Dampak Pandemi Corona

Pratikno Ingatkan Warga Tak Ramai-ramai Melayat ke Kediaman Jokowi

Oleh: Andrian Pratama Taher - 26 Maret 2020
Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan masyarakat cukup mendoakan almarhum ibu dari Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo, tak perlu melayat ramai-ramai.
tirto.id - Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, Presiden Jokowi terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang mendoakan almarhum ibu dari Presiden Jokowi Sudjiatmi Notomihardjo.

Pratikno mengingatkan kembali agar masyarakat berdoa di kediaman masing-masing dan tidak perlu berbondong-bondong untuk melayat ibu dari mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Tanpa mengurangi rasa hormat, mohon berkenan berdoa dari rumah masing-masing, dan tidak perlu beramai-ramai melayat ke rumah duka atau ke pemakaman, karena kita tetap harus menjalankan physical distancing [jaga jarak]," kata Pratikno dalam keterangan tertulis, Kamis.

Pratikno pun mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan physical distancing jika tetap ingin hadir dalam proses pemakaman. "Bagi yang hadir, tetap mohon jaga jarak aman sebagaimana telah disampaikan oleh pemerintah," kata Pratikno.

Ia mendoakan agar almarhumah ibunda Presiden Jokowi husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah.

"Semoga Almarhumah husnul khotimah dan memperoleh tempat paling mulia di sisi Allah Swt. Amiin YRA," tutup Pratikno.

Ibu Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo meninggal dunia pada Rabu, 25 Maret 2020 sore akibat penyakit.

"Tadi sore pada jam 16.45 WIB telah berpulang ke hadirat Allah Swt. Ibunda kami, Ibu Sudjiatmi Notomihardjo. Yang kami tahu bahwa ibu ini sudah 4 tahun menderita sakit," kata Presiden di rumah duka, di Surakarta, Rabu (25/3/2020).

Presiden juga meminta masyarakat Indonesia mendoakan almarhumah agar dosa ibunda diampuni Allah Swt. Ia mengatakan, pemakaman digelar Kamis (26/3/2020) di Karanganyar, Jawa Tengah.

"Rencana pemakaman insyaallah besok jam 1 siang, di pemakaman di Mundu Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa keluarga berharap masyarakat untuk bisa mendoakan dari rumah saja.

“Agar tidak terjadi kerumunan, keluarga akan sangat bahagia dan menghormati jika warga masyarakat semua bisa mendoakan dari rumah,” ucap Ganjar.

Baca juga artikel terkait BERITA DUKA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight