Debat Pilpres 2019 ke-5

Prabowo: Saya Kira Kita Bocor Seribu Triliun, Ternyata Dua Ribu!

Oleh: Iswara N Raditya - 13 April 2019
Debat Capres atau Pilpres 2019 ke-5 (terakhir) digelar di Hotel Sultan, Jakarta, pada Sabtu (13/4/2019).
tirto.id - Prabowo Subianto kembali menyinggung tentang kebocoran pemasukan negara dalam Debat Pilpres ke-5 atau terakhir yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Capres nomor urut 02 yang berpasangan dengan Sandiaga Uno ini semula mengira kebocoran seribu triliun rupiah, ternyata malah dua ribu triliun, sesuai keterangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“KPK sendiri mengatakan bahwa seharusnya kita menerima 4.000 triliun [rupiah] per tahun, tetapi ternyata hanya 2.000 triliun, berarti ada kebocoran 2000 triliun,” tukas Prabowo menanggapi pertanyaan Tomy Ristanto selaku moderator dalam sesi topik keuangan dan investasi.

Ketua Umum Partai Gerindra memang kerap menyoroti tentang kebocoran pemasukan negara selama era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kali ini kembali maju ke Pilpres 2019, juga banyaknya uang negara yang lari ke luar negeri atau pihak asing.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga kembali menyinggung tentang tax ratio (rasio pajak) di era Presiden Jokowi yang menurutnya lebih rendah dari zaman Orde Baru. Menurut mantan suami Titiek Soeharto ini, tax ratio tahun 1997 mencapai angka 16 persen. Sementara saat ini, di era Jokowi hanya 10 persen.

“Berarti kita kehilangan kurang lebih 60 dolar AS tiap tahun,” tukas Prabowo Subianto.

Mantan Danjen Kopasuss ini mencontohkan tax ratio Thailand yang disebutnya mencapai 19 persen. Thailand, Prabowo, berhasil mencapai angka tersebut dengan memaksimalkan program informasi teknologi dan komputerisasi.


Maka, jika Indonesia bisa menerapkan strategi serupa, Prabowo yakin angka tax ratio negara ini bisa kembali seperti pada zaman Orde Baru, yakni 16 persen, bahkan dapat mencapai apa yang kini diraih Thailand yaitu 19 persen.

Debat Pilpres 2019 ke-5 kali ini mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri. Ini merupakan debat terakhir sebelum dilaksanakannya pilpres dan pemilu legislatif pada 17 April 2019 mendatang.

Baca juga artikel terkait DEBAT PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Politik)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight