Menuju konten utama

Profil Dokter Wayan dan Kisah Si Pemilik Rumah Terbengkalai

Berikut adalah profil dokter Wayan dan kisah si pemilik rumah terbengkalai.

Profil Dokter Wayan dan Kisah Si Pemilik Rumah Terbengkalai
Ilustrasi Rumah Berantakan. foto/istockphoto

tirto.id - Nama dokter Wayan viral di media sosial TikTok usai kemunculan video yang menunjukkan dirinya tinggal di rumah terbengkalai Kampung Pasirwaru, Desa Karanganyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Video tersebut diunggah pemilik akun Tiktok @iiarsss, anak dari teman dokter Wayan. Dia menunjukkan sebuah bangunan rumah besar yang dipenuhi sampah, dan pepohonan yang merambat di sekitar rumah.

Kade Ariase, teman dari dokter Wayan menuturkan pada akun YouTube Bang Brew TV bahwa dokter Wayan sempat tinggal dalam rumah tak terawat itu dan masih menerima pasien.

Namun, setelah kondisinya mencuat ke publik, keluarga dokter Wayan membawa pulang dia ke kampung halamannya di Bali.

Profil Dokter Wayan

Tidak banyak yang bisa dikumpulkan mengenai informasi pribadi dokter Wayan. Seperti dirangkum dari berbagai sumber, dia diduga lahir pada 24 April 1965. Diketahui dia sudah mendiami rumahnya sejak tahun 1999 lalu.

Dokter Wayan diketahui sudah pernah dua kali menikah, namun rumah tangganya harus berakhir dengan perceraian.

Diduga, setelah bercerai dari istrinya, rumah dokter Wayan yang dulunya megah dan terawat berubah menjadi rumah sarang sampah dan terbengkalai sejak 2 tahun terakhir.

Diduga dokter Wayan adalah alumni dari Universitas Gadjah Mada tahun 1999. Namun, belum ada keterangan resmi dari pihak kampus yang membenarkan kabar tersebut.

Dokter Wayan juga dikenal sebagai sosok yang cerdas, ia pernah memenangkan lomba cerdas cermat di Porvinsi Bali.

Dokter Wayan juga pernah bekerja di pabrik Texmaco Karawang, hingga akhirnya hanya fokus menerima pasien di rumahnya.

Sebagai satu-satunya dokter yang ada di Desa tempatnya tinggal, dokter Wayan adalah sosok yang selalu bersedia membantu warga sekitar.

Salah satu warga bernama Warsih menyebut bahwa dia pernah berobat dengan dokter Wayan dengan mencicil bayaran.

Dokter Wayan tidak keberatan dengan hal itu, malah menyemangati pasiennya agar tidak mengeluh dan meyakinkan bahwa penyakitnya pasti sembuh.

Warsih juga menuturkan bahwa dia terakhir kali bertemu dengan dokter Wayan adalah dua bulan lalu ketika dia membawa keponakannya berobat.

Meski dengan kondisi rumah yang tidak mencerminkan kerapian sosok dokter, Warsih tetap meyakini berobat di dokter Wayan, karena memang sudah berlangganan. Pasalnya, diagnosis dan obat yang diberikan oleh dokter Wayan terbukti manjur.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Alexander Haryanto