Menuju konten utama

"Ming Galih Gaya" Jadi Juara Batik Khas Tangsel 2026

Desain “Ming Galih Gaya” karya Gilang Iqbal menjadi juara Sayembara Batik Khas Tangsel 2026 dengan konsep akulturasi Betawi, Sunda, dan Tionghoa.

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026. foto/Dok. Pemkot Tangsel
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Desainer asal Bandung, Gilang Muhammad Iqbal, meraih juara pertama Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026 melalui karya bertajuk “Ming Galih Gaya”. Desain tersebut mengangkat konsep akulturasi tiga budaya yang memiliki pengaruh dalam perkembangan masyarakat di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan, yakni Betawi, Sunda, dan Tionghoa.

Juara kedua diraih Nuraeni Hasanah asal Bandung, sedangkan juara ketiga diraih Jauza Alya Wada asal Cianjur. Pengumuman pemenang dilakukan dalam rangkaian Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026 di Serpong, Senin (31/8/2026).

Dewan Juri Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026, Musa Widyatmojo, mengatakan penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan dengan mempertimbangkan berbagai aspek secara ketat.

Peserta yang lolos ke tahap akhir dinilai berdasarkan konsep dan filosofi, kreativitas dan inovasi desain, serta kesesuaian karya dengan identitas dan karakter Kota Tangerang Selatan.

“Dewan juri telah melakukan penilaian secara objektif, profesional, independen, dan penuh tanggung jawab,” ujar Musa merujuk keterangan tertulis.

Menurut Musa, seluruh finalis yang mencapai tahap akhir merupakan peserta dengan karya terbaik. Masing-masing desain memiliki keunikan, kekuatan visual, dan filosofi tersendiri.

Meski demikian, dewan juri harus menetapkan tiga karya sebagai pemenang Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026.

Musa berharap karya yang terpilih tidak berhenti sebagai desain, tetapi dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari identitas budaya serta kebanggaan masyarakat Kota Tangerang Selatan.

“Semoga karya yang terpilih dapat terus dikembangkan, diperkenalkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi salah satu warisan kreatif yang membanggakan bagi Kota Tangerang Selatan,” kata dia.

Angkat Akulturasi Tiga Budaya

Sementara itu, Gilang Muhammad Iqbal mengaku tidak menyangka dapat meraih juara pertama dalam sayembara tersebut. Namun, ia tetap yakin dengan konsep dan desain yang dibuat karena seluruh unsur dalam karyanya berupaya menggambarkan identitas Tangerang Selatan.

“Saya tidak mengira sama sekali, tapi saya percaya dengan desain yang saya buat. Saya curahkan semuanya tentang Tangerang Selatan dalam desain saya. Alhamdulillah diapresiasi sebagai juara satu,” ujar Gilang.

Dalam karyanya, Gilang mengangkat konsep akulturasi budaya yang berkembang di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan. Ia memadukan unsur Betawi, Sunda, dan Tionghoa karena ketiga budaya tersebut memiliki pengaruh dalam perjalanan dan perkembangan masyarakat di wilayah Tangerang.

“Saya mengangkat akulturasi tiga budaya, yaitu Betawi, Sunda, dan Tionghoa. Dari kekuatan tiga budaya yang berakulturasi inilah saya mencoba mengangkatnya ke dalam desain,” kata dia.

Gilang kemudian memberi nama desain batiknya Ming Galih Gaya”. Nama tersebut diambil dari tiga bahasa yang merepresentasikan tiga unsur budaya dalam karyanya.

“Ming dari Mandarin Klasik, Galih dari bahasa Sunda halus, dan Gaya dari bahasa Betawi. Ketiganya juga merepresentasikan motto Kota Tangerang Selatan, yaitu Cerdas, Modern, dan Religius,” jelasnya.

Ke depan, Gilang berharap dapat terus berkarya dan menghadirkan berbagai gagasan baru. Ia juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam pengembangan karya kreatif dan budaya.

Gilang turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan atas penyelenggaraan Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan karena telah memberdayai karya saya menjadi juara satu. Saya berharap karya ini bisa berkenan, bermanfaat, dan menjadi salah satu identitas Kota Tangerang Selatan,” ucapnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis