seluruh Kepulauan Nusantara.

Sastra untuk "Dunia yang Penuh Tipu Cedera"
“Bersama, atau kalau terpaksa, tidak dengan Tuhan, kita akan maju dan mesti maju,” ujar Amal Hamzah, seorang penulis Indonesia pada masa pendudukan Jepang dan Revolusi.
Balai Pustaka Bangun Sanggar Sastra Lestarikan Kesusastraan
Sanggar Sastra didirikan untuk melahirkan bibit-bibit baru sastrawan Indonesia serta melestarikan sastra dan seni Indonesia.

Utuy T. Sontani: Kisah Cinta yang Tak Kunjung Kering
Raksasa Indonesia dalam genre penulisan drama, yang hidupnya mengalami banyak kegagalan asmara, hingga akhir hayatnya.
Indonesia Asli Indonesia La Galigo
Meski tak banyak orang Indonesia tahu, La Galigo adalah karya sastra terbesar yang dimiliki Indonesia, bahkan sudah diakui dunia sebagai Memory of the World oleh UNESCO. Sekilas, cerita La Galigo tak kalah seru ketimbang cerita lain. Sementara kebanyakan orang Indonesia masa kini lebih tergila-gila pada cerita dari Turki.
Masuk tirto.id





