tirto.id - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, membahas rencana memindahkan secara paksa ribuan warga Palestina dari Jalur Gaza dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Gedung Putih.
Dalam pernyataan kepada wartawan, Netanyahu mengatakan bahwa AS dan Israel tengah bekerja sama dengan negara-negara lainnya yang akan memberikan ‘masa depan yang lebih baik’ bagi warga Palestina. Dia pun menyarankan agar penduduk Gaza dapat pindah ke negara-negara tetangga untuk masa depan yang lebih baik.
“Jika orang-orang ingin tinggal, mereka boleh tinggal, tetapi jika mereka ingin pergi, mereka seharusnya bisa pergi. Seharusnya ini bukan penjara. Seharusnya ini tempat terbuka dan memberi orang pilihan bebas,” kata Netanyahu sebagaimana dikutip dari Aljazeera, Rabu (9/7/2025).
“Kami bekerja sama dengan Amerika Serikat secara erat untuk menemukan negara-negara yang akan berupaya mewujudkan apa yang selalu mereka katakan, bahwa mereka ingin memberikan masa depan yang lebih baik bagi Palestina. Saya rasa kami hampir menemukan beberapa negara,” imbuhnya.
Meski demikian, Netanyahu tidak menyebutkan negara mana saja yang ingin menampung warga Palestina itu.
Sementara itu, Trump, yang sebelumnya menggagas ide kontroversial memindahkan warga Gaza, mengeklaim sudah ada kerja sama dari negara sekitar atas ide memindahkan warga Palestina dari jalur Gaza.
“Kami telah mendapatkan kerja sama yang luar biasa dari ... negara-negara sekitar, kerja sama yang luar biasa dari setiap negara. Jadi, sesuatu yang baik akan terjadi,” ujar Trump.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































