Menuju konten utama

Muhammadiyah Siap Salurkan Bantuan UEA yang Sempat Tertahan

Muhammadiyah juga menyampaikan komitmen untuk melakukan reklamasi hutan di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh.

Muhammadiyah Siap Salurkan Bantuan UEA yang Sempat Tertahan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan pidato tentang dakwah kultural saat acara Pengajian Ramadhan di Auditorium K.H. A Azhar Basyir Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin (18/3/2024). PP Muhammadiyah menyelenggarakan Pengajian Ramadhan bertajuk "Dakwah Kultural: Perluasan Basis Komunitas dan Akar Rumput Muhammadiyah" yang berlangsung hingga 20 Maret 2024. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/aww.

tirto.id - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan bahwa pihaknya siap menyalurkan bantuan beras sebanyak 30 ton dari Uni Emirat Arab (UEA) kepada korban bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh. Diketahui bahwa bantuan tersebut sebelumnya sempat ditahan oleh Pemerintah Kota Medan berdasarkan instruksi dan regulasi dari pemerintah pusat.

“Dalam kerja-kerja kemanusiaan, Muhammadiyah tidak mempermasalahkan status kebencanaan. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, di situlah Muhammadiyah bergerak,” kata Haedar dalam keterangan pers pada Sabtu (20/12/2025).

Dia menjanjikan bahwa bantuan beras tersebut akan segera disalurkan kepada para korban terdampak bencana banjir di Sumatra.

“Bantuan ini akan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud komitmen Muhammadiyah untuk terus berkhidmat bagi kemanusiaan dan kebangsaan,” tegasnya.

Selain bersedia menjadi penyalur bantuan beras dari donasi organisasi kemasyarakatan UEA, Muhammadiyah juga menyampaikan komitmen untuk melakukan reklamasi hutan di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Azrul Tanjung, menyampaikan komitmen Muhammadiyah untuk menjalankan program pemulihan hutan Sumatra. Di antara wilayah yang sudah masuk dalam perencanaan di antaranya ada di Aceh Tamiang, Agam, hingga Tapanuli Selatan.

"Itu yang sudah kami rencanakan. Ke depan, kami juga rencana reklamasi ini kami akan buat dalam bentuk hutan produktif. Kami akan menanam hutan yang rusak dengan mangga, durian, nangka, duku, dan lain sebagainya," kata Azrul.

Dalam agenda pemulihan hutan, Azrul menerangkan bahwa Muhammadiyah akan mengajak masyarakat sekitar untuk ikut dalam agenda reboisasi tersebut. Dia juga meminta pemerintah untuk kembali mengevaluasi perizinan hutan yang menurutnya saat ini masih menjadi masalah.

"Insyaallah ini sudah kami rencanakan untuk segera memulihkan hutan. Yang terakhir tentu kami meminta kepada pemerintah agar beberapa izin [hutan] yang sudah dikeluarkan, dipetakan lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian menyebut beras 30 ton dari UEA akan dibagikan melalui Muhammadiyah Medical Center. Menurut Tito, beras puluhan ton dari Arab itu bukan berasal dari Pemerintah Uni Emirat Arab, melainkan dari organisasi kemanusiaan nonpemerintahan bernama Red Crescent.

"Kami langsung berhubungan dengan Duta Besar United Arab Emirates yang menyampaikan kepada kami tadi malam bahwa yang diberikan itu bantuan 30 ton berasal bukan dari pemerintahan United Arab Emirates, tapi dari Red Crescent," katanya saat konferensi pers di Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fadrik Aziz Firdausi