Mengenal Tradisi Perayaan Halloween di Irlandia Hingga Jepang

Kontributor: Febriansyah, tirto.id - 30 Okt 2019 10:27 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Mengenal tradisi perayaan Halloween di beberapa negara, dari Irlandia hingga Inggris.
tirto.id - Halloween adalah salah satu perayaan tertua di dunia yang dirayakan pada 31 Oktober setiap tahunnya.

Asal usul perayaan ini diduga berasal dari festival kuno dan ritual keagamaan. Ada berbagai macam bentuk perayaan yang dilakukan oleh setiap negara.

Irlandia


Dilansir dari History, Irlandia dianggap sebagai tempat kelahiran Halloween modern, asal-usulnya berasal dari ritual Celtic dan Pagan kuno dan sebuah festival yang disebut Samhain atau Samhuinn (akhir paruh cahaya tahun) yang terjadi ribuan tahun yang lalu.

Halloween di Irlandia dirayakan dengan menyalakan api unggun, anak-anak berpakaian kostum monster dan menghabiskan malam dengan "trick-or-treat" di lingkungan mereka. Setelah trick-or-treat, kebanyakan orang menghadiri pesta dengan tetangga dan teman.

Di pesta-pesta itu, banyak permainan dimainkan, termasuk "snap-apple," sebuah permainan di mana sebuah apel di pasang di sebuah tali kemudian diikatkan pada bingkai pintu atau pohon dan para pemain berusaha untuk menggigit apel yang tergantung.

Selain itu, ada juga permain perburuan harta, dengan permen atau kue kering sebagai "harta."

Orang Irlandia juga memainkan permainan kartu di mana kartu diletakkan menghadap ke bawah di atas meja dengan permen atau koin di bawahnya.

Makanan tradisional yang dimakan pada Halloween di Irlandia adalah barnbrack, sejenis kue buah-buahan yang dapat dibeli di toko atau dipanggang di rumah.

Makanan yang dibungkus dengan kain muslin dipanggang ini, konon, dapat meramalkan masa depan si pemakan.


Jika cincin ditemukan di dalamnya, itu berarti orang tersebut akan segera menikah atau menemukan sepotong jerami berarti bahwa tahun yang makmur akan segera tiba.

Anak-anak juga akan melakukan permainan tipuan pada tetangga mereka, seperti permainan“mengetuk pintu,” sebuah lelucon di mana anak-anak mengetuk pintu tetangga mereka, tetapi melarikan diri sebelum pintu dibuka. Perayaan Halloween di Irlandia hampir sama dengan di Amerika Serikat.

Amerika Latin dan Spanyol

Di Meksiko dan negara-negara Amerika Latin lainnya, Halloween merupakan hari peringatan Día de los Muertos, Hari Orang Mati.

Mereka menghormati orang-orang terkasih dan leluhur mereka yang telah mati. Perayaan ini berlangsung pada 2 November, diperingati selama tiga hari yang dimulai pada malam 31 Oktober.

Di Spanyol perayaan ini dikenal dengan All Souls Day, perayaan yang dirancang untuk menghormati orang mati yang diyakini kembali ke dunia pada saat Halloween.

Banyak keluarga membangun altar untuk orang mati di rumah mereka untuk menghormati kerabat yang meninggal dan menghiasinya dengan permen, bunga, foto, makanan dan minuman favorit almarhum.

Seringkali, baskom dan handuk juga ditaru di altar, hal itu supaya roh dapat mencuci pakaian sebelum memanjakan diri dalam pesta.

Perayaan Día de los Muertos sering menampilkan roti, permen, dan makanan lain dalam bentuk tengkorak dan kerangka.

Orang-orang Meksiko akan menyalakan lilin dan dupa, hal itu bisa membantu orang yang meninggal atau roh mereka menemukan jalan pulang.

Kerabat juga merapikan kuburan anggota keluarga mereka yang telah meninggal seperti memotong rumput liar, membuat perbaikan, dan mengecat. Kuburan itu kemudian dihiasi dengan bunga, karangan bunga, atau pita kertas.

Dilansir The Guardian, pada tanggal 2 November, kerabat berkumpul di kuburan untuk piknik dan bernostalgia. Beberapa pertemuan bahkan diadakan dengan menyediakan tequila dan band mariachi.

Rumania

Beberapa orang dari seluruh dunia berduyun-duyun untuk merayakan Halloween di Vlad “The Impaler” yang diklaim sebagai rumah Tepes di Kastil Bran di Transylvania, Rumania.

Meskipun itu tidak pernah benar-benar kastilnya, dan telah ada perdebatan panjang mengenai apakah Tepes pernah mengunjungi situs itu. Orang-orang ingin mengunjungi kastil tempat bersemayamnya Drakula.

Vlad Tepes adalah atau Vlad III adalah Pageran Wallachia yang berkuasa pada 1448 di Rumania. Namanya sebenarnya lebih tersohor dengan sebutan Drakula karena berasal dari julukan sangan ayah Vlad II Dracul.

Drakula berarti anak sang naga. Namun dalam sejarahnya Drakula sebenarnya bukanlah vampir penghisap darah melainkan seorang raja berdarah dingin.

Ada sejumlah panduan dan paket perjalanan inklusif di Rumania yang menawarkan tur dan pesta di kastil Count Dracula untuk Halloween.

Tokyo, Jepang

Pada akhir setiap Oktober selama 21 tahun terakhir, hampir 4000 penggemar Halloween berkostum dari seluruh dunia berkumpul di Kawasaki, tepat di luar Tokyo, untuk Parade Halloween Kawasaki.

Tokyo Cheapo, situs travel di Jepang, menjelaskan bahwa para Halloween Kawasaki merupakan salah satu parade terbesar di Jepang.

Parade ini biasanya akan dimulai pada pukul 14.30 dan berlangsung hingga pukul 16.00 pada hari minggu terakhir bulan Oktober.

Para peserta dalam kostum yang menyeramkan dan kreatif akan berparade sepanjang 1,5 km di sekitar Stasiun JR Kawasaki dan pusat perbelanjaan La Citadella terdekat. Para peserta akan terdiri dari ribuan orang dan berpakaian sehoror mungkin.

Inggris

Pada malam 5 November, api unggun dinyalakan di seluruh Inggris. Meskipun jatuh pada waktu yang hampir sama dan memiliki beberapa tradisi yang serupa, perayaan ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Halloween atau festival Celtic kuno Samhain.

Dalam History dijelaskan bahwa sebagian besar orang Inggris sudah berhenti merayakan Halloween ketika Reformasi Protestan Martin Luther mulai menyebar.

Karena pengikut agama baru tidak percaya pada orang-orang kudus, mereka tidak punya alasan untuk merayakan malam Hari Semua Orang Suci. Namun, ritual ini dinamakan dengan perayaan Guy Fawkes Day, dirancang untuk memperingati eksekusi seorang pengkhianat Inggris yang terkenal, Guy Fawkes.

Pada 5 November 1606, Fawkes dieksekusi setelah dinyatakan bersalah karena berusaha meledakkan gedung parlemen Inggris.

Fawkes adalah anggota kelompok Katolik yang ingin menyingkirkan Raja James dari Gereja Protestan.

Hari Guy Fawkes yang asli dirayakan tepat setelah eksekusi. Api unggun pertama, yang disebut "kebakaran tulang," didirikan untuk membakar patung dan "tulang" simbolis dari paus Katolik.

Baru dua abad kemudian patung-patung Paus diganti dengan patung Guy Fawkes. Selain membuat patung untuk dibakar dalam kebakaran, anak-anak di beberapa bagian Inggris juga berjalan di jalan membawa patung seorang manusia dan meminta satu sen untuk patung itu. Namun perayaan Guy Fawkes Day mulai pelan-pelan memudar karena banyak anak muda yang sudah tak peduli.


Baca juga artikel terkait TRADISI HALLOWEEN DI BEBERAPA NEGARA atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Yandri Daniel Damaledo

DarkLight