Presiden Jokowi Klaim Indonesia Masuki Era Inflasi Rendah

Oleh: Damianus Andreas - 27 Juli 2017
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim Indonesia saat ini sudah memasuki era inflasi rendah.
tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim Indonesia saat ini sudah memasuki era inflasi rendah. Menurut Jokowi, rendahnya laju inflasi telah terlihat sejak 2015 lalu, saat inflasi tercatat sebesar 3,35 persen dibandingkan pada 2014 yang mencapai 8,36 persen. Adapun inflasi kembali mengalami penurunan pada 2016, menjadi sebesar 3,02 persen.

“Kunci penting mengelola ekonomi baik di kabupaten, kota, provinsi, maupun negara ada dua, yaitu pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Bagaimana kita bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi serendah-rendahnya,” kata Presiden Jokowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (27/7/2017) pagi.

Lebih lanjut, Jokowi menilai masyarakat Indonesia masih cenderung memaklumi angka inflasi yang tinggi. “Budaya kita pasrah soal inflasi. Sudah jadi persepsi publik, (inflasi) 8-10 persen itu wajar dan tidak dapat diapa-apakan. Padahal kita menyadari inflasi bisa sebabkan banyak hal, salah satunya bunga bank tinggi,” ujar Jokowi.

“Percuma saja pertumbuhan ekonominya 6 persen tapi inflasi 9 persen. Rakyat akan tekor, dan mencapai sebuah harga pun susah. Tapi misalnya pertumbuhan ekonomi 5 persen, dan inflasi 3 persen, rakyat akan enteng menjangkau sebuah harga. Itulah betapa pentingnya inflasi,” tambah Jokowi.

Adapun Jokowi juga sempat menuturkan sejumlah upaya yang telah dilakukan pemerintah guna menekan inflasi. Setidaknya ada tiga hal yang dikatakan terbukti ampuh dalam menurunkan angka inflasi.

Ketiga hal tersebut berkaitan dengan pembangunan jaringan informasi, keakuratan dan tepat waktunya informasi, serta budaya organisasi di berbagai instansi pemerintah yang semakin memberikan perhatian intensif terhadap inflasi dan stabilitas harga.

Masih dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo juga menyatakan inflasi Indonesia pada 2016 lalu merupakan yang terendah sejak 2010.

“Inflasi cukup merata di berbagai daerah. Di Jawa 2,59 persen, di Sumatera 4,5 persen, di Kalimantan 3,4 persen, di Sulawesi 2,27 persen, di Bali dan Nusa Tenggara 2,93 persen, serta di Maluku dan Papua 3,07 persen,” ucap Agus.

Masih seperti diungkapkan Agus, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional hingga Juni 2017 pun tergolong rendah, yakni 2,38 persen. “Bahkan untuk inflasi IHK pada periode puasa dan Lebaran 2017, merupakan yang terendah untuk periode Lebaran dalam enam tahun terakhir,” kata Agus.

Menurut Agus, kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang tersebar di 34 provinsi dalam menekan inflasi dapat berjalan secara efektif karena sejumlah faktor. Adapun faktor-faktor tersebut ialah kemampuan untuk menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

Baca juga artikel terkait INFLASI atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Maya Saputri
DarkLight