Mereka yang Berlari Sepanjang Zaman, Mengantar Barang ke Gerbang

Kontributor: Arif Abdurahman, tirto.id - 20 Sep 2022 00:00 WIB
Dibaca Normal 4 menit
Ketika terdengar seruan, "Pakeet!" di pagar depan, semua bermula berkat para kurir yang berlari sepanjang zaman.
tirto.id - Saat membeli sesuatu di toko daring, kita mengharapkan keamanan, kecepatan, dan ketepatan agar barang sampai di pagar depan. Sejak dulu, ketika orang Mesir butuh batu untuk membangun piramida atau Ratu Victoria ingin mencicipi mangga dari India, paket dikirim dan sang kurir siap mengantar.

Saat layanan pengiriman paket mungkin dianggap biasa saja, ada sejarah panjang di baliknya. Sesuatu yang dihasilkan karena orang Persia melihat kekaisarannya terlalu besar, dan imigran Irlandia yang pinjam utang seratus dolar untuk mendirikan bisnis pengiriman pilih tanding di Amerika.

Berasal dari bahasa Latin currere yang berarti "berlari", seorang kurir awalnya memang secara harfiah menggunakan dua kakinya. Kisah paling terkenal adalah Pheidippides, yang berlari sejauh 26 mil dari Marathon ke Athena, untuk membawa berita kemenangan Yunani atas Persia. Sang kurir berakhir mati lemas, sekaligus melahirkan olahraga lari jarak jauh.

Meski sepanjang sejarahnya sangat beririsan, kurir dibedakan dari layanan surat biasa dengan fitur seperti kecepatan, keamanan, pelacakan, dan spesialisasi layanan ekspres. Meningkatnya ketergantungan pada penjual daring juga menyebabkan kurir mendiversifikasi operasinya dengan harga yang kompetitif.

Jika kamu sedang menanti paket, yang mungkin terlambat karena salah sistem atau para kurirnya mogok kerja, atau bisa jadi ludes akibat kebakaran gudang penyimpanan, mari melihat kembali sejarah para kurir yang senantiasa berlari.


Zaman Kekaisaran

Sejarah pos dan jasa pengiriman, sudah berlari jauh dari masa lalu sebelum orang Persia. Tapi selama era Achaemenid (sekitar 550-330 SM), mereka menikmati sistem efisien yang inovatif, yang tetap menjadi sumber inspirasi bagi generasi berikutnya, sebut Afshin Majlesi dalam "World Post Day: a brief history of postal service in ancient Iran".

Layanan kurir terorganisasi pertama yang terdokumentasi dimulai pada 2400 SM, yaitu para budak di Mesir. Firaun saat itu sering menggunakan mereka sebagai pengantar, biasanya harus mengirim dokumen yang diukir di tablet batu. Orang Mesir kuno juga harus memindahkan material dari jarak yang sangat jauh untuk membangun piramida.

Sementara sepanjang periode Xia (2205-1766 SM) dan Shang (1600-1046 SM), pengiriman sudah muncul di Cina. Meski akibat keterbatasan kondisi lalu lintas, mereka hanya bisa mengandalkan jalan kaki.

Saat Dinasti Zhou (1066-221 SM), ada pejabat yang bertanggung jawab atas stasiun pos dan logistik. Persyaratan untuk tugas mereka adalah, "Meskipun ada kesulitan, mereka harus dicapai dari waktu ke waktu."

Joobin Bekhrad, pendiri dan editor Reorient menulis, “Meski peradaban seperti Mesir dan Cina dikatakan berada di antara yang pertama menggunakan layanan pos, dan Kekaisaran Neo-Asyur dan Neo-Babilonia di Irak modern menggunakan bentuk pengiriman surat sebelum Kekaisaran Persia didirikan pada abad ke-6 SM, Persia di Iran mengambil gagasan tentang sistem pos ke ketinggian yang sebelumnya tak terlihat."

Orang Persia menggunakan jaringan jalan yang luas yang disebut Jalan Kerajaan. Para ahli penunggang kuda menempuh jarak yang mencengangkan di seluruh kerajaan yang besar dan beragam, dengan kecepatan dan tekad yang tak tergoyahkan.

Xenophon, filsuf dan sejarawan Yunani Kuno, menghubungkan penggunaan pertama kurir dengan pangeran Persia Koresy Muda, putra Darius II. Orang Persia mampu menyampaikan pesan dari ujung Kekaisaran, yang membentang dari Ethiopia, melalui Mesir, Yunani, Anatolia (Turki modern), Asia Tengah dan India, hingga ke ujung lainnya hanya dalam beberapa hari menggunakan kurir di punggung kuda.

Disebutkan sebuah pesan dapat dikirim dari Susa, ibukota administratif kekaisaran di Iran barat, ke Sardis, yang sekarang terletak di Turki barat, dalam waktu antara tujuh dan sembilan hari.

Sementara Herodotus menggambarkan sistem pengiriman pada zaman Achaemenid periode Raja Xerxes (memerintah 486-465 SM): "Sekarang tidak ada makhluk hidup yang menyelesaikan perjalanan lebih cepat daripada para pengantar ini, sebuah penemuan terampil Persia."

Herodotus menambahkan pujian, "Ini tidak terhalang oleh salju atau hujan atau panas atau kegelapan untuk menyelesaikan jalur yang ditentukan dengan begitu cepat."

Bekhrad menyimpulkan bahwa Jalan Kerajaan dan sistem pos Persia mungkin sudah ketinggalan zaman, tetapi kecerdikan orang Persia era Achaemenid dan ketekunan kurir mereka terus memengaruhi dan menginspirasi jauh melampaui perbatasan kerajaan Persia yang perkasa.

Setelah jatuhnya Kekaisaran Sassania pada abad ke-7 M, sistem pengiriman Persia dipraktikkan kurang lebih oleh penakluknya: Arab dan Mongol, dan dinasti setempat yang mengikutinya seperti Safawi, Zand, dan Qajar.


Era Modern

Orang Yunani dan Romawi menjadikan kurir dengan kuda dan kereta sebagai metode pengiriman yang paling umum. Selanjutnya, kurir menjadi sebuah kepandaian khusus pada Abad Pertengahan, dan pihak kerajaan bakal membayar upah kurir untuk mengirimkan paket mereka.

Jasa kurir terus dipakai, apalagi meningkat dalam zaman emas penjelajahan dan globalisasi pertama yang dihasilkan kolonialisme. Tapi satu titik lain yang makin mengencangkan bisnis pengiriman berada di Amerika Serikat saat fajar abad ke-20 mulai menyingsing.

Layanan kurir modern yang kita kenal sekarang dapat dikreditkan kepada seorang pengusaha Amerika Serikat yang memulai layanan pengiriman dengan modal nekat, tulis Gary Hoover dalam "Jim Casey: The Unknown Entrepreneur Who Built the Great UPS" di Archbridge Institute. Banyak bisnis mengikutinya, masing-masing dengan skema unik dan layanan inovatif untuk tetap menjadi yang terdepan.

Pada tanggal 28 Agustus 1907, James Emmett "Jim" Casey yang berusia sembilan belas tahun dan temannya Claude Ryan meminjam 100 dolar dan mendirikan American Messenger Company di kantor bawah tanah pada sebuah bar. Mereka bekerja untuk mengirimkan telegraf dan pesan lainnya ke seluruh Seattle.

Sudah ada sembilan layanan pengiriman di Seattle, yang merupakan pelabuhan terdekat Amerika ke Asia dan pintu gerbang ke kekayaan Alaska dan Yukon. Dengan dana awal tadi, mereka memperoleh dua telepon, dua sepeda untuk pengiriman jarak jauh, dan mempekerjakan enam anak laki-laki. Untuk bersaing, mereka menawarkan "layanan terbaik dan tarif terendah".

Selain itu, mereka memberitahu pelanggan tentang kapan mereka bisa mengambil pesan atau paket mereka, sebuah praktik yang tidak biasa dalam bisnis yang kompetitif. Moto Jim menjadi, "Jangan pernah menjanjikan lebih dari yang dapat Anda berikan, dan selalu berikan apa yang Anda janjikan."

Jim dan Claude mengetahui arus barang dan informasi di Seattle; mereka tahu setiap sudut dan celah kota. Mereka memasang plakat di seluruh Seattle dengan nomor telepon dan layanan serta penawaran harga mereka.

American Messenger menawarkan layanan 24 jam, tujuh hari seminggu, dengan dua pendiri sering tidur di konter makan siang yang mereka gunakan sebagai meja di kantor bawah tanah itu.

Jim mendambakan cara untuk memajukan bisnis. Ia menemukannya ketika toko King Brothers Clothing terdekat menyewa American Messenger untuk mengirimkan barang dagangannya ke pelanggan. Bisnis harian yang konsisten ini menambah pendapatan yang diterima American Messenger dari setiap perjalanan.

Ide untuk menghemat anggaran lainnya adalah dengan menghilangkan armada besar kendaraan pengiriman yang ditarik kuda. Jadi dia merger dengan perusahaan pengiriman lain, Motorcycle Delivery Company milik Evert "Mac" McCabe.

Perusahaan gabungan ini memiliki 25 kurir dan enam sepeda motor, dan segera menambahkan Ford Model T dengan bodi van merah terang di sasisnya. Pada 1915, ini menjadi perusahan pengiriman terbesar di Seattle.


Infografik Mozaik Pakeeeet
Infografik Mozaik Pakeeeet. tirto.id/Ecun


Pada 1919, karena masalah hak cipta merek, United Parcel Service resmi didirikan, dengan Jim sebagai presidennya. Perusahaan terus berkembang dengan mengakuisisi usaha pengiriman yang lebih kecil. Mereka juga memperkenalkan pengambilan harian, dokumentasi yang disederhanakan, dan bahkan teknologi ban berjalan untuk menangani paket.

Perkembangan penting lain adalah penerimaan serikat pekerja oleh Jim Casey. Secara bertahap, kota demi kota, para kurir UPS menjadi anggota Teamsters Union. Meski sebagian besar pemimpin bisnis (seperti General Motors dan Ford) membenci serikat pekerja dan melakukan segala untuk mencegahnya, Jim punya pandangan berbeda. Misalnya keputusan Jim untuk "berbagi kekayaan".

Pada 1927, sesuai dengan rasa hormatnya kepada rekan-rekannya, perusahaan menawarkan saham di UPS dengan harga $15 per saham kepada lima puluh dua karyawan kunci, yang hampir semuanya mengambil kesempatan tawaran itu. Sementara pada tahun 2017, UPS mempekerjakan 280.000 anggota Teamsters Union, jauh lebih banyak daripada perusahaan lain mana pun.

UPS unik karena merupakan warisan langsung dari kebijakan, nilai, dan bisnis Jim Casey dan teman-temannya. Meski dengan budaya ketat ala militer masih hidup, kebijakan memperlakukan orang dengan hormat dan membayar mereka dengan baik terus berlanjut.

"Jangan pernah menjanjikan lebih dari yang dapat Anda berikan" tetap menjadi semboyan perusahaan besar ini.

Yang lain segera mengikuti model bisnis Jim. Untuk tetap menjadi yang terdepan, mereka memperkenalkan layanan yang lebih inovatif mulai dari penjemputan harian hingga pengiriman dari pintu ke pintu pada hari berikutnya, layanan pengiriman di hari yang sama, dan layanan internasional.

Tentu saja, semua hal ini sekarang dianggap sebagai norma dalam industri. Dan yang membedakan layanan kurir yang luar biasa dari yang lain adalah kecepatan, keandalan, dan layanan ekstra.

Ketika terdengar seruan, "Pakeet!" di pagar depan, semua bermula berkat para kurir yang berlari sepanjang sejarah.

Baca juga artikel terkait KURIR atau tulisan menarik lainnya Arif Abdurahman
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Arif Abdurahman
Penulis: Arif Abdurahman
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight