Menuju konten utama

Profil Arief Mulyadi, Mantan Direktur PNM yang Meninggal Dunia

Profil Arief Mulyadi, mantan Direktur Utama PNM yang tutup usia. Ia mengawali karier sebagai Account Officer dan mengembangkan program pemberdayaan UMKM.

Profil Arief Mulyadi, Mantan Direktur PNM yang Meninggal Dunia
Direktur Utama Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, mendapatkan penghargaan Top 100 CEO 2023 dari Infobank Media Group di Four Seasons Hotel Jakarta, Selasa, (5/11). (FOTO/Korsek PNM)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mantan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, meninggal dunia pada Selasa (27/10/2026). Berikut profil almarhum yang mengawali karier sebagai Account Officer lapangan.

Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi PNM, @pnm_persero hari ini. Dalam unggahannya, PNM mengungkapkan belasungkawa atas kepergian sosok yang memimpin perusahaan tersebut selama beberapa tahun.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM periode 2018-2026,” bunyi unggahan tersebut.

“Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan bagi PNM dan pemberdayaan masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Arief Mulyadi dikenal sebagai pemimpin yang meniti karier dari bawah di PNM sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi direktur utama.

Ia pertama kali bergabung dengan perusahaan tersebut pada 1999 sebagai Account Officer lapangan hingga akhirnya diangkat menjadi Direktur Utama PNM pada 13 Februari 2018 dan kembali dipercaya memimpin perusahaan untuk periode 2022-2026.

Profil Arief Mulyadi

Arief Mulyadi lahir pada 23 Juni 1968 dan menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Biologi, Jurusan Ekologi, Universitas Jenderal Soedirman. Ia menyelesaikan pendidikan tersebut pada 1993.

Setelah berkarier selama beberapa tahun, Arief melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Universitas Indonesia. Ia mengambil program Kajian Strategi Ketahanan Nasional dan meraih gelar magister pada 2006.

Sebelum bergabung dengan PNM, Arief pernah bekerja di sejumlah lembaga penelitian. Ia kemudian memasuki sektor keuangan dengan mengikuti Executive Development Programme dan berkarier di Bank Nusa International pada 1994–1999.

Di bank tersebut, ia meniti karier hingga mencapai posisi manajer pada kelompok Retail Banking & UKM Group. Setelah memperoleh pengalaman di sektor perbankan, Arief bergabung dengan PNM pada 1999 sebagai Account Officer lapangan.

Setelah bertahun-tahun menjalankan tugas di lapangan, Arief mendapatkan kepercayaan untuk menduduki berbagai posisi strategis di PNM. Pada 2013, ia diangkat sebagai Executive Vice President Pengembangan Kapasitas Usaha dan Riset.

Pada 2015, ia kembali menempati posisi eksekutif di perusahaan. Selanjutnya, pada 2017, Arief dipercaya menjadi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha. Pada tahun yang sama, ia beralih ke posisi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko.

Pengalaman dalam sejumlah bidang tersebut memperluas pemahamannya mengenai pengelolaan perusahaan, pengembangan bisnis, dan tata kelola. Kariernya kemudian mencapai puncak ketika Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat itu, Rini Soemarno, mengangkatnya sebagai Direktur Utama PNM pada 13 Februari 2018.

Pengangkatan tersebut dilakukan setelah Parman Nataatmadja menyelesaikan masa jabatannya sebagai direktur utama. Sebelumnya, Arief menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, sehingga pengangkatannya menjadi bagian dari perubahan susunan direksi perusahaan.

Pada 18 April 2022, Arief kembali dipercaya memimpin PNM untuk periode 2022-2026 melalui keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Arief tercatat menjabat sebagai Direktur Utama PNM hingga 7 Mei 2026 yang kemudian menyerahkan posisinya pada Kindaris.

Salah satu fokus penting selama kepemimpinan Arief adalah pengembangan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera atau Mekaar. Program ini dirancang untuk memberikan akses permodalan kepada perempuan dari keluarga prasejahtera melalui pembiayaan kelompok yang disertai pendampingan usaha.

Mekaar menjadi salah satu program unggulan PNM karena menyasar masyarakat yang kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Selain menyediakan modal usaha, program tersebut juga mendukung peningkatan kapasitas nasabah agar dapat mengembangkan kegiatan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Di bawah kepemimpinan Arief, jumlah nasabah Mekaar meningkat hingga mencapai sekitar 15,2 juta orang. Perkembangan tersebut turut mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo.

Selain Mekaar, PNM juga memiliki program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), yang mendukung pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Baca juga artikel terkait PNM atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra