Menuju konten utama

Ocean LiteraSEA Cetak Generasi Muda Peduli Laut

Ocean LiteraSEA dari PIS dan Inovasi Muda mendorong literasi laut di 61 sekolah pesisir dan menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini.

Ocean LiteraSEA Cetak Generasi Muda Peduli Laut
Ocean LiteraSEA. foto/dok. Pertamina International Shipping
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perubahan kecil mulai terlihat di ruang kelas SD Negeri Sarang Tiung, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Jika sebelumnya guru harus berulang kali mengingatkan murid untuk membuang sampah pada tempatnya, kini kebiasaan tersebut mulai tumbuh menjadi kesadaran bersama.

"Sekarang, malah murid yang saling mengingatkan untuk tidak buang sampah sembarangan. Mereka berani menegur temannya, bahkan membawa kebiasaan baik ini ke rumah mereka," testimoni dari Ibu Kusriati, guru SDN Sarang Tiung merujuk keterangan resmi pada Selasa (1/9/2026).

SDN Sarang Tiung merupakan salah satu dari 61 sekolah pesisir yang mengikuti Ocean LiteraSEA, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan pilar pendidikan yang digagas PT Pertamina International Shipping (PIS) berkolaborasi dengan Inovasi Muda.

Perubahan perilaku yang terjadi di SDN Sarang Tiung menjadi salah satu target Ocean LiteraSEA. Kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan bersama.

Meski terlihat sederhana, perubahan tersebut dapat menjadi titik awal untuk membangun kepedulian yang lebih besar terhadap ekosistem laut.

Chairwoman Inovasi Muda, Restu Andini, mengatakan menjaga laut tidak hanya berarti membersihkan sampah yang telah berada di wilayah pesisir. Menurutnya, diperlukan generasi yang memahami laut, memiliki kepedulian terhadap keberlanjutannya, serta mampu menciptakan solusi di masa depan.

"Di sinilah Ocean LiteraSEA hadir, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah pesisir, mengenai pentingnya menjaga laut," ujar Restu.

Ia menjelaskan, edukasi mengenai laut tidak berhenti pada pengetahuan tentang lingkungan. Literasi laut juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan berbagai peluang dan keterampilan yang relevan dengan masa depan.

“Ocean LiteraSEA kami dorong bukan hanya untuk membuat anak-anak mengetahui tentang laut, tetapi juga agar mereka peduli, mau mengambil aksi, memiliki keterampilan, dan pada akhirnya memahami bahwa laut juga membuka begitu banyak peluang profesi di masa depan.”

Jangkau 61 Sekolah Pesisir

Berjalan sejak 2023, program Ocean LiteraSEA telah menjangkau 61 sekolah pesisir dan melibatkan lebih dari 3.600 siswa sebagai penerima manfaat. Program tersebut juga telah menghasilkan 41 guru tersertifikasi.

Selain itu, Ocean LiteraSEA telah merevitalisasi 25 perpustakaan, mengurai 3,86 ton sampah, serta memberikan beasiswa kepada 15 pelaut muda.

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun kepedulian terhadap laut dapat dimulai dari ruang-ruang sederhana, seperti kelas, perpustakaan, halaman sekolah, hingga garis pantai tempat anak-anak tumbuh.

Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan Ocean LiteraSEA merupakan bentuk komitmen berkelanjutan PIS untuk turut membangun masyarakat pesisir melalui edukasi dan aksi nyata dalam menjaga laut.

“Ini adalah upaya kami menyiapkan generasi yang akan menjaga laut di masa depan. Generasi yang kelak akan mengambil keputusan, memimpin perubahan, dan menentukan bagaimana laut serta sumber daya alam kita dikelola secara berkelanjutan,” jelas Vega.

Bagi PIS, upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.

Menurut Vega, investasi pada generasi muda merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem maritim dalam jangka panjang.

“Kami berharap anak-anak yang hari ini belajar mengenal laut, membersihkan pesisir, dan berani mengingatkan temannya untuk menjaga lingkungan, adalah pahlawan untuk kelestarian laut Indonesia dan semoga tumbuh menjadi talenta maritim kebanggaan."

Menanam Kepedulian dari Sekolah

Urgensi membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap laut semakin besar seiring dengan berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi Indonesia.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 50,6 juta ton. Sekitar 40 persen di antaranya tidak terkelola dan berpotensi berujung ke laut. Setiap tahun, diperkirakan 16,2 juta ton sampah masuk ke laut.

Sampah laut dapat mengancam kehidupan biota, merusak habitat, hingga mengganggu rantai makanan dalam ekosistem laut.

Perubahan dapat dimulai dari hal sederhana. Hari ini, seorang siswa mengingatkan temannya. Besok, ia mungkin mengajak keluarganya melakukan hal serupa. Di kemudian hari, ia dapat memilih profesi yang berkaitan dengan laut atau bidang lain yang membawa prinsip untuk menjaga lingkungan.

Pahlawan lingkungan dapat tumbuh dari seorang anak di sekolah pesisir yang memilih memungut sampah, mengajak temannya menjaga kebersihan, dan mulai memahami bahwa laut bukan sekadar tempat ia tinggal, tetapi bagian dari masa depan yang harus dijaga.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis