Profil Dina Boluarte, Presiden Peru Pengganti Pedro Castillo

Penulis: Alexander Haryanto, tirto.id - 9 Des 2022 12:53 WIB | Diperbarui 26 Des 2022 12:14 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Profil Dina Boluarte, wanita pertama yang jadi Presiden Peru usai Pedro Castillo dimakzulkan.
tirto.id - Dina Boluarte resmi dilantik menjadi Presiden Peru pada Kamis, 8 Desember 2022 setelah Pedro Castillo dimakzulkan atau dilengserkan dari kekuasaannya. Dengan begitu, maka Boluarte menjadi Presiden Peru pertama setelah 200 tahun negara itu merdeka.

Seperti dikutip The Guardian, ketika menerima selempang presiden di Kongres Peru, Boluarte mengatakan, tugas pertamanya adalah “melawan korupsi” karena “kanker ini harus dimusnahkan.”

“Kami membutuhkan orang Peru terbaik. Memerintah Peru bukanlah tugas yang mudah. Kami akan menyusun kabinet dengan semua darah untuk memajukan negara.”



Profil Dina Boluarte

BBC memberitakan, Dina Boluarte adalah mantan pengacara berusia 60 tahun yang menjabat sebagai wakil presiden. Setelah Pedro Castillo dimakzulkan, Boluarte naik ke tampuk kekuasaan dan menjadi presiden wanita pertama di Peru.

Boluarte lahir di kota Chalhuanca dan merupakan anak bungsu dari 14 bersaudara. Sebelumnya, dia bekerja selama 17 tahun di kantor catatan publik Peru, kementerian yang mengeluarkan kartu identitas, catatan kelahiran, perkawinan, perceraian dan kematian.

Karier politiknya dimulai ketika mencalonkan diri sebagai walikota distrik Surquillo di Lima, tapi gagal. Pada tahun 2020, dia gagal mencalonkan diri sebagai anggota Kongres untuk partai sayap kiri Libre Peru. Setahun kemudian, dia menjadi wakil presiden dari Pedro Castilo.

Selain menjabat sebagai wakil presiden, Boluarte juga menjadi menteri pembangunan. Tapi dia mengundurkan diri dari posisi itu karena kecewa dengan pemilihan perdana menteri. Ini adalah tanda keretakan hubungan antara Castillo dan Boluarte.

Infografik SC Dina Boluarte
Infografik SC Dina Boluarte. tirto.id/Ecun


Beberapa menit setelah Castillo ingin membubarkan Kongres, Boluarte mengecam langkah sang presiden di Twitter pribadinya dengan mengatakan langkah itu sebagai “kudeta yang memperparah krisis politik.”

Akan tetapi, Kongres bergerak cepat untuk memakzulkan Castillo dan Boluarte dengan segera mengambil sumpah jabatan sebagai presiden.

Tidak cuma itu, Pedro Castilo juga ditangkap, ditahan dan dituduh memberontak. Menurut laporan media lokal, Pedro ditangkap saat menuju kedutaan Meksiko.

Setelah mengambil sumpah jabatan, dalam pidatonya, Boluarte menyerukan "gencatan senjata politik untuk mendirikan pemerintahan persatuan nasional".

“Saya bersumpah demi Tuhan, demi tanah air, demi rakyat Peru bahwa saya akan mempertahankan demokrasi hingga 2026,” tambah seperti dikutip The Guardian.

Sebelumnya, Boluarte adalah anggota Peru Libre, partai Marxis, tetapi dikeluarkan pada awal tahun ini karena dicap pengkhiatat oleh pemimpin partai tersebut, Valdimir Cerron yang tidak bisa mencalonkan diri sebagai wakil presiden karena hukuman pidana korupsi.


Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight