Pelatih Tunggal Putra PBSI Hendry Saputra Dinyatakan PDP COVID-19

Oleh: Oryza Aditama - 24 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
Palatih skuad badminton tunggal putra Indonesia, Hendry Saputra mengalami gejala yang terindikasi infeksi virus corona (Covid-19). Dia kini berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
tirto.id - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) merilis kabar bahwa kepala pelatih skuad tunggal putra, Hendry Saputra, kini berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19.

Hendry yang selama ini melatih Anthony Ginting dan kawan-kawan itu mengalami gejala COVID-19 pada hari ke-7 masa isolasi sepulang dari kejuaraan All England 2020 di Birmingham, Inggris.

"Saat ini Hendry Saputra dinyatakan sebagai PDP dan masih harus mengikuti serangkaian tes Covid-19. Kami telah menerima laporan dari tim dokter bahwa Hendry tengah menunggu swab tes untuk memastikan apakah positif COVID-19 atau tidak," kata Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PBSI, dikutip dari badmintonindonesia.org, Selasa (24/3/2020).

Budiharto menambahkan PBSI langsung menerapkan tindakan sesuai prosedur, yakni mengisolasi semua orang yang memiliki riwayat kontak langsung dengan Hendry.

Lokasi Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur saat ini juga dalam kondisi tertutup total dari arus keluar masuk orang.

"Saat ini PBSI juga terus berusaha untuk menekan potensi penyebaran Covid yang tengah mewabah di Indonesia, salah satunya dengan kebijakan menutup full akses pelatnas," imbuh Budiharto.

Kasus ini juga bakal dilaporkan oleh PBSI kepada pihak BWF. Sebab, Hendry masuk dalam official tim yang ikut mendampingi atlet Indonesia di All England 2020.

Rencananya pelaporan kasus ini ke BWF akan dilakukan oleh Bambang Roedyanto, selaku Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI.

"Akan kami laporkan ke BWF hari ini, karena Hendry merupakan salah satu dari anggota tim yang ke All England,” ujar Budiharto.

Tim dokter PBSI kini meningkatkan pengawasan kepada semua anggota tim yang mewakili Indonesia di All England 2020. Masa isolasi yang harus mereka jalani di lokasi Pelatnas juga diperpanjang, dari awalnya dua pekan, menjadi sampai awal April mendatang.

"Gejala awal yang disampaikan coach Hendry itu dia merasa demam, lemas, mual, makanan tidak bisa masuk. Setelah dilakukan CT Scan, banyak flek di paru-paru kiri, sedangkan coach Hendry tidak ada riwayat sakit paru sebelumnya,” ungkap dr. Octaviani, anggota tim dokter PBSI

“Untuk memastikan bahwa apakah terjangkit Covid-19, memang harus dilakukan swab tes. Ini yang masih kami tunggu sampai sekarang," lanjut dia.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Addi M Idhom
DarkLight