Indeks Humaniora

Humaniora
Rabu, 31 Mar 2021

Kematian Hasan bin Ali & Perebutan Takhta Khalifah dengan Muawiyah

Hasan bin Ali meninggal dunia dalam situasi perseteruan kaum Muslimin dengan sesamanya karena badai politik yang berkepanjangan.
Humaniora
Minggu, 28 Mar 2021

Lebaran Terakhir Diponegoro di Tanah Jawa

Diponegoro ditangkap waktu berlebaran bersama Letnan Jenderal De Kock. Penangkapan itu menandai akhir perlawanan sang pangeran di Tanah Jawa.
Humaniora
Sabtu, 27 Mar 2021

Nawal El Saadawi: Feminisme adalah Melawan Kapitalisme & Patriarki

Nawal El Saadawi tak putus berkarya meski direpresi rezim dan jadi target pembunuhan. Melahirkan karya-karya yang mengubah hidup banyak pembacanya.
Humaniora
Kamis, 25 Mar 2021

Pengamat Politik & Guru Besar UI Arbi Sanit Meninggal Dunia

Pengamat politik sekaligus eks Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit meninggal dunia, Kamis (25/3/2021).
Humaniora
Kamis, 25 Mar 2021

Mantan Mendagri Syarwan Hamid Meninggal Dunia

Mantan Mendagri Syarwan Hamid, meninggal dunia, Kamis (25/3/2021). Syarwan meninggal di Bandung pada usia 77 tahun.
Sosial Budaya
Rabu, 24 Mar 2021

Kisi-Kisi dan Contoh Soal PPPK Guru 2021 Serta Info Terbarunya

Tahun ini program PPPK guru akan membuka 1 juta lowongan untuk guru honorer dan pendaftaran dibuka mulai April 2021 mendatang.
Humaniora
Rabu, 24 Mar 2021

Muchtar Pakpahan, Pengacara dan Aktivis Buruh yang Dituding Komunis

Tokoh buruh Muchtar Pakpahan meninggal pada 22 Maret 2021. Di zaman Orde Baru, dia pernah dituding sebagai keturunan komunis.
Humaniora
Selasa, 23 Mar 2021

Herman Lantang: Politikus Kampus dan Saksi Kematian Gie di Semeru

Bersama Soe Hok Gie, Herman Lantang aktif dalam organisasi mahasiswa dan kerap naik gurung. Ia juga menjadi saksi kepergian kawannya itu.  
Humaniora
Senin, 22 Mar 2021

Hari Air Sedunia 22 Maret 2021: Sejarah & Tema Peringatan Tahun Ini


Tema Hari Air Sedunia 2021 adalah “Menilai Air” dan telah dipilih untuk menonjolkan nilai air dalam kehidupan sehari-hari.
Humaniora
Senin, 22 Mar 2021

Penulis & Ikon Feminis Mesir Nawal el Saadawi Meninggal Dunia

Penulis asal Mesir Nawal El Saadawi meninggal pada Minggu (21/3/2021) di usia 89 tahun di Kairo, Mesir.
Humaniora
Minggu, 21 Mar 2021

Robohnya Surau Kami dan A.A. Navis yang Dianggap Mengejek Islam

Melalui sebuah cerpen, A.A. Navis hendak mewacanakan pembaruan, tetapi malah dituduh mengejek Islam.
Humaniora
Selasa, 16 Mar 2021

Sejarah Hidup Ibn Khaldun yang Meninggalkan dan Menemani Penguasa

Sebelum meninggal, Ibn Khaldun sempat berdiskusi dengan Timur Lenk yang sedang menyerang jazirah Arab.
Humaniora
Selasa, 16 Mar 2021

Biografi Singkat Meghan Markle: Fakta-fakta & Perjalanan Kariernya

Berikut adalah biografi singkat Meghan Markle sekaligus tentang perjalanan kariernya. 
Tirtoeco
Senin, 15 Mar 2021

Tak Puas Privatisasi Bumi, Kaum Kaya Ingin Borong Ruang Angkasa

Triliuner seperti Elon Musk lebih menonjol perannya dalam aktivitas ruang angkasa beberapa tahun terakhir.
Humaniora
Sabtu, 13 Mar 2021

Stephen Hawking, Penyambung Lidah Kaum Difabel & Tertindas

Stephen Hawking bukan sekadar fisikawan berotak cemerlang. Dia juga aktivis hak disabilitas dan pendukung rakyat Palestina.
Humaniora
Kamis, 4 Mar 2021

Bagaimana Osa Maliki "Menyelamatkan" PNI sampai Pemilu 1971?

Duet Osa-Usep berhasil membawa PNI sampai Pemilu 1971. Namun setelahnya partai itu karam. 
Humaniora
Rabu, 3 Mar 2021

Rina Gunawan Meninggal Dunia: Profil & Kariernya Semasa Hidup

Rina Gunawan meninggal dunia Selasa, 2 Maret 2021, profil dan jejak karier Rina Gunawan semasa hidup.
Humaniora
Selasa, 2 Mar 2021

Aloysius Sugianto, Anak Buah Ali Moertopo Pengganda Supersemar

Anak buah Ali Moertopo yang diperintah menggandakan Supersemar. Karier Aloysius Sugianto mandek gara-gara bikin marah Soeharto.
Humaniora
Senin, 1 Mar 2021

Permesta Tak Hanya Minahasa, Tapi Juga Jawa dan Legiun Asing

Pemberontakan Permesta tak hanya didukung oleh orang Minahasa dan Jawa, tapi juga terdapat orang Taiwan, Amerika Serikat, Singapura, dan Filipina.
Humaniora
Senin, 1 Mar 2021

Tedjabayu Sudjojono, Sang Penyintas dari Padang Ilalang

Tedjabayu menghabiskan 14 tahun hidupnya sebagai tapol di Pulau Buru. Tapi ia telah menang atas rasa marah dan dendam.