Menkeu: Asumsi Harga Minyak & Nilai Tukar Rupiah Meleset dari APBN

Oleh: Hendra Friana - 2 Januari 2019
"Rupiah alami deviasi dari 13.400 dalam APBN ke Rp14.200," kata Sri Mulyani.
tirto.id - Asumsi dasar ekonomi makro banyak meleset dari yang ditetapkan dalam APBN 2018. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, dari lima instrumen, realisasi nilai tukar rupiah dan harga minyak Indonesia masih jauh dari asumsi yang ditetapkan pemerintah.

Realisasi nilai tukar hingga akhir tahun 2018 tercatat sebesar Rp14.274 per dolar AS. Jauh lebih tinggi dari asumsi sebesar Rp13.400 per dolar AS.

"Rupiah alami deviasi dari 13.400 dalam APBN ke Rp14.200," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers realisasi APBN 2018 di Kementerian Keuangan, Rabu (3/1/2019).

Sementara asumsi harga minyak mentah Indonesia juga meleset dari target 48 dolar AS perbarel. "Minyak mentah kita terdeviasi ke 67,5 dolar per barel," imbuh mantan gubernur pelaksana Bank Dunia tersebut.

Meski demikian, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 berada di angka 5,15 persen, tidak jauh dari asumsi yang ditetapkan pemerintah yakni 5,4 persen.

Meski lebih rendah dari asumsi Pemerintah, kata Sri Mulyani, "ini pertumbuhannya lebih tinggi dari tahun lalu.”

Sementara inflasi berada di angka 3,13 persen secara year on year, lebih rendah dari asumsi sebesar persen 3,5 persen year on year.

Di sisi lain, tingkat bunga SNO 3 bulan (neto) mencapai 4,95 persen dari target 5,2 persen. Sementara lifting minyak berada di angka 776 ribu dari asumsi 800 ribu barel per hari, dan lifting gas terealisasi 1.136 ribu barel per hari dari asumsi sebesar 1.200 ribu barel per hari.

"Jadi kalau lihat tabel ini APBN dipengaruhi nilai tukar, harga minyak dan lifting minyak yang tidak sesuai Asumsi," pungkas Sri Mulyani.


Baca juga artikel terkait NILAI TUKAR RUPIAH atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Alexander Haryanto