Menteri Teten: Puncak UMKM Naik Kelas saat Melantai di Bursa Efek

Penulis: - 5 Agu 2022 18:24 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Teten Masduki mengatakan, puncak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas adalah ketika bisa menjadi perusahaan publik melalui IPO.
tirto.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, puncak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas adalah ketika bisa menjadi perusahaan publik dengan melakukan penawaran saham kepada masyarakat (Initial Public Offering/IPO).

Hal itu disampaikan untuk mengapresiasi PT Sari Kreasi Boga Tbk, UMKM produsen kebab, karena berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini menjadi bukti bahwa UMKM yang dikelola dengan baik bakal mampu naik kelas.

“Perusahaan yang memiliki kode saham RAFI ini awalnya adalah UMKM yang terkenal dengan brand Kebab Turki Baba Rafi. Sebelum menjadi perusahaan besar seperti saat ini, PT Sari Kreasi Boga Tbk hanya berjualan dengan gerobak di pinggir jalan,” ujarnya dikutip Antara, Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Selaku pembina UMKM, pihaknya mengaku gembira karena telah bertambah UMKM yang bisa melantai di bursa. Kini, peluang UMKM untuk naik kelas hingga mampu IPO dinilai makin besar. Pasalnya, pemerintah selalu memberikan kemudahan dan dukungan terhadap UMKM agar terus bertumbuh.

Dukungan yang telah diberikan seperti kemudahan akses pembiayaan, kemudahan perizinan, hingga akses pasar. Dengan suksesnya PT Sari Kreasi Boga Tbk melakukan aksi korporasi IPO, diharapkan menjadi pemantik bagi UMKM lainnya agar terus melakukan inovasi dan mengelola usahanya dengan baik.

"Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menegaskan siap memberikan pendampingan dan dukungan bagi UMKM agar bisa naik kelas,” kata Menkop Teten.

Menkop Teten turut mengharapkan PT Sari Kreasi Boga Tbk dapat mengembangkan klaster-klaster baru sehingga kian banyak UMKM yang bermitra. Dengan begitu, lanjutnya, kesempatan bagi UMKM untuk naik kelas juga semakin lebar, terlebih pemerintah menargetkan rasio wirausaha di Indonesia mencapai 3,95 persen di 2024.

"Kami ditargetkan untuk terus tambah jumlah wirausaha karena rasio wirausaha kita baru 3,18 persen (dari total jumlah penduduk), jadi kita harus nambah 1 juta wirausaha baru," tandasnya.


Baca juga artikel terkait UMKM atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: Antara
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight