Pekerjaanmu, Harimaumu

Reporter: Nuran Wibisono - 24 Okt 2016 08:10 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Setiap pekerjaan pasti ada risiko kecelakaan. Di Amerika, pekerjaan yang paling dianggap berbahaya adalah penebang kayu. Bagaimana dengan di Indonesia?
tirto.id - Randy Johnson sedang mengalami salah satu masa terendah dalam kariernya pada 1996. Padahal tahun sebelumnya dia menggila. Pitcher kidal ini berhasil mendapatkan 294 strike out, mengantarkan timnya, Seattle Mariners meraih 18 kemenangan dan hanya kalah 2 kali.

Penampilan trengginas pitcher berjuluk The Big Unit ini kemudian diganjar Cy Young Awards, penghargaan tertinggi bagi pelempar bola terbaik di Major League Baseball (MLB). Tapi kemudian dia mengalami cedera punggung yang membuatnya absen nyaris satu musim.

"Sabarlah selalu. Karena tak peduli siapapun dirimu, kamu akan terluka dalam karier dan kamu harus sabar selama melewati masa cederamu," katanya.

Perkataan Randy ini kemudian mengilhami banyak atlet untuk tetap kuat dalam masa cedera. Randy benar. Tak peduli siapapun kamu, kecelakaan kerja adalah momok yang terus menghantui. Bahkan meskipun metode keamanan masa kini sudah canggih dan dijalankan dengan sedisiplin apapun. Para atlet dibekali dengan tim kesehatan dan ahli cedera terbaik. Tapi itu tak membuat mereka bebas dari cedera.

Kata-kata Randy juga mengingatkan pada kecelakaan yang terjadi di Deepwater Horizon, sebuah kilang minyak yang terletak di Teluk Meksiko. Penanggung jawab keamanan kilang ini adalah Jimmy Harrell, seorang yang sudah berpengalaman menjaga keamanan kerja. Buktinya, Deepwater Horizon mendapatkan penghargaan keamanan kerja terbaik selama 7 tahun berturut-turut.

Tapi apa daya, pengawas menyebalkan dari perusahaan Transocean --kontraktor pengeboran minyak terbesar di dunia sekaligus pemilik Deepwater Horizon-- memaksa mereka mulai menggali minyak. Hal itu menyebabkan kebocoran pipa yang diikuti oleh ledakan besar. Membuat 11 orang tewas dan 17 orang lainnya cedera.

Kecelakaan kerja ini juga menyebabkan minyak tumpah di Selat Meksiko, dianggap sebagai penumpahan minyak terbesar sepanjang sejarah dan juga bencana kerusakan alam terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Kecelakaan yang terjadi pada 2010 ini kemudian difilmkan dengan judul Deepwater Horizon, dibintangi oleh Mark Wahlberg, Kurt Russel, dan John Malkovich. Di film itu, kita bisa melihat betapa menyeramkannya kecelakaan kerja yang bisa terjadi. Pipa meledak. Kebakaran. Orang terluka. Ataupun tewas terbakar.

Randy benar: siapapun kamu, kamu bisa terluka dalam pekerjaan.

Meski kecelakaan Deepwater Horizon ini amat mengerikan, ternyata pekerjaan di kilang minyak tidak termasuk dalam kategori pekerjaan yang berbahaya. Pada 2014, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat merilis sensus kecelakaan kerja fatal. Mereka merilis senarai 25 pekerjaan paling berbahaya, berdasarkan kecelakaan fatal per 100.000 orang.

Pekerjaan yang paling berbahaya menurut mereka ternyata adalah penebang kayu. Ada 111 kecelakaan fatal tiap 100.000 pekerja. Pada 2014, ada 78 pekerja di sektor ini yang meninggal dunia. Kecelakaan yang paling umum terjadi adalah terjatuh dari dahan, atau kecelakaan karena medan yang berat. Hal ini ditambah dengan jauhnya jarak dengan rumah sakit karena medan kerja yang biasanya terletak di dalam hutan.

"Entah itu pekerjaan menebang pohon, nelayan, atau pekerjaan agrikultur, saat kamu kerja di alam liar, kamu tak mungkin bisa cepat datang ke fasilitas kesehatan yang bisa merawatmu," kata Janet Webb, Presiden Big Creek Lumber, sebuah perusahaan kayu di California.

Sama dengan mereka yang bekerja di alam bebas, para pekerja yang berkegiatan di kota pun juga sama terancamnya. Semisal supir truk dan salesman. Mereka menempati peringkat 8 dalam daftar pekerjaan berbahaya. Tingkat kecelakaan fatalnya adalah 25 orang per 100.000 pekerja. Mereka juga menyumbangkan angka kematian pekerja paling besar di AS pada 2014: 880 orang. Jauh melampaui sektor pekerjaan lain.

Infografik Pekerjaan Berbahaya


Angka kecelakaan kerja memang diupayakan untuk ditekan. Hingga sekarang, menurut International Labour Organization, setiap 15 detik ada 153 pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, dan 1 orang meninggal dunia karena kecelakaan kerja atau penyakit yang berhubungan dengan kerja. Setiap tahun, ada sekitar 317 juta kecelakaan kerja.

Kecelakaan kerja masih terjadi karena berbagai sebab. Semisal perusahaan yang abai terhadap sistem keamanan, atau tak memiliki standar keamanan kerja. Juga para pekerja yang kerap menganggap remeh perihal keamanan kerja.

Indonesia juga masih memiliki tingkat kecelakaan kerja yang tinggi. Menurut BPJS Ketenagakerjaan, pada 2015 ada 105.182 kasus kecelakaan kerja, dengan tingkat kematian mencapai 2.375 kasus. Sekitar 30 persen kasus kecelakaan kerja terjadi di sektor konstruksi. Jawa Barat adalah daerah dengan tingkat kecelakaan kerja paling tinggi di Indonesia, mencapai 22.559 kasus. Sedangkan daerah dengan kasus kematian kerja terjadi di DKI Jakarta, dengan 76 kasus.

Bagaimana cara mengurangi kecelakaan di tempat kerja? Lembaga asuransi Insurance Information Institute, menyatakan ada lima hal yang bisa dilakukan. Mulai dari disiplin yang dilakukan oleh pengawas keamanan, mitigasi bencana, hingga mengikuti pelatihan keamanan.

Selain itu kata-kata Randy juga perlu diingat hingga kapanpun: akan selalu ada kemungkinan kecelakaan kerja, sehebat apapun dirimu. Jangan anggap remeh kecelakaan kerja. Anggap dirimu selalu diintai bahaya, yang tentu amat bisa terjadi kalau kamu tak berhati-hati. Kalimat ini akan bisa membuat para pekerja semakin awas dan disiplin dalam hal keamanan pekerjaan.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN KERJA atau tulisan menarik lainnya Nuran Wibisono
(tirto.id - Gaya Hidup)

Reporter: Nuran Wibisono
Penulis: Nuran Wibisono
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti

DarkLight