Menilik Ongkos Facebook untuk Meraup Uang

Ilustrasi orang menggunakan Facebook. Getty Images/iStock Editorial
Oleh: Ahmad Zaenudin - 7 September 2017
Dibaca Normal 2 menit
Facebook harus merogoh dana yang tak sedikit untuk menyimpan data-data seperti foto dan video para penggunanya, tapi itu tak seberapa dibandingkan keuntungan yang diraup.
tirto.id - Facebook belum tergoyahkan sebagai platform media sosial paling besar di jagat teknologi. Facebook mengklaim memiliki 2,01 miliar pengguna aktif bulanan hingga per Juni 2017. Jumlah ini setara dengan 81,7 persen dari 2,46 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia.

Pengguna Facebook tidak dibebankan biaya apapun alias gratis untuk menggunakan layanan tersebut. Padahal, tentu saja Facebook butuh biaya yang tak sedikit untuk para pengguna. Sebagai gambaran saja, saat seseorang mengunggah status, foto, maupun video maka pelbagai unggahan akan disimpan oleh Facebook dalam database di server milik mereka. Jumlahnya akan terus terakumulasi makin membesar di pusat server Facebook.

Pada pusat data Facebook di Prineville, Oregon, Amerika Serikat, Juni 2010 lalu, mengutip Data Center Knowledge, terdapat 60.000 server untuk menopang kinerja Facebook. Angka ini sudah meningkat dua kali lipat dibandingkan 2009 yang masih 30.000 server.

Jumlah server di pusat data Facebook barangkali lebih banyak dari data yang mereka munculkan, itu masih sebatas satu pusat data saja. Facebook memiliki beberapa pusat data, salah satu pusat data lainnya milik perusahaan itu berada di Lulea, Swedia. Untuk merawat ribuan server yang digunakan untuk melayani para pengguna Facebook, butuh biaya yang tidak sedikit.

Pada laporan keuangan Facebook di kuartal IV-2016, perusahaan yang dibangun oleh Mark Zuckerberg tersebut menggelontorkan $4,243 miliar untuk biaya pengeluaran Facebook, termasuk untuk mengelola data pengguna. Hingga akhir 2016, jumlah pengguna aktif bulanan Facebook sudah mencapai 1,86 miliar pengguna.

Ini artinya, Facebook mengeluarkan uang $2,3 per pengguna. Biaya sejumlah $2,3 per pengguna, merupakan ongkos yang harus ditanggung Facebook atas para penggunanya di seluruh dunia yang tidak dibebankan biaya apapun. Di sisi lain Facebook (hingga 2012) punya 30 juta akun yang pemiliknya sudah meninggal dan datanya masih tersimpan.

Baca juga: Vita Brevis Facebook Longa




Beban $2,3 per pengguna jelas biaya yang ditanggung Facebook tak sedikit tapi diberikan "cuma-cuma". Namun, merujuk data yang dipublikasikan Statista, Facebook rata-rata memperoleh pendapatan senilai $4,83 per pengguna di seluruh dunia pada kuartal IV-2016. Bila ditilik lebih lanjut, artinya meski Facebook menanggung biaya per pengguna $2,3 tapi mereka dapat meraup kelebihan pendapatan $2,5 per pengguna.

Facebook memperoleh pendapatan terutama melalui iklan. Ongkos untuk membiayai pengguna $2,3 per orang, justru sebagai cara Facebook merawat para penggunanya demi nilai jual bagi para pemasang iklan. Semakin besar pengguna Facebook, tentu semakin besar nilai jualnya. Meningkatkan jumlah pengguna, cara terbaik dilakukan dengan menggratiskan layanan sebagai strategi Facebook.

Baca juga: 98 Persen Pendapatan Facebook Bergantung Pada Iklan

Mencoba Menggali Uang dari WhatsApp

Keuntungan Facebook diprediksi akan terus meningkat, terutama melalui anak-anak usahanya, salah satunya ialah WhatsApp. Hingga hari ini WhatsApp memang belum menghasilkan pendapatan bagi Facebook, padahal WhatsApp merupakan pemain nomor satu di bidang aplikasi pesan instan. Data yang dipacak dari Statista mengungkapkan, hingga Juli 2017 WhatsApp memiliki 1,3 miliar pengguna aktif bulanan. Jumlah ini lebih tinggi daripada pengguna aplikasi pesan instan manapun.

Baca juga: Strategi Facebook Jadikan WhatsApp Sebagai Pundi Uang

Dalam laporan di blog resmi, WhatsApp mengumumkan telah meluncurkan versi bisnis dari aplikasi pesan instan ini. WhatsApp versi bisnis, mirip seperti WhatsApp reguler, tapi ditujukan bagi suatu perusahaan untuk berinteraksi dengan para pelanggan. Centang hijau, akan dijadikan penanda bahwa suatu akun perusahaan telah diverifikasi oleh WhatsApp. Nantinya, versi bisnis ini akan memberikan pesan pada pelanggan perusahaan yang memanfaatkannya.

Dalam WhatsApp versi bisnis ini, perusahaan pesan instan tersebut memberikan solusi bisnis berbeda bagi ragam jenis usaha. Dalam laporan di blog itu, WhatsApp memberikan solusi bisnis secara gratis terutama bagi kalangan usaha kecil atau UKM. Namun, tentu akan berbeda pendekatannya terhadap perusahaan-perusahaan besar.

Sayangnya, tak disebutkan berapa kocek yang diperlukan untuk memanfaatkan layanan WhatsApp untuk perusahaan besar. WhatsApp bisnis merupakan skema WhatsApp untuk memperoleh uang dengan skema business-to-business. Kesepakatan antara WhatsApp dan perusahaan pemakai jasa menjadi kuncinya.

Dalam WhatsApp versi bisnis, ragam layanan bis digunakan kalangan korporasi. Notifikasi produk suatu perusahaan atau layanan konsumen, bisa dilakukan dengan memanfaatkan WhatsApp langsung dari para pelanggan. Jelas, langkah ini akan menambah pundi-pundi pendapatan bagi Facebook. Ini karena WhatsApp versi biasa menyumbang pendapatan $0 per pengguna bagi Facebook.

Perusahaan seperti Facebook dengan jejaring anak usahanya seperti WhatsApp akan selalu punya cara untuk mendatangkan uang dari modal yang mereka sudah pegang, miliaran pengguna di seluruh dunia. Jumlah pengguna yang besar jadi pundi-pundi uang untuk menebus biaya-biaya yang mereka sudah keluarkan.

Baca juga artikel terkait FACEBOOK atau tulisan menarik lainnya Ahmad Zaenudin
(tirto.id - Teknologi)

Reporter: Ahmad Zaenudin
Penulis: Ahmad Zaenudin
Editor: Suhendra
DarkLight