tirto.id - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengungkap strategi yang digunakan mahasiswa untuk melewati barikade aparat saat demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026).
Strategi yang disebut sebagai taktik kuda Troya itu mengandalkan pengalihan perhatian aparat dan pergerakan massa dari beberapa arah.
Dalam sebuah wawancara dengan Kompas, Kamis (29/10/2026), Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, menjelaskan bahwa bus yang bergerak menuju kawasan Menara UOB digunakan sebagai pengalih perhatian.
Sementara itu, kelompok mahasiswa lain berupaya mencapai Bundaran HI melalui jalur berbeda, termasuk dari arah utara menggunakan angkutan umum dan dari arah timur melalui Jalan Imam Bonjol.
Menurut Namora, strategi tersebut sempat membantu sebagian mahasiswa melewati barikade. Namun, aparat kemudian memperkuat pengamanan di sejumlah titik sehingga tidak seluruh rombongan berhasil mencapai lokasi demonstrasi.
Apa Itu Kuda Troya dalam Mitologi Yunani?
Kuda Troya merupakan kisah terkenal dalam tradisi mitologi Yunani yang menggambarkan penggunaan tipu daya untuk menaklukkan musuh. Cerita ini berkaitan dengan Perang Troya, konflik legendaris antara pasukan Yunani dan pihak Troya.
Menurut kisah yang populer, bangsa Yunani telah berperang selama sekitar sepuluh tahun tanpa berhasil merebut kota tersebut. Mereka kemudian menyusun siasat dengan membuat kuda kayu berukuran besar dan menyembunyikan sejumlah prajurit di dalamnya.
Kuda kayu itu ditinggalkan di depan Kota Troya ketika pasukan Yunani berpura-pura mundur. Penduduk Troya menganggap kuda tersebut sebagai hadiah atau tanda kemenangan, lalu membawanya masuk ke dalam kota.
Pada malam hari, prajurit yang bersembunyi di dalam kuda keluar dan membuka gerbang kota. Pasukan Yunani yang menunggu di luar kemudian masuk dan menyerang Troya. Melalui siasat tersebut, kota itu akhirnya dapat direbut.
Dari kisah inilah istilah Trojan Horse digunakan untuk menggambarkan strategi yang memanfaatkan pengalihan perhatian, penyamaran, atau sesuatu yang tampak tidak berbahaya untuk mencapai tujuan tertentu.
Strategi Demo di Negara Lain
Strategi mengalihkan perhatian aparat atau menggerakkan massa melalui beberapa titik bukan hal baru dalam demonstrasi. Dalam sejumlah aksi di negara lain, demonstran mengubah pola pergerakan untuk menyesuaikan diri dengan pengamanan dan menghindari penangkapan.
Salah satu contohnya terlihat dalam demonstrasi di Hong Kong pada 2019. Saat memprotes rancangan undang-undang ekstradisi, para demonstran mengembangkan pola aksi yang lebih fleksibel.
Mereka bergerak dalam kelompok-kelompok kecil dan menggelar demonstrasi di berbagai lokasi, alih-alih hanya berkumpul dalam satu rombongan besar. Strategi tersebut membuat pola pergerakan massa berubah mengikuti situasi di lapangan.
Pada Oktober 2019, pola aksi yang dikenal dengan slogan blossom everywhere juga diterapkan dengan memunculkan kelompok demonstran di berbagai distrik.
Strategi ini dilaporkan berkaitan dengan upaya mengurangi risiko penangkapan dan menyesuaikan diri dengan situasi pengamanan. Meski memiliki kemiripan dalam hal fleksibilitas pergerakan, pola tersebut tidak secara khusus disebut sebagai taktik kuda Troya.
Pengalaman demonstrasi di Hong Kong menunjukkan bahwa pergerakan massa dapat berlangsung melalui berbagai pola, mulai dari pawai besar hingga aksi yang tersebar di sejumlah lokasi.
Dalam kasus BEM UI, istilah kuda Troya digunakan untuk menggambarkan strategi yang mengandalkan bus sebagai pengalih perhatian aparat, sementara kelompok mahasiswa lain bergerak melalui jalur berbeda menuju Bundaran HI.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































