tirto.id - Episode ending drakor Good Boy telah ditayangkan pada Minggu, 20 Juli 2025. Episode terakhir tersebut menjadi pembicaraan para penggemar tentang keberlanjutan drakor Good Boy ke season berikutnya.
Episode ending dari Good Boy tersebut juga menjadi episode dengan rating Nielsen tertinggi sepanjang pemutaran drama yang menampilkan Kim So Hyun, Park Bo Gum, dan Oh Jung Se ini. Pada hari penayangannya, episode tersebut meraih rating Nielsen 8,1 persen secara nasional.
Pada episode 16 yang rilis pada 20 Juli tersebut, drakor ini diakhiri dengan kegagalan rencana Ju Yeong untuk meledakkan Kota Insung sepenuhnya. Ju Yeong juga akhirnya dapat ditangkap di tengah upayanya untuk melarikan diri dari Korea. Namun, akhir dari drama ini masih menyimpan sejumlah pertanyaan.
Drakor Good Boy tentang Apa?
Good Boy berkisah tentang anggota Tim Investigasi Kriminal Khusus milik kepolisian Kota Insung. Mereka adalah mantan atlet yang mengubah jalan karier sebagai polisi.
Sebagai tim investigasi polisi, para mantan atlet tersebut menjadi tim yang disukai oleh masyarakat lantaran berhasil menumpas kejahatan demi kejahatan yang terjadi di Kota Insung.
Akan tetapi, kasus demi kasus yang mereka tangani akhirnya menempatkan mereka pada kasus yang pelik.
Ternyata, banyak kejahatan di Kota Insung justru berkaitan dengan orang-orang pemerintahan dan para penegak hukum. Tim Investigasi Kriminal Khusus kemudian harus berjibaku dan memutar otak untuk menangkap orang-orang dengan kekuasaan.
Pada akhirnya, tim ini menemukan satu fakta mencengangkan, bahwa bisnis gelap dan mencurigakan ternyata mengarah hanya pada satu organisasi misterius. Di balik riuh Kota Insung, ternyata ada organisasi kriminal yang menjalankan kota itu di kegelapan.
Penjelasan Ending Good Boy
Secara umum, ending drakor Good Boy menampilkan kejatuhan sosok Ju Yeong yang selama ini tampak terlalu berkuasa untuk ditangkap. Berkat Tim Investigasi Kriminal Khusus, rencana pemungkas Ju Yeong untuk meledakkan seluruh kota bisa digagalkan.
Setelah penjahat kelas kakap tersebut berhasil dibui, anggota Tim Investigasi Kriminal Khusus akhirnya mendapatkan ganjaran atas kinerja baik mereka.
Pasca peristiwa penangkapan Ju Yeong, Dong Ju menjalani rehabilitasi agar kondisinya kembali baik. Pada saat-saat menyakitkan itu, Han Na ada di samping Ju Yeong untuk mendukungnya.
Setelah kondisinya membaik, Dong Ju datang datang ke penjara tempat Ju Yeong dibui. Polisi itu datang untuk berkunjung dan bicara ke otak kriminal licik itu.
Dong Ju mengatakan bahwa kondisinya membaik dan akan kembali bekerja sebagai polisi. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya akan segera mendapatkan promosi.
Namun, Ju Yeong mengatakan bahwa tak akan ada yang berubah meskipun ia kini tak lagi menjalankan bisnis gelap Kota Insung. Ia menegaskan bahwa kota akan tetap korup seperti biasanya, dengan atau tanpa dirinya.
Mendengar itu Dong Ju mengatakan hal yang sebaliknya. Baginya, Kota Insung akan berkembang ke jalan yang benar.
Akan tetapi, setelah pertemuan itu usai, praktik korup yang disampaikan Ju Yeong benar-benar terjadi. Seorang sipir tiba-tiba membunuh Ju Yeong dengan mencekik lehernya sampai mati.
Sementara itu, Dong Ju dan Tim Investigasi Kriminal Khusus mendapatkan prestasi yang memang sudah seharusnya mereka terima. Atas kinerja yang luar biasa, mereka mendapatkan penghargaan dan promosi. Bahkan, kegembiraan tersebut dilengkapi dengan kabar istri Man Sik hamil.
Apakah Good Boy Happy Ending atau Sad Ending?
Secara umum, drakorGood Boy berakhir dengan kisah yang bahagia. Walaupun bukan tanpa pengorbanan, keberhasilan Tim Investigasi Kriminal Khusus untuk menangkap Ju Yeong adalah happy ending yang manis.
Terlebih, Ko Man Sik, Yoon Dong Ju, Ji Han Na, Kim Jong Hyeon, dan Shin Jae Hong mendapatkan penghargaan yang memang pantas atas kinerja mereka yang luar biasa. Khususnya, Man Sik yang tak hanya mendapat penghargaan, melainkan juga kabar bahwa istrinya hamil.
Akan tetapi, walaupun secara umum protagonis drakor ini berhasil menang dan menumpas kejahatan, namun ada kenyataan pahit dalam episode terakhir Good Boy ini. Hal tersebut adalah kematian Ju Yeong.
Meskipun antagonis tersebut memang pantas mati atas kejahatan yang ia perbuat sepanjang hidup, namun kematiannya terjadi tidak dalam koridor hukum yang seharusnya.
Ini artinya tugas Tim Investigasi Kriminal Khusus tak selesai dengan ditangkapnya Ju Yeong. Kematian Ju Yeong justru menunjukkan bahwa masih ada korupsi yang berjalan di Kota Insung.
Kematian Ju Yeong juga masih diliputi misteri, apakah ia disingkirkan karena dosa yang ia perbuat atau justru hanya demi menutupi jejak yang lebih dalam dan gelap.
Apakah Good Boy Ada Season 2?
Hingga kini, tak ada konfirmasi resmi tentang season 2 dari Good Boy. Produksi dari drakor ini juga sejak awal dimaksudkan untuk satu musim dengan 16 episode.
Tanpa pengumuman resmi dari JTBC sebagai jaringan pembuat drama ini, sepertinya Good Boy sudah berakhir sepenuhnya.
Akan tetapi, walaupun demikian, episode ending dari Good Boy masih memunculkan berbagai pertanyaan terkait sang antagonis Ju Yeong. Ia ditampilkan dicekik oleh sipir penjara agar terbunuh, namun tidak ditampilkan pengumuman resmi atas kematian penjahat kelas kakap tersebut.
Selain itu, pencekikkan Ju Yeong oleh sipir tersebut juga mengindikasikan masih ada korupsi yang menggerogoti Kota Insung. Hal ini membuat penasaran bagaimana bisa korupsi masih terjadi ketika puncak rantai korupsi telah dieliminasi.
Masa depan para anggota Tim Investigasi Kriminal Khusus juga dipertanyakan. Setelah menghadapi luka emosional yang tak sedikit, beberapa anggota tim polisi ini terlihat terpukul untuk terus mengemban tugas sebagai polisi.
Pertanyaan-pertanyaan yang masih ada dari episode terakhir Good Boy ini memungkinkan cerita dikembangkan pada musim berikutnya. Namun, pengembangan cerita bukan satu-satunya alasan sebuah drakor berlanjut ke musim kedua. Tidak adanya pengumuman resmi membuat drakor ini agaknya tidak berlanjut ke musim berikutnya.
Bagi Anda penggemar drama Korea, baca juga informasi tentang drama-drama menarik melalui artikel-artikel Tirto.id lainnya di sini.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id
































