Konflik Israel-Palestina

PM Mahathir Larang Atlet Israel Masuk Malaysia

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 23 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Mahathir melarang atlet Israel masuk Malaysia untuk mengikuti kualifikasi Tokyo Paralympics 2020. Hal itu sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.
tirto.id - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengeluarkan pernyataan yang melarang atlet Israel masuk ke Malaysia untuk turnamen kualifikasi Tokyo Paralympics 2020.

Selasa (15/1/2019) Mahathir menyampaikan penolakannya menerbitkan visa bagi atlet renang Israel yang akan bertanding dalam turnamen.

“Setiap negara berhak untuk menerima atau menolak siapapun,” katanya seperti dikutip Channel New Asia dalam sebuah konferensi di Wina, Austria.

“Kita bisa lihat bagaimana Amerika membangun tembok yang sangat tinggi untuk mencegah Orang-orang Mexico keluar masuk Amerika. Kami memiliki pemikiran yang sama untuk mencegah orang-orang yang tidak kami inginkan masuk ke negara kami,” tambahnya.

Mahathir mengambil contoh Trump yang membangun tembok tinggi untuk mencegah imigram Meksiko masuk ke Amerika sebagai pembelaan atas pelarangannya tersebut.

Dilansir The Guardian, langkah Malaysia melarang altet Israel yang akan bertanding dalam babak kualifikasi di Serawak Juli mendatang adalah sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.

Masih dilansir The Guardian, Menteri Luar Negeri Malaysia mengonfirmasi bahwa kabinet telah memutuskan untuk tidak melibatkan Israel ataupun perwakilannya dalam kegiatan apapun.

“Bagi kami, ini adalah keputusan untuk merefleksikan prinsip kami terhadap persoalan Israel [dan Palestina],” katanya.


Wakil Menteri Olahraga, Sim Hee Kyung turut menambahkan bahwa tindakan ini adalah upaya untuk menghentikan tekanan Israel kepada Palestina.

Namun, keputusan ini oleh Kementerian Luar Negeri Israel, melalui juru bicara Emmanuel Nahshon disebut memalukan dan bertolak belakang dengan semangat Olimpiade.

Israel juga menyebut bahwa hal tersebut di latar belakangi oleh sikap antisemitisme fanatik (sikap permusuhan atau prasangka terhadap Kaum Yahudi).

Israel akhirnya meminta Komite Internasional Paralympic untuk memaksa Malaysia mencabut keputusan tersebut atau memindahkan turnamen ke negara lain.

Di sisi lain, Mahathir menyatakan tidak akan tunduk kepada tekanan apapun dan jika atlet Israel tersebut nekat datang ke turnamen, ia akan menganggapnya sebagai pelanggaran.

Masih menurut The Guardian, ia berkata “Jika mereka [Komite Internasional Paralympic] ingin menarik turnamen dari Malaysia, mereka boleh melakukannya,”

Malaysia yang merupakan negara mayoritas Muslim tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Memasuki wilayah Malaysia dengan passport Israel pun dilarang.

Mahathir lebih bereaksi lebih keras kepada Israel daripada pendahulunya, Najib Razak yang masih memperbolehkan delegasi Israel masuk Malaysia pada saat drinya memimpin.

Ini bukan pertama kalinya Malaysia melarang atlet Israel berkompetisi di Malaysia. Sebelumnya, tahun 2015 dua peselancar angin ditarik dari kompetisi di Langkawi, Malaysia setelah visa mereka ditolak.

Mahathir dituduh sebagai antisemitis selama beberapa dekade karena berkali-kali melemparkan sentimen kepada Israel.


Baca juga artikel terkait KONFLIK ISRAEL PALESTINA atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Politik)

Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yantina Debora
DarkLight