Pertamina Mau Pangkas 25 Anak Usaha hingga akhir 2021

Reporter: Vincent Fabian Thomas, tirto.id - 3 Apr 2020 14:59 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pertamina menargetkan pemangkasan 25 anak usaha hingga 2021.
tirto.id - PT Pertamina akan memangkas 25 anak usahanya dalam kurun waktu 2020-2021. Pemangkasan ini dilakukan Pertamina untuk mengurangi beban usaha.

“Dari 25 perusahaan, tahun ini 2020 ada 8 (yang ditutup), 7 likuidasi dan 1 divestasi. 17 Perusahaan lagi tahun depan,” ucap Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati dalam teleconference bersama wartawan dan Menteri BUMN, Jumat (3/4/2020).

Kendati melakukan pemangkasan, Pertamina tak akan melakukan PHK. Ia bilang dari karyawan ke 25 perusahaan itu mereka semua akan dipindahkan ke anak usaha lain.

“Tidak ada layoff. Untuk perusahaan divestasi seluruh karyawan tetap direkrut,” ucap Nicke.

Nicke tak merinci apa saja bidang anak usaha yang akan dirasionalisasi. Yang jelas, kata dia, langkah tersebut diperlukan untuk efisiensi dan menjaga fokus bisnis.

Di luar itu, ia memastikan anak usaha Pertamina lainnya seperti di hulu migas tak akan terganggu. Pasalnya tiap wilayah kerja (WK) memang perlu dibuatkan perusahaan hulu tersendiri.

Namun, bila kontrak atau Production Sharing Contract (PSC) sudah selesai, maka perusahaan itu pasti dibubarkan.

Lalu perusahaan yang tak akan terganggu termasuk anak usaha Pertamina di bidang Independent Power Producer (IPP). Ia bilang secara regulasi, IPP harus dibuat untuk menyediakan listrik secara mandiri.

“Kalau sudah selesai (konsensi) build operate transfer (BOT) akan kami tutup juga,” ucap Nicke.

Nicke menyatakan Pertamina masih membuka peluang menambah anak usaha yang melalui proses akusisi. Sebab bisnis itu dipandang perlu menunjang bisnis utama.

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan kalau divestasi yang dilakukan Pertamina pada salah satu anak usahanya tidak perlu dipandang negatif. Ia menjelaskan nilainya cukup kecil sehingga tidak akan signifikan.

Ia juga mendukung rencana Pertamina melakukan akusisi perusahaan. Namun bila tersedia cashflow yang cukup.

“Yang divestasi jauh nilainya kecil. Pada hari ini kalau kita punya sebuah cashflow yang sangat kuat bukan tak mungkin kita akuisisi dari luar negeri,” ucap Erick dalam teleconference bersama wartawan.


Baca juga artikel terkait PERTAMINA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Hendra Friana

DarkLight