Menuju konten utama

Pengobatan Alami untuk Penderita Hipotiroidisme

Pengobatan alami untuk hipotiroidisme dapat dilakukan dengan diet gula, selenium, dan konsumsi vitamin B.

Pengobatan Alami untuk Penderita Hipotiroidisme
Ilustrasi leher perempuan. FOTO/istockphoto

tirto.id - Tiroid adalah sebuah kelenjar berbentuk kupu-kupu terletak di bagian depan leher atau terletak di bawah jakun. Tiroid tidak dapat Anda rasakan selama ukuran tiroid masih dalam ukuran yang normal.

Tiroid mengeluarkan beberapa hormon, yang secara kolektif disebut hormon tiroid. Hormon utama adalah tiroksin, dapat juga disebut T4. Hormon tiroid bekerja di seluruh tubuh, mempengaruhi metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan, dan suhu tubuh. Selama masa bayi dan masa kanak-kanak, hormon tiroid yang memadai sangat penting untuk perkembangan otak.

Namun perlu diwaspadai bahwa tiroid juga dapat menimbulkan penyakit, salah satunya adalah Hipotiroidisme. Hipotiroidisme adalah ketika tubuh sudah tak mampu menghasilkan cukup hormon tiroid. Tanpa jumlah hormon tiroid yang tepat, fungsi alami tubuh mulai melambat.

Hipotiroidisme lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Hipotiroidisme juga lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 60 tahun, tetapi dapat juga dialami oleh usia berapa pun. Hipotiroidisme dapat dideteksi dengan melalui tes darah rutin atau setelah adanya gejala yang muncul.

Jika Anda adalah salah satu orang yang mengidap Hipotiroidisme, tak perlu risau, Berdasarkan Healthline tujuan pengobatan alami atau pengobatan alternatif adalah untuk memperbaiki akar penyebab masalah tiroid, dan berikut ini beberapa cara pengobatan alami Hipotiroidisme.

Selenium

Dalam National Institutes of Health (NIH), selenium adalah elemen yang berperan dalam metabolisme hormon tiroid. Selenium sendiri dapat ditemukan dalam ikan tuna, kacang brazil dan daging sapi yang diberi makan rumput.

Diet gula

Gula dan makanan olahan bisa memicu peningkatan peradangan di tubuh. Peradangan dapat memperlambat konversi T4 menjadi triiodothyronine atau T3 dan hormon tiroid lain sehingga dengan peradangan ini dapat memperburuk Hipotiroidisme.

Vitamin B

Mengonsumsi suplemen vitamin B12 dapat membantu memperbaiki beberapa kerusakan akibat hipotiroidisme. Vitamin B-12 dapat membantu mengatasi kelelahan akibat penyakit tiroid. Penyakit ini juga mempengaruhi kadar vitamin B-1 dalam tubuh.

Vitamin B dapat ditemukan dalam makanan seperti asparagus, kacang polong atau buncis, minyak wijen, tuna, keju, susu dan telur.

Probiotik

National Institutes of Health (NIH) juga menemukan adanya hubungan penyakit hipotiroidisme dan usus kecil. Dimana ditemukan bahwa terdapat perubahan motilitas gastrointestinal (GI) yang terjadi dibarengi dengan hipotiroidisme yang dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil (SIBO) dan pada akhirnya menyebabkan gejala GI kronis, seperti diare.

Dengan itu mengkonsumsi beberapa makanan seperti susu, yogurt, kefir ataupun suplemen probiotik adalah sebuah solusi karena fungsinya yang membantu menjaga usus.

Meski begitu Food and Drug Administration belum menyetujui penggunaan probiotik untuk pencegahan atau pengobatan kondisi apapun. Dengan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui apakah suplemen ini dapat membantu Anda.

Diet gluten

Menerapkan diet gluten adalah sebuah diet yang dijalani bagi banyak orang yang menderita hipotiroidisme. gluten sendiri dapat ditemukan dalam tepung dan gandum, sehingga orang yang menderita hipotiroidisme diharapkan untuk tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten, biasanya dalam produk makanan yang tidak mengandung gluten bertuliskan gluten free pada kemasannya.

Baca juga artikel terkait TIROID atau tulisan lainnya dari Dewi Sekar Pambayun

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Dewi Sekar Pambayun
Penulis: Dewi Sekar Pambayun
Editor: Agung DH