tirto.id - Timnas Uruguay akan menghadapi Perancis di perempat final Piala Dunia 2018, Jumat (6/7/2018) pukul 21.00 WIB. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Nizhny Novgorod, Rusia.
Jelang laga malam nanti, skuat La Celeste terancam tidak diperkuat ujung tombak Edinson Cavani. Penyerang PSG itu mendapat cedera hamstring ketika mengalahkan Portugal pada 1 Juli lalu. Kendati demikian, pelatih Oscar Tabarez menegaskan bahwa timnya tetap mencanangkan kemenangan walau tanpa Cavani.
“Kami tidak tahu bagaimana ceritanya besok (6/7), tapi kami sangat ingin memenangkan pertandingan,” tegas pelatih berusia 71 tahun tersebut dikutip laman resmi FIFA.
Jika tanpa Cavani, Uruguay diprediksi memasang Cristhian Stuani sebagi tandem Luis Suarez di lini serang. Stuani sendiri dikenal sebagai penyerang cepat yang bermain untuk klub Girona. Meskipun cepat, catatan Stuani di timnas tidak begitu menggembirakan. Penyerang berusia 31 tahun itu baru mencetak lima gol dari 42 pertandingan bersama timnas Uruguay.
Di laga kontra Perancis, La Celeste diprediksi masih mengandalkan solidnya lini pertahanan dan lini tengah mereka. Di Rusia 2018, Uruguay baru kebobolan satu gol dari empat pertandingan.
Catatan apik La Celsete itu karena kecakapan bertahan para pemainnya. Sejauh ini, duet bek tengah Diego Godin-Jose Gimenez tampil solid mengawal gawang Fernando Muslera. Selain itu, bek sayap Martin Caceres dan Diego Laxalt juga tampil baik sepanjang turnamen. Timnas Uruguay pun mempunyai sosok Lucas Torreira di pos gelandang bertahan.
Akan tetapi, pertahanan solid belum cukup untuk Uruguay. Skuat asuhan Oscar Tabarez harus memikirkan cara menanggulangi ketidakhadiran Edinson Cavani. La Celeste memang dinilai terlalu mengandalkan duet Suarez-Cavani di lini serang. Keduanya pun telah mengemas lima dari tujuh gol Uruguay di Rusia 2018.
Duet Suarez-Cavani juga memiliki catatan istimewa tersendiri. Dari 45 gol Cavani di level timnas, 12 di antaranya dibidani oleh Suarez. Di Rusia 2018 sendiri, kombinasi Suarez-Cavani menghasilkan empat gol bagi Uruguay.
4 - Since 1966, only Grzegorz Lato & Andrzej Szarmach (5 for Poland) and Michael Ballack & Miroslav Klose (5 for Germany) have combined for more World Cup goals than Edinson Cavani & Luis Suarez (4 for Uruguay). Combinations.#WorldCup#URU#URUPORpic.twitter.com/6u4exvH3HF
— OptaJoe (@OptaJoe) June 30, 2018
Jika terpaksa bermain tanpa Cavani, Uruguay diprediksi mengandalkan skema set piece untuk menjebol gawang Hugo Lloris dkk. Pasalnya, La Celeste memiliki Diego Godin dan Jose Gimenez yang ahli duel udara.
Sementara itu, kubu Perancis juga menunggu kepastian Edinson Cavani jelang laga malam nanti. Pelatih Didier Deschamps mengaku mengikuti perkembangan cedera penyerang Uruguay tersebut.
Meskipun demikian, Deschamps tidak ingin berlebihan menjadikan Cavani sebagai kunci permainan Uruguay. Pelatih berusia 49 tahun tersebut menyebut La Celeste adalah tim yang tangguh di segala lini, khususnya lini pertahanan.
“Mereka [Uruguay] memiliki banyak aset, banyak [pemain] berkualitas. Mereka bertahan sebagai unit, mereka bermain bersama dan mereka senang melakukannya,” ujar Deschamps dikutip BBC.
Pelatih kelahiran Bayonne itu sendiri juga harus memikirkan lini tengahnya. Di perempat final, Les Bleus tidak bisa memainkan gelandang Blaise Matuidi akibat akumulasi kartu. Deschamps pun harus memikirkan penambal Matuidi untuk melawan Uruguay.
Jelang melawan Uruguay, Perancis diprediksi masih mengandalkan dua penyerangnya, Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann. Mbappe sendiri belum lama mencuri perhatian dengan kecakapannya mengobrak-abrik pertahanan Argentina (30/6). Pemain berusia 19 tahun itu juga berhasil menyamai rekor Pele sebagai remaja yang mencetak dua gol di laga fase gugur Piala Dunia.
Sementara itu, Griezmann menunjukkan performa yang lebih redup. Meskipun tampil apik bersama Atletico Madrid, penyerang berusia 27 tahun itu belum menunjukkan performa maksimal di timnas. Di Piala Dunia 2018, Griezmann baru mencetak dua gol dari empat pertandingan. Kedua gol Griezmann pun dicetak lewat tendangan penalti.
Menghadapi perempat final, pelatih Didier Deschamps menegaskan bahwa Les Bleus hendak maju ke semifinal. Timnas Perancis sendiri selalu gagal melaju lebih jauh dari perempat final Piala Dunia sejak Jerman 2006. Jelang menghadapi Uruguay, Deschamps dengan skuat barunya optimis melangkah lebih jauh dari sebelumnya.
“Di [Brasil] 2014 itu lawannya berbeda, dan timnas Perancis yang berbeda. Apa yang penting adalah mempertahankan [tim] di level tinggi. Perempat final di [Piala Dunia] 2014, final di Piala Eropa 2016, dan sekarang perempat final lagi. Tim saya kompetitif, itu yang terlihat bagi saya,” ucap pelatih yang menukangi Perancis sejak 2012 itu.
Laga Uruguay vs Perancis diprediksi berjalan menarik. Kedua tim sama-sama tangguh dan mengincar kemenangan malam nanti. Ketangguhan pertahanan Uruguay akan menjajal kebolehan pemain Perancis, khususnya Griezmann dan Mbappe.
Editor: Ikhsan Abdul Hakim