Pasang Surut Karier Mariah Carey

Oleh: Joan Aurelia - 12 Juni 2019
Dibaca Normal 2 menit
Bagi Mariah Carey, bernyanyi ialah pelarian dari masalah hidup.
tirto.id - Mariah Carey tumbuh dalam keluarga yang disiplin. Misalkan: ayahnya menerapkan aturan ketat ketika makan malam. Anak-anak hanya boleh bicara jika ditanya. Mariah mengakali peraturan itu. Dia tidak bicara sama sekali, melainkan bernyanyi. Karena kenakalan itu, ayahnya sering marah. Kalau sudah begitu, Mariah akan lari ke ruangan lain dan lanjut bernyanyi di atas meja.

“Saya tidak bisa mengendalikan itu. Saya sudah suka bernyanyi ketika saya mulai bisa bicara,” katanya pada Rolling Stone.

Mariah lahir dalam keluarga multikultur. Ibunya berdarah Irlandia- Amerika. Sementara ayahnya berdarah campuran Afrika-Amerika dan Venezuela. Mariah lahir dalam masa pernikahan antar ras masih jarang terjadi di Amerika Serikat. Hal ini membuat masa kecilnya tidak kondusif.

Ia pernah bercerita pada The Guardian bahwa pernikahan orangtuanya adalah hal yang disembunyikan. Beberapa tahun kemudian, kedua orangtuanya berpisah. Masa-masa yang berat itu masih diperparah dengan ejekan-ejekan yang dilontarkan teman-teman Mariah di sekolah. Ia mendapat perlakuan diskriminatif karena warna kulitnya. Beranjak dewasa, ia diharuskan jadi sosok yang bertanggungjawab atas kebutuhan keluarganya. Menyanyi adalah pelarian dari situasi rumit yang ia alami dan obat bagi rasa lelahnya.


Pada akhir tahun 1980-an, ia pindah ke New York untuk mewujudkan impian itu. Marie Claire melaporkan bahwa Mariah datang ke sebuah pesta yang diadakan label rekaman. Ia membawa materi demo untuk diberikan ke sosok yang ia rasa mampu membantu mewujudkan impiannya. Untung pada malam itu materi demo tersebut jatuh ke tangan Tommy Mottola, pemimpin Sony Music. Setelah mendengar materi demo itu, Mottola yakin tidak ada penyanyi lain yang punya kualitas vokal seperti Mariah yang bisa menjangkau nada lima oktaf.

Pada 12 Juni 1990, tepat hari ini 29 tahun yang lalu, album pertama Mariah dengan judul Mariah Carey, beredar di pasaran. Single yang jadi hit kala itu ialah "Vision of Love" . Album tersebut membuat Mariah memenangkan dua penghargaan Grammy untuk kategori penyanyi pendatang baru terbaik dan penyanyi pop wanita terbaik. Sejak itu Columbia, sebagai anak perusahaan Sony Music, rutin merilis album Mariah. Sepanjang dekade 1990, Mariah mengeluarkan tujuh album. Billboard melaporkan bahwa selalu saja ada lagu di setiap album yang sempat menduduki tangga lagu nomor 1. Ini membuat Mariah dikenal sebagai penyanyi populer.

Namun kesuksesan itu juga diikuti berita-berita miring. The Huffington Post pernah melaporkan bahwa lagu-lagu Mariah yang menempati peringkat atas tangga lagu Billboard itu tidak terjadi secara alami. Mereka menulis bahwa distributor musik memberi diskon besar-besaran pada lagu-lagu Mariah sehingga banyak orang yang membeli karya tersebut. Strategi itu membuat lagu macam "Loverboy" dan "Honey" ada di peringkat atas Billboard.

Infografik Mozaik Mariah Carey
Infografik Mozaik Mariah Carey. tirto.id/Nauval


Mariah juga mendapat kritikan lewat album Butterfly, album pertama Mariah setelah dia tak kerjasama lagi dengan Columbia. Album bercitarasa R&B ini dikritik keras karena Mariah dianggap ganti haluan. Dia dituding sebagai seorang diva pop yang berupaya jadi penyanyi R&B. The Washington Post menulis bahwa sebenarnya Mariah sejak dulu menyukai R&B. Namun di bawah sayap Tommy, Mariah tak punya kesempatan untuk mengeksplorasi genre kesukaannya itu. Ketika akhirnya punya kesempatan untuk eksplorasi, publik sudah kadung mencap Mariah sebagai penyanyi pop.

Berakhirnya kerjasama dengan Tommy turut berpengaruh pada karier Mariah: tak semua albumnya sukses. Pada awal tahun 2000-an ia mengeluarkan album Glitter dan Charmbracelet. Keduanya tidak sukses di pasaran. Hal ini sempat membuat Mariah dikabarkan mengalami kondisi keterpurukan mental. Album Mariah yang sukses di dekade 2000 ialah The Emancipation of Mimi. Single “We Belong Together” jadi lagu Mariah yang bertahan paling lama di tangga lagu nomor 1 Billboard.

Setelah itu Mariah mengeluarkan beberapa album, di antaranya The Ballads, E=MC2, Memoirs of an Imperfect Angels, dan Me. I Am Mariah...The Elusive Chanteuse. Namun tak ada yang benar-benar sukses seperti di awal kariernya. Ini juga diperparah karena Mariah beberapa kali kepergok lip sync.

Protes publik tentang aksi lip sync Mariah pernah terjadi pada tahun 2014 saat tampil di Jepang. Ia kembali dituduh melakukan lip sync saat tampil dalam acara American Idol , acara yang dia sempat jadi jurinya. Pada akhir 2016, citra Mariah kian tercoreng karena melakukan aksi lipsync saat acara malam tahun baru. Awal bulan lalu, protes serupa kembali muncul saat Mariah tampil di acara Americans Music Awards.

Di tahun ke 30 kariernya, ia dianggap tak lagi mampu mempertahankan predikat sebagai penyanyi lima oktaf. Satu yang masih bisa ia pertahankan ialah predikat diva kaya raya. Kekayaannya dilaporkan ada di sekitar angka 520 juta dolar

Baca juga artikel terkait MARIAH CAREY atau tulisan menarik lainnya Joan Aurelia
(tirto.id - Musik)


Penulis: Joan Aurelia
Editor: Nuran Wibisono