Menuju konten utama

PSI DKI Desak Formula E Dibatalkan karena Kajian Tidak Jelas

PSI menilai tidak sepantasnya Jakarta menyelenggarakan acara mahal dan tidak jelas tujuan serta asas manfaatnya di tengah defisit anggaran.

PSI DKI Desak Formula E Dibatalkan karena Kajian Tidak Jelas
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melihat pergelaran Formula E, di Brooklyn, New York, AS. FOTO/Dok. Facebook Anies Baswedan/am.

tirto.id - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk batalkan rencana penyelenggaraan event Formula E tahun 2020 mendatang.

PSI menilai tidak layak pemborosan uang rakyat di tengah kondisi APBD DKI Jakarta yang mengalami defisit. Pemprov DKI Jakarta harus bertanggung jawab atas setiap rupiah belanja anggaran dalam APBD.

“Ini uang rakyat. Saya turun ke masyarakat dan saya lihat masih banyak rakyat yang belum dapat akses air bersih, masih banyak rakyat hidup susah tidak punya modal usaha, gedung sekolah di Jakarta masih banyak yang belum direhabilitasi, ini malah mendadak memasukkan kegiatan triliunan untuk dipakai event panggung harian,” kata anggota DPRD Jakarta Fraksi PSI Anthony Winza Probowo, Kamis (7/11/2019) siang.

Ia menilai tidak sepantasnya Jakarta menyelenggarakan acara mahal dan tidak jelas tujuan serta asas manfaatnya di tengah defisit anggaran.

Menurutnya, penyelenggara Formula E di Jakarta tahun 2020 mendatang akan menghabiskan anggaran triliunan rupiah dan hanya untuk beberapa hari saja. Bahkan, Anthony mengklaim banyak negara-negara lain yang sudah mencoba menjalankan Formula E merugi dan tidak mampu melanjutkan program ini untuk tahun-tahun berikutnya.

“Malu ini kalau kita gaya-gayaan internasional padahal tidak berkaitan dengan perencanaan strategis daerah di Jakarta. Saya tekankan, kalau mau gaya-gayaan dan mencari panggung jangan pakai uang rakyat. Apalagi, tidak jelas berapa proyeksi pendapatan yang kita terima. Mana kajian investasinya?” katanya.

Agenda penyelenggaraan Formula E dicanangkan oleh Gubernur Anies untuk mendukung program penggunaan mobil listrik yang sedang gencar dipromosikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Namun, anggota DPRD Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo menilai kegiatan internasional tersebut tidak berkaitan dengan upaya mendorong penggunaan mobil listrik.

“Kalau memang tujuannya untuk mendorong penggunaan mobil listrik, kita bisa kok dengan anggaran sebesar itu membangun infrastruktur menunjang mobil listrik. Misalnya, Pemprov bikin charger-charger mobil listrik di ribuan tempat, beli juga ratusan bus listrik, tapi kenapa Gubernur Anies Baswedan cuma bikin event panggung?” katanya.

Ia juga menyorot bahwa penyelenggaraan Formula E tidak ada di dokumen perencanaan, yakni di RPJMD dan RKPD. Anggara menyesalkan rencana penganggaran Formula E yang tidak tepat sasaran.

Apalagi, kata Anggara, anggaran tersebut harus diketok DPRD dalam hitungan hari saja. Sampai saat ini ia menilai Anies belum memaparkan secara lengkap kepada warga dan anggota dewan mengenai alasan di balik penyelenggaraan Formula E.

“Fraksi PSI meminta Formula E dibatalkan sampai ada paparan lengkap serta kajian mendalam dan meyakinkan dari Gubernur dan jajarannya,” katanya.

Baca juga artikel terkait FORMULA E atau tulisan lainnya dari Haris Prabowo

tirto.id - Olahraga
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Irwan Syambudi