Menuju konten utama

Pemulangan Neno Warisman Dinilai Bisa Buat Pekanbaru Kondusif

"Polisi dan TNI menjaga agar jangan terjadi bentrok antara yang pro dan kontra."

Pemulangan Neno Warisman Dinilai Bisa Buat Pekanbaru Kondusif
Koordinator Ahli Tata Bahasa Neno Warisman (kiri) bersama bersama Ahli Tata Bahasa Universitas Mataram Mahyuni (kanan) berjalan seusai mengikuti sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (13/2). Selain menghadirkan Mahyuni, dalam persidangan tersebut JPU juga menghadirkan tiga orang saksi lainnya di antaranya ahli agama dari MUI Prof Dr Muhammad Amin Suma dan dua ahli pidana, yakni Dr Mudzakkir dan Dr H Abdul Chair Ramadhan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye/17

tirto.id -

Pihak kepolisian menyatakan bahwa pemulangan Neno Warisman dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru setelah sempat tertahan dari Sabtu (25/8/2018) sore hingga malam, merupakan upaya menjaga wilayah itu kondusif.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru, Minggu (26/8/2918) dilansir Antara.

"Polisi dan TNI menjaga agar jangan terjadi bentrok antara yang pro dan kontra. Kita menjaga wilayah ini kondusif, kita tentu ingin tidak ingin adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.

Pada zamannya, di era 1980-an, Neno Warisman adalah penyanyi yang produktif. Dekade berikutnya ia menyingkir dari hingar-bingar dunia hiburan dan lebih banyak aktif dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan. Beberapa tahun belakangan, seperti halnya beberapa bekas artis lain, ia mulai terjun ke dunia politik.

Sebelumnya pada Sabtu (25/8/2018) siang hingga sore ada massa melakukan aksi penghadangan menolak kedatangan Neno Warisman di Bandara Pekanbaru yang rencananya melakukan acara deklarasi #2019GantiPresiden pada Minggu (26/8/2018).

Massa tersebut kemudian tak terlihat lagi dan muncul massa lainnya mendesak aparat kepolisian untuk membiarkan Neno keluar dari bandara. Aksi tersebut berlangsung hingga kira-kira pukul 19.00 WIB dan massa pergi dari bandara lalu kembali lagi menjelang pukul 22.00 WIB. Hingga akhirnya diketahui Neno Warisman sudah dipulangkan dan sebagian massa pun bubar. Sementara pihak kepolisian masih berjaga depan gerbang ruas jalan keluar bandara.

Kabid Humas Polda Riau membenarkan bahwa Neno telah dipulangkan usai melalui proses negosiasi.

"Itu wilayah otoritas bandara, petugas bandara melakukan upaya negosiasi. Proses nego lama, dari sore sampai malam," ungkapnya.

Terkait apakah pemulangan Neno tersebut karena acara deklarasi tersebut di Pekanbaru tidak diberi izin oleh kepolisian, Sunarto membantahnya. Menurut dia, awalnya pihak penyelenggara memberi tahu Kepolisian Resor Kota Pekanbaru.

Lalu Kepala Polresta Pekanbaru memberi saran agar tidak diberi izin. Kemudian di tengah perjalanan, ketua panitia mengundurkan diri dan mencabut surat izin keramaian.

"Posisi kita dalam hal tidak menerima surat," tambahnya.

Dua tahun terakhir, nama Neno Warisman ikut menghiasi berita nasional. Dalam kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Neno sangat proaktif. Neno Warisman adalah penggagas dan penggiat dari Gerakan Ibu Negeri (GIN), yang terkait dengan demonstrasi anti-Ahok.

Nama Neno kian moncer karena menginisiasi gerakan #2019GantiPresiden. Gerakan itu sempat menjadi sorotan karena aksi persekusi yang dilakukan saat car free day di Bundaran HI.

Baca juga artikel terkait 2019GANTIPRESIDEN atau tulisan lainnya dari Yulaika Ramadhani

tirto.id - Politik
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani