Pemerintah Perpanjang Bantuan Subsidi Gaji hingga Q1 2021

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 7 Sep 2020 12:42 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang bantuan subsidi gaji selama kuartal pertama tahun 2021.
tirto.id - Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang bantuan subsidi gaji selama kuartal pertama tahun 2021. Pemerintah juga melanjutkan sejumlah bantuan pandemi COVID-19 lainnya pada 2020 hingga tahun 2021, selain bantuan subsidi gaji.

Menteri Koordinator Perekonomian yang juga Ketua Komite Pengarah Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengatakan sejumlah program lanjutan di sektor ekonomi akan dilanjutkan.

Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan bantuan presiden untuk UMKM. Kemudian, pemerintah melanjutkan bantuan subsidi gaji di tahun depan.

"Bansos tunai yang terkait dengan banpres untuk UMKM, itu akan dilanjutkan. Yang kedua, bantuan untuk subsidi gaji itu juga akan dilanjutkan di kuartal pertama tahun depan," jelas Airlangga usai sidang kabinet dengan jajaran menteri dan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2020).

Airlangga pun mengatakan, pemerintah akan melanjutkan program bansos tunai, PKH dan sembako. Tidak lupa, pemerintah juga akan melanjutkan program Kartu Prakerja. Ia berharap, program-program tersebut bisa menjaga daya beli selama pandemi.

"Dengan demikian program-program ini diharapkan untuk masih menjaga daya beli masyarakat di dalam situasi pandemi COVID-19," tutur Airlangga.

Selain program ekonomi, pemerintah juga melanjutkan program dalam penanganan COVID. Pemerintah sudah menyiapkan anggaran dalam rangka pengadaan vaksin.

Setidaknya ada 3 kandidat vaksin yang akan diadakan Indonesia, yakni vaksin buatan Kemenristek BRIN bersama Lembaga Eijkman yang disebut vaksin merah putih; kemudian pengadaan 290 juta vaksin buatan Sinovac-PT Bio Farma; dan vaksin dari G42 pada akhir tahun 2020 sebanyak 30 juta vaksin.

"Pemerintah sudah menyiapkan dana untuk tahun ini sebesar Rp3,8 triliun dan tahun depan secara multiyears ada Rp37 triliun," kata Airlangga.

Airlangga menerangkan, Kementerian Kesehatan kini diperintahkan untuk membuat petunjuk pelaksanaan vaksinasi. Hal tersebut merespons rencana masuknya vaksin buatan G42 pada akhir tahun 2020.

"Kementerian Kesehatan juga akan menyiapkan untuk operasionalisasi daripada vaksinasinya yang diperkirakan bisa dimulai di awal tahun dengan masuknya 30 juta vaksin diharapkan di akhir tahun ini," pungkas Airlangga.


Baca juga artikel terkait BANTUAN SUBSIDI UPAH atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri

DarkLight