Menhub Klaim 2016-2017 Tidak Ada Kecelakaan Pesawat Serius

Oleh: Haris Prabowo - 22 November 2018
"Sebenarnya kalau mau dicatat, 2016 dan 2017 itu tidak ada serious accident," kata Budi Karya
tirto.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya mengatakan bahwa kecelakaan pesawat yang terjadi sepanjang 2016-2017 tak tercatat sebagai kecelakaan serius.

Hal tersebut ia katakan merespons omongan Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis yang mengatakan ada kenaikan jumlah kecelakaan sepanjang 2016-2018.

"Tadi seperti yang disampaikan Pak Fary, tentang kecelakaan yang meningkat. Sebenarnya kalau mau dicatat, 2016 dan 2017 itu tidak ada serious accident," kata Budi Karya, di kompleks DPR pada Kamis (22/11/2018) siang.

Namun ia mengaku tetap berterima kasih kepada DPR yang sudah memberikan kesempatan kepada Kemenhub untuk memberikan penjelasan mengenai tragedi kecelakaan pesawat dengan tepat.

"Musibah ini tentu tidak kita harapkan terjadi di pagi hari dan menewaskan sejumlah penumpang yang banyak. Sekali lagi saya sampaikan duka cita mendalam semoga khusnul khitomah," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis mengatakan ada kenaikan jumlah kecelakaan pesawat yang cukup signifikan terjadi di Indonesia sepanjang 2016-2018.

Hal tersebut yang menjadi salah satu topik pembahasan serius antara DPR RI dengan Menteri Perhubungan Budi Karya.

"Ada tren dari jumlah kecelakaan yang dari tahun ke tahun, dari 2016 ke 2018 ini ada peningkatan. 2016 itu kurang lebih sekitar 11 kejadian, 2017 itu 15 kejadian, 2018 itu 18 kejadian," kata Fery setelah mengadakan rapat di kompleks DPR RI bersama dengan Menhub Budi Karya, Kamis (22/11/2018) siang.

Oleh karena itu, ia sebagai anggota dewan meminta agar Menhub dan para jajarannya memikirkan upaya yang lebih serius dalam rangka menangkal kecelakaan lagi.

"Saya kira itu yang harus jadi fokus dalam rangka keselamatan keamanan penumpang, itu menjadi prioritas," kata Fery.


Baca juga artikel terkait LION AIR JATUH atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight