tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyentil kelompok yang disebutnya sebagai "orang-orang pintar". Pihak tersebut dinilai kerap mengejek hingga memfitnah program penguatan ekonomi yang ia canangkan. Prabowo menegaskan, segala kritik itu tidak akan menyurutkan langkah pemerintahannya.
"Jadi kalau kita mau buat suatu program aliran untuk memperkuat bangsa sendiri, kita diejek, kita dijelek-jelekkan, kita difitnah, kita dihajar. Tapi euweuh pengaruhna [tidak ada pengaruhnya]! Saya katakan euweuh pengaruhna! Kita jalan terus," tegas Prabowo dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Prabowo mengingatkan jangan sampai terjebak pada pola pikir neoliberal yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Ia menyebut ada pihak-pihak skeptis, saat pemerintah mencoba mengembalikan arah ekonomi sesuai amanat UUD 1945 melalui gerakan koperasi dan ekonomi kerakyatan.
"Saya enggak tahu ada orang-orang pintar yang entah terlalu pintar atau apa saya enggak mengerti. Kita berada di jalan yang lurus membela rakyat, kehormatan bagi bangsa Indonesia," lanjutnya.
Tak hanya soal pengkritik program, Prabowo juga memberikan peringatan keras kepada para pemimpin politik yang kerap memprovokasi massa untuk berbuat anarkistis di jalanan saat mengalami kekalahan. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan kepada negara.
"Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, Saudara-saudara sekalian! Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu," ucap Prabowo dengan nada tinggi.
Prabowo lantas mencontohkan pengalamannya dalam mengikuti kontestasi politik di Indonesia. Meski pernah merasakan kegagalan berkali-kali dalam Pilpres, ia menegaskan tetap menjunjung tinggi sportivitas tanpa memprovokasi pendukungnya.
"Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah. Enggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar! Demo aja enggak. Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat. Bersaing itu baik, pertandingan itu baik," ungkapnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































