Indeks Izin Bpom
BPOM: Viostin DS-Enzyplex Tak Mengandung DNA Babi Saat Uji Produk
Badan POM RI mengungkapkan pada saat pendaftaran produk (pre-market), Viostin DS dan Enzyplex menggunakan bahan baku bersumber sapi.

YLKI: Seharusnya BPOM Segera Umumkan Kasus DNA Babi di Viostin DS
Menurut Tulus, kasus kandungan DNA babi dalam Viostin DS dan Enzyplex Tablet justru mencuat saat salah satu pegawai BPOM mengunggahnya di media sosial.
BPOM Minta Masyarakat Melapor Jika Temukan Viostin DS Masih Beredar
Jika masyarakat masih menemukan produk Viostin dan Enzyplex di peredaran, diimbau agar segera melaporkan kepada BPOM RI.

YLKI Desak Pharos dan Medifarma Beri Kompensasi Konsumen
YLKI minta produsen dua konsumen yang telah mengonsumsi suplemen makanan yang terbukti mengandung DNA babi.
Ikatan Apoteker: Konsumen Harus Tahu Obat yang Mengandung Babi
Ikatan Apoteker Indonesia menyatakan, produsen obat dan suplemen harus memberitahukan kepada konsumen bila produknya mengandung DNA babi.
Viostin DS & Enzyplex: Mengapa Kasus Obat Mengandung Babi Berulang?
Masfar Salim mengatakan sebenarnya tidak ada fungsi khusus kandungan DNA babi pada obat-obatan.
Pharos Mengakui Ada Kontaminan DNA Babi Pada Viostin DS
Produsen Viostin DS, PT Pharos Indonesia mengakui ada kontaminan pada produk suplemen makanan mereka. Dalam laporan BPOM, konteks kontaminan itu merujuk sebagai DNA babi.
Izin Viostin DS dan Enzyplex Dicabut BPOM karena Kandungan DNA Babi
BPOM telah menarik suplemen makanan Viostin DS dan Enzyplex dari peredaran dan meminta produksinya dihentikan.
Beberapa Apotek di Yogya Tak Edarkan Viostin DS Sejak Sebulan Lalu
Beberapa apotek dan toko obat di Yogyakarta sudah mencabut peredaran suplemen Viostin DS, tetapi Enzyplex jenis tertentu masih dijual bebas.
Pengawasan BPOM yang Lemah Picu Penggerebekan Toko Obat
YLKI menilai, penggerebekan toko obat oleh FPI disebabkan pengawasan yang dilakukan BPOM selama ini belum optimal.

BPOM: 2017, Pelanggaran Izin Obat Ilegal Tradisional Paling Banyak
"Kalau kasusnya kuantitasnya turun, tapi kualitasnya naik. Kuntatitas itu jumlah perkara, tapi temuan perkaranya besar," kata Hendri.
Masuk tirto.id







