Menuju konten utama

Penyakit Kronis vs Akut: Apa Bedaannya, 10 Ciri-ciri & Jenisnya?

Perbedaan utama antara penyakit kronis dan akut terletak pada jangka waktu berlangsungnya penyakit itu sendiri.

Penyakit Kronis vs Akut: Apa Bedaannya, 10 Ciri-ciri & Jenisnya?
Ilustrasi Sakit Jantung. (FOTO/iStockphoto)

tirto.id - Istilah penyakit kronis dan akut tentu sudah sering Anda dengar. Bagi orang awam, kedua istilah ini memang terdengar cukup menakutkan. Lalu, apa perbedaan antara penyakit kronis dan akut?

Penyakit kronis adalah jenis penyakit yang berlangsung lama dengan perkembangan yang relatif lambat. Penyakit ini bisa bertahan dalam hitungan bulan, tahun, bahkan bisa seumur hidup. Artinya, si pasien akan terus hidup dengan penyakit tersebut karena penyakit kronis memang susah disembuhkan secara total.

Di sisi lain, penyakit akut adalah jenis penyakit yang berlangsung relatif lebih singkat. Penyakit akut umumnya datang tiba-tiba, cepat terdeteksi, tapi juga biasanya lebih cepat sembuh ketimbang penyakit kronis.

Jadi, perbedaan utama antara penyakit kronis dan akut terletak pada jangka waktu berlangsungnya penyakit itu sendiri. Tentunya masih ada perbedaan lain antara penyakit kronis dan akut, termasuk penyebab dan cara penyembuhannya.

Penyebab Penyakit Kronis vs Akut

Dilansir dari laman National Council on Aging, penyakit kronis dan akut disebabkan oleh dua hal berbeda, yaitu:

1. Penyakit kronis

Penyakit kronis biasanya disebabkan oleh perilaku atau gaya hidup yang tidak sehat. Contohnya:

  • Mengonsumsi makanan yang kurang bernutrisi.
  • Tidak aktif bergerak atau jarang olahraga.
  • Kecanduan rokok dan alkohol.
Penyakit kronis juga ada yang disebabkan oleh faktor genetik, misalnya penyakit jantung. Penyakit yang diturunkan karena faktor genetik ini bisa makin memburuk jika dibarengi dengan gaya hidup tak sehat.

2. Penyakit akut

Penyakit akut lebih sering disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit. Ada pula yang disebabkan karena pengaruh obat-obatan tertentu, mengonsumsi bahan makanan yang sulit dicerna, atau karena kecelakaan seperti patah tulang dan luka bakar.

Ciri-Ciri Penyakit Kronis vs Akut

Agar lebih bisa membedakan antara keduanya, berikut beberapa ciri-ciri penyakit kronis dan akut:

Penyakit kronis

1. Penyakitnya berlangsung lama hingga berbulan-bulan, tahunan, bahkan seumur hidup.

2. Perkembangan penyakit cenderung lambat, umumnya diawali dengan gejala ringan yang terus memburuk dari waktu ke waktu.

3. Penyakit kronis biasanya tidak langsung terdeteksi dan butuh pemeriksaan menyeluruh.

4. Disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat atau faktor genetik.

5. Susah disembuhkan secara total dan hanya bisa mengendalikan gejalanya agar tidak makin parah.

Penyakit akut

6. Penyakit akut umumnya berlangsung lebih cepat dari penyakit kronis, bisa hilang dalam hitungan hari atau minggu.

7. Perkembangan penyakit relatif cepat dan gejalanya langsung terlihat.

8. Lebih cepat terdeteksi.

9. Umumnya disebabkan infeksi virus, bakteri, pengaruh obat, atau luka kecelakaan.

10. Penyakit akut umumnya bisa sembuh, baik dengan perawatan dokter maupun tidak (bisa sembuh sendiri seperti flu).

Contoh Penyakit Kronis dan Akut

Berikut adalah contoh penyakit kronis dan akut yang umum ditemui:

1. Penyakit kronis

  • Penyakit jantung koroner
Penyakit ini disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah jantung oleh tumpukan lemak/plak. Hal ini mengakibatkan jantung tidak mendapatkan suplai darah berisi oksigen dan nutrisi.

Penyakit jantung koroner bisa menyebabkan serangan jantung yang muncul secara tiba-tiba. Penyakit jantung koroner juga bisa mengakibatkan gagal jantung, yaitu kondisi ketika jantung sudah terlalu lemah dan tidak bisa memompa darah sebagaimana mestinya.

  • Stroke
Stroke adalah kondisi ketika otak mengalami kerusakan. Berdasarkan penyebabnya, stroke dibagi menjadi dua macam, yaitu:

a. Stroke iskemik: pembuluh darah tersumbat oleh plak sehingga suplai darah menuju otak terhambat. Akibatnya, sel-sel otak akan mati karena tidak mendapat oksigen dan nutrisi dari darah.

b. Stroke hemoragik: pembuluh darah di otak pecah. Darah yang bocor akan memberikan tekanan pada sel-sel otak dan menyebabkan kerusakan.

  • Diabetes
Tubuh diketahui memproduksi hormon insulin untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Diabetes terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin atau ketika sel-sel tubuh tidak bereaksi lagi terhadap hormon ini. Akibatnya, kadar gula dalam darah akan meningkat dan bisa menyebabkan komplikasi penyakit lain, seperti penyakit kardiovaskular dan gagal ginjal.

Selain ketiga penyakit di atas, contoh penyakit kronis lainnya meliputi arthritis, alzheimer, tekanan darah tinggi, osteoporosis, obesitas, kolesterol tinggi, depresi, dan kanker.

2. Penyakit akut

  • Flu
Flu atau influenza merupakan penyakit yang disebabkan infeksi virus. Gejalanya berupa demam, pusing, tenggorokan sakit, badan lemah, hingga pilek. Flu termasuk penyakit menular, tapi umumnya dapat sembuh dengan mudah.

  • Diare
Diare adalah kondisi ketika kotoran atau feses bertekstur cair. Diare umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit. Ada pula diare yang dikarenakan masalah pencernaan seperti intoleransi laktosa maupun pengaruh bahan makanan lain.

  • Konstipasi
Konstipasi atau sembelit termasuk masalah pencernaan yang menyebabkan sulit buang air besar. Penyebabnya bisa karena kurang mengonsumsi makanan berserat, kurang minum air, stres, kurang olahraga, atau pengaruh obat-obatan tertentu.

Selain ketiga penyakit di atas, contoh penyakit akut lainnya adalah bronkitis, patah tulang, luka bakar, COVID-19, pneumonia, radang tenggorokan, infeksi pernapasan, serta serangan jantung yang merupakan dampak dari penyakit kronis.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Nur Hidayah Perwitasari