Menuju konten utama

Pemprov DKI Bentuk Badan Promosi Pariwisata Jelang Asian Games 2018

Badan Promosi Pariwisata Daerah sebagai lembaga non-struktural dalam Pemprov DKI bertugas untuk mendorong peningkatan daya saing pariwisata di Jakarta.

Pemprov DKI Bentuk Badan Promosi Pariwisata Jelang Asian Games 2018
Pekerja melintas di area pembangunan arena Asian Games 2018 cabor Jet Ski di Ancol, Jakarta, Jumat (27/4/2018). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

tirto.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membentuk badan promosi pariwisata daerah jelang perhelatan Asian Games 2018. Pembentukan tersebut diinisiasi oleh sejumlah pemerhati dan pelaku usaha pariwisata di Jakarta berlandaskan ada ketentuan Bab X Undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) DKI Jakarta, Tinia Budiarti, mengatakan pembentukan badan itu juga akan dilandaskan pada Peraturan Gubernur Nomor 35 Tahun 2018.

"Jadi itu sekarang ada [koordinasi pembentukannya] di bawah biro perekonomian. Tapi nanti berkoordinasinya setelah berjalan sama Disbudpar," kata Tinia saat dihubungi Tirto, Jumat (18/5/2018).

Sanny A Irsan, salah seorang praktisi pariwisata yang ikut menginisiasi pembentukan badan tersebut, mengatakan bahwa promosi pariwisata yang dilakukan oleh Disbudpar masih kurang optimal lantaran banyak terbentur aturan birokrasi.

Lantaran itu lah, menurutnya, kehadiran Badan Promosi Pariwisata Daerah sebagai lembaga non-struktural dalam Pemprov DKI dibutuhkan untuk mendorong peningkatan daya saing pariwisata di Jakarta.

"Selama ini, kegiatan pariwisata hanya berlangsung satu hari selesai tanpa efek spiral dan berkelanjutan. Contoh misalnya Festival Danau Sunter, pembukaan Lapangan Banteng, Aquathlon di Kepulauan Seribu. Itu, kan, potensi pariwisatanya besar kalau dipromosikan secara berkesinambungan," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Kamis (17/5/2018) kemarin.

Saat ini, ujar Sani, pembentukan badan tersebut masih menunggu Surat Keputusan Gubernur dari Anies Baswedan. Setelah terbentuk, barulah keanggotaan badan tersebut akan ditentukan dalam musyawarah bersama para stakeholder pariwisata.

Jumlah keanggotannya sendiri akan akan terdiri dari sembilan orang yang berasal dari dari unsur asosiasi pariwisata sebanyak 4 orang, pelaku profesi pariwisata dan profesi penerbangan (airlines) masing-masing 2 orang, serta 1 orang unsur akademisi.

"Kami berharap bisa dibentuk dan keluar SK-nya sebulan sebelum Asian Games. Karena ini event sangat besar, sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan untuk kepentingan promosi pariwisata," imbuhnya.

Baca juga artikel terkait ASIAN GAMES 2018 atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Dipna Videlia Putsanra