Indeks Gedung Putih
Presiden Trump Terancam Digugat Partainya Sendiri
Pembocoran rahasia negara oleh Presiden AS Donald Trump kepada Rusia di Gedung Putih pekan lalu ini bisa membuat Trump kehilangan dukungan dari partainya sendiri, Partai Republik.
Tim Sinkronisasi Anies-Sandi dan Tim Transisi ala Amerika
Anies-Sandiaga membentuk tim sinkronisasi. Di Amerika, tim transisi dalam peralihan pemerintahan sudah menjadi tradisi.

Trump Tarik AS dari Kemitraan Trans-Pasifik
Presiden Donald Trump menyatakan akan menarik diri dari pakta perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) sebagai bagian dari strategi perdagangan pemerintahan barunya. Tujuannya untuk melindungi angkatan kerja di Amerika Serikat.

Serangan Iran Korut, AS Bangun Sistem Pertahanan Rudal
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan membangun pertahanan peluru kendali (rudal) canggih untuk melindungi negara ini terhadap serangan Iran dan Korea Utara (Korut).
Gedung Putih Pernah Beri Yayasan Kampung Halaman Penghargaan
Yayasan Kampung Halaman (YKH) Yogyakarta pernah menerima penghargaan dari Gedung Putih Amerika Serikat. Penghargaan berupa National Arts and Humanities Youth Program: International Spotlight Award dari pemerintah Amerika tersebut diberikan Michelle Obama di Gedung Putih.

Penyakit-Penyakit di Gedung Putih
Pneumonia yang diderita Hillary Clinton dijadikan alat untuk menyerang dan melemahkan oleh lawan politiknya, Donald Trump. Padahal, sejarah membuktikan bahwa beberapa penghuni Gedung Putih sebelumnya juga mengidap sejumlah penyakit serius.

Mengenal Gedung Putih
Pembangunan gedung ini digagas oleh Presiden George Washington sekitar tahun 1790. Rancanannya dibuat oleh James Hoban, seorang arsitek kelahiran Irlandia yang terpilih sejak diselenggarakannya sayembara. Sayangnya, Presiden George Washington tidak pernah menghuni gedung yang diprakarsainya itu.

Politik Sebagai Lelucon Sehari-hari
Politik tak selalu serius. Politik pun bisa santai dan lucu. Simak acara "Makan Malam Wartawan Gedung Putih" yang diselenggarakan setiap tahun. Di sini, Presiden Barack Obama bisa membuat lelucon dengan santai terhadap lawan-lawan politiknya. Masyarakat pun tak lagi menilai politik Amerika dengan kekakuan.
Masuk tirto.id








