PT Pegadaian Luncurkan Layanan Digital Sebagai Financial Company

Oleh: Yuliana Ratnasari - 1 April 2018
Dibaca Normal 1 menit
Upaya transformasi PT Pegadaian menjadi financial company ditandai dengan peluncuran Pegadaian Digital Service (PDS) untuk merambah para milenial.
tirto.id - PT Pegadaian (Persero) mulai melakukan transformasi perusahaan dalam upaya menjadi financial company melalui strategi G-5Star Generation di usianya ke-117 tahun ini. Langkah perubahan ini ditandai dengan peluncuran Pegadaian Digital Service (PDS) untuk memperbesar target pasar hingga ke generasi milenial.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso mengatakan transformasi perusahaan saat ini sudah memasuki tahap dreaming untuk menjadi financial company, setelah melalui tahapan diagnosis.

"Dan kami sedang menyiapkan semua prosesnya (4D), dari mulai squad organization dan project management, selanjutnya masuk ke tahapan design dan deliver sehingga dapat melantai di bursa pada 2020,” jelasnya di sela-sela acara puncak HUT Pegadaian ke-117, Minggu (1/4/2018), di Jakarta, dalam rilis pers yang diterima Tirto.

Menurut Sunarso, investasi Pegadaian pada tahun ini cukup agresif dengan Capex Rp1,2 triliun. Angka ini cukup besar karena akan menjadi modal perseroan untuk merambah global hingga menjadi financial company.

"Kami akan lari jarak jauh, oleh sebab itu Capex yang kami sediakan cukup besar karena kami akan going global. Dari mulai mengoperasionalkan Pegadaian Digital Services, dan agresif mengajak kerjasama agen serta memperluas produk layanan. Akhirnya Pegadaian akan memiliki jasa gadai, fidusia, dan fintech atau financial company."

Pegadaian Digital Service (PDS) merupakan layanan digital dari Pegadaian dalam bentuk aplikasi yang berbasis web dan mobile. PDS akan melayani nasabah dan calon nasabah yang ingin mendapatkan informasi produk-produk Pegadaian.

Keunggulan dari PDS ini adalah dari segi kecepatannya nasabah mendapatkan pelayanan setara dengan yang diberikan oleh pelayanan di outlet Pegadaian konvensional.

“Nantinya nasabah Pegadaian cukup meluangkan beberapa menit saja untuk mengisi informasi di PDS dan mereka bisa melakukan pengajuan gadai atau pengajuan kredit mikro, sesuai dengan kebutuhan nasabah,” papar Sunarso.

Selain itu, PDS juga melayani nasabah yang ingin membuka tabungan emas, membayar angsuran, melakukan top-up tabungan emas, hingga melayani masyarakat yang ingin bergabung menjadi agen Pegadaian. Kehadiran PDS diharapkan semakin menguatkan minat generasi milenial untuk bisa lebih dekat dengan produk-produk Pegadaian.

Sunarso juga menjelaskan tujuannya dalam menciptakan values company melalui strategi G-5Star Generation yang merupakan program transformasi Pegadaian.

Dengan 5G’s ini perseroan akan menumbuhkan bisnis yang ada sekarang (Grow Core), menangkap peluang baru (Grab New), mengembangkan talent internal (Groom Talent), menciptakan teknologi generasi terkini (Gen-Z Tech) dan membangun budaya yang kuat (Great Culture).

Dengan strategi G-5Star Generation, Sunarso optimistis, jumlah nasabah yang berusia produktif akan terus meningkat. Sebab, saat ini sekitar 68% nasabah Pegadaian rata-rata usianya di bawah 45 tahun.

Karenanya, perseroan akan terus melakukan peningkatan kualitas layanan digital, memperbanyak jaringan agen dana gadai tanah syariah, serta layanan berbasis financial technology.






Baca juga artikel terkait FINTECH atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari