Pejabat Komunis Cina Akan Melarang Penjualan Daging Anjing

Oleh: Agung DH - 18 Mei 2017
Dibaca Normal 1 menit
Para aktivis penyayang binatang merespons positif upaya Pejabat Komunis Cina di Yulin yang akan melarang penjualan daging anjing.
tirto.id - Para aktivis penyayang binatang mengklaim bahwa pejabat Cina memutuskan untuk melarang penjualan daging anjing selama festival Yulin.

Festival Yulin merupakan perayaan tahunan di kota Yulin, Guangxi, Cina, berlangsung selama sepuluh hari. Dalam festival itu para peserta memakan daging anjing dan leci. Jutaan anjing dibantai dan kemudian dimakan saat perayaan tersebut sehingga ditentang aktivis penyayang binatang.

Menurut laporan Independent, para aktivis penyayang binatang, alasan pejabat Partai Komunis melarang penjualan dagin anjing karena berencana mengubah citra kota Yulin menjadi menjadi pusat budaya.

Humane Society International menyebutkan pedagang yang melanggar hukum akan dikenakan denda hingga 100.000 yuan.

Setelah diimplementasikan, kebijakan pejabat Partai Komunis Yulin itu akan menjadi langkah terkuat untuk melawan perdagangan daging anjing, tapi tidak untuk kucing.

"Bahkan jika larangan itu bersifat sementara, kami harap ini akan memiliki efek domino, yang menyebabkan runtuhnya perdagangan daging anjing," kata Andrea Gung, direktur eksekutif Duo Duo Animal Welfare Project.

"Pelarangan ini sesuai dengan pengalaman saya bahwa Yulin dan negara-negara lainnya berubah menjadi lebih baik. Saya sangat terkesan bahwa generasi muda di Yulin dan Cina sangat berbelas kasihan dengan rekan-rekan mereka di belahan dunia lainnya."

Sementara mayoritas orang Tionghoa tidak makan anjing, festival Yulin telah menjadi fokus bagi perdagangan daging di negara ini. Sekitar 10 juta anjing dan empat juta kucing disembelih untuk Festival Yulin setiap tahun.

Puluhan ribu pembunuhan anjing terjadi di Yulin pada puncak festival, banyak dari anjing-anjing tersebut merupakan hasil curian hewan peliharaan, beberapa masih mengenakan pengenal.

Namun setelah demonstrasi di dalam negeri dan internasional, pihak berwenang membungkam festival tersebut dan jumlah hewan yang disembelih berkurang. Tahun lalu, penghalang pandang juga diperkenalkan untuk mengatur arus hewan ke kota.

Kini, larangan penjualan daging anjing akan mempengaruhi vendor, pedagang pasar dan restoran. Tingkat keparahan hukuman yang nyata menunjukkan pihak berwenang Cina serius dengan larangan tersebut, Wendy Higgins dari Humane Society mengatakan kepada The Independent. "Ini adalah momen kunci dan indikasi terkuat namun pihak berwenang sangat serius dalam hal ini," katanya.

Baca juga artikel terkait CINA atau tulisan menarik lainnya Agung DH
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Agung DH
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH
DarkLight