Indeks Brand
Matahari Dept. Store Raih Top 3 Retail 2017
Matahari Dept. Store meraih Top 3 Retail dalam Brand Asia Study 2017.

Produk Gagal Merek Terkenal
Tidak semua produk dari merek besar bisa sukses di pasaran.

Pertamina yang Masih Terseok Membangun Brand Global
Pertamina mampu mencetak rekor laba di tengah jatuhnya harga minyak. Namun, bukan berarti Pertamina kini sudah bersiap bertempur di pasar global. Banyak hal yang masih harus dibenahi Pertamina, terutama soal kekuatan brand.
Cerita di Balik Admin Twitter
Seru sekaligus tricky dalam mengelola akun media sosial brand atau institusi pemerintah.
Inggris Raya Jadi Surga Belanja Berkat Brexit
Brexit yang beberapa waktu lalu ramai menghiasi berbagai pemberitaan media, ternyata memberikan dampak positif untuk biro perjalanan dan fashion Inggris Raya. Bagaimana bisa?
Mencari Akar Sengketa Merek Indonesia
Sebelum pendaftaran sebuah merek diterima, ada sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Di Indonesia, beberapa merek pendompleng merek terkenal bisa dengan mudah diterima dan masuk dalam daftar merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Pesona Lego di Tengah Gempuran Konsol Game
Di tengah hiruk pikuk game-game digital seiring dengan makin beragamnya konsol game yang tersedia seperti Playstation ataupun Xbox, mainan konvensional masih mendapat tempat di hati konsumen. Lego merupakan satu dari sedikit perusahaan yang berhasil “bermain” dan bertahan cukup lama dalam ceruk pasar tersebut.

Merek-merek Paling Mahal di Indonesia
Di Indonesia, 10 besar merek paling mahal dikuasai oleh bank dan perusahaan rokok. Berbeda dengan global, yang dikuasai oleh perusahaan teknologi. Bagaimanapun, rokok masih mendapat tempat penting di hati masyarakat Indonesia.

Peringkat Brand Adidas Vs Nike
Adidas berada di peringkat ke-90 dalam daftar merek paling berharga di dunia. Hingga Mei 2015, Adidas memiliki kapitalisasi pasar $17,1 miliar. Perusahaan yang didirikan pada 1920 itu tercatat memiliki 53.731 karyawan. Sementara Nike ada di peringkat ke-18 dalam daftar Merek Paling Berharga versi Forbes. Jumlah karyawannya mencapai 56.500, dengan kapitalisasi pasar $86,2 miliar.

Cinta Segitiga Chelsea, Adidas, dan Nike
Semua cabang olahraga, terutama sepakbola, adalah medan perang abadi antara Nike dan Adidas untuk memperebutkan hati, pikiran, dan dompet para fans olahraga di seluruh dunia. Chelsea hanyalah seujung kuku dari arena pertarungan keduanya. Mereka berebut menjadi protagonis di segala lini sekaligus di laboratorium, di televisi, di internet, di persimpangan jalan kota-kota besar.

Etalase Baru Instagram
Popularitas Instagram terus meningkat. Media sosial ini tak semata digunakan sebagai tempat pamer foto-foto cantik makanan atau perjalanan, tetapi juga tempat untuk menancapkan brand. Brand-brand besar telah sukses merangkul konsumen via Instagram. Di sisi lain, Instagram memperbarui logo dan mengembangkan potensi konten para penggunanya. Dan kini Instagram memperkenalkan layanan iklan yang disebut Marquee.

Perjuangan Huawei Melepas Citra Murahan
Huawei mengumumkan kerja samanya dengan Leica untuk mengangkat nilai brand. Ini merupakan langkah strategis untuk bisa bersaing di pasar ponsel premium, bersama Apple dan Samsung. Acara peluncuran dikemas dengan kemewahan, sesuai dengan janji kemewahan yang ditawarkan oleh Huawei dengan menggandeng Leica Camera AG untuk produk tersebut.

Playboy Tanpa Gambar Telanjang
Tidak ada lagi perempuan telanjang di Playboy. Playboy harus melakukannya untuk sebuah perubahan menuju era digital. Sebagai media, Playboy sadar betul peran media sosial untuk meningkatkan jumlah pembaca. Sementara media sosial yang menjadi sumber lalu lintas pembaca seperti Facebook, Twitter, dan Instagram adalah platform yang melarang ketelanjangan. Hasilnya,usia rata-rata pengunjung situs mereka turun ke usia 30.
Masuk tirto.id








