Menelusuri Distribusi Sepeda Brompton, Barang Sitaan Ari Askhara

Oleh: Andrian Pratama Taher - 8 Desember 2019
Dibaca Normal 3 menit
Sepeda merek Brompton mendadak menjadi ramai di kalangan warga net, menyusul kasus eks Dirut Garuda Ari Askhara yang menyelundupkannya di pesawat.
tirto.id - Penyelundupan sepeda motor Harley Davidson dan sepeda Brompton hangat menjadi bahan pembicaraan publik. Kini, Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara tinggal menunggu waktu untuk dipecat karena terlibat dalam penyelundupan tersebut.

Reporter Tirto berusaha mendatangi sejumlah toko sepeda untuk menelusuri jual-beli sepeda Brompton. Awalnya, Tirto mendatangi sekitar empat toko sepeda di daerah SCBD, Jakarta.

Dari empat toko, hanya satu toko yang mengaku menjual barang tersebut, yakni SCBD Spin Warriors SCBD. Namun, petugas yang enggan menyebutkan namanya itu mengatakan kalau sepeda Brompton sudah tidak dijual.

“Sudah kosong,” kata sang penjaga toko singkat.

Sayang, penjaga toko juga enggan menceritakan lebih lanjut tentang distribusi sepeda Brompton. Ia mengarahkan agar Tirto mendatangi beberapa kios penjual sepeda di Senayan Trade Center (STC).

Ada dua toko sepeda cukup besar di STC. Pertama, kami mendatangi toko Bikestation. Manajer Toko Bikestation Samuel menerangkan Bikestation tidak menjual sepeda Brompton, tetapi menjual aksesoris dan suku cadang Brompton. Namun, penghasilannya sudah cukup besar dari jualan suku cadang dan aksesoris.

“Kita main di modification parts yang bukan bermerek Brompton, tapi itu lumayan sangat laku karena komunitasnya hanya Brompton,” ujar Samuel di kios Bikestation, STC, Senayan, Jakarta, kepada reporter Tirto, Sabtu (7/12/2019).


Samuel mengatakan, tokonya mulai menjual suku cadang Brompton sejak 2018. Aksesoris yang dijual juga bukan aksesoris resmi. Aksesoris tersebut berasal dari Korea dan Taiwan. Harga suku cadang variatif, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Ia mencontohkan, velg sepeda Brompton di Bikestation mencapai Rp7,5 juta atau baut sepeda hingga Rp100 rb-Rp 1 juta. Siklus pembeli pun tergantung pada situasi dan hari.

"Ya tergantung hari. Kalau sekarang lagi musim hujan, kurang banyak pemain tapi puluhan setiap orang nyari," Kata Samuel.

Samuel mengatakan, harga sepeda termurah yang dia tahu mencapai Rp25 juta. Ia menduga, sepeda Brompton laku meski mahal karena tiga faktor, yakni mudah dilipat, punya kelas sendiri dan komunitas Brompton sangat aktif sejak 2-3 tahun terakhir dengan peserta ratusan.

Namun, pria berkacamata ini mengatakan, keberadaan sepeda tersebut terbatas karena dua hal. “Pertama, nyari susah karena di sini laku keras dan hal kedua tidak banyak distributornya. Nggak terlalu banyak yang jual Brompton," jelasnya. Selain itu, penjualan Brompton juga langka akibat penerapan SNI.

Dibawa Sendiri oleh Pembeli


Iwan Teng, pemilik toko One Bike Shop yang disebut sebagai salah satu distributor sepeda Brompton menjelaskan bagaimana cara sepeda tersebut masuk ke Indonesia dan alasan harga Brompton mahal di Indonesia.

Iwan mengatakan, kebanyakan pemakai Brompton membeli sepeda di luar negeri. Sepengetahuan Iwan, harga sepeda Brompton di luar negeri berkisar 1.000 Poundsterling atau Rp19 juta. Kemudian, sepeda tersebut dibawa ke Indonesia dan mereka membayar pajak bea masuk barang.

"Kebanyakan mereka [pembeli] bawa dari Singapura dari mana kan diangkutin, masuk bayar [pajak] 7 juta," kata Iwan saat berbincang dengan reporter Tirto di tokonya, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Harga sepeda semakin mahal sesuai dengan spesifikasi sepeda. Ia tidak memungkiri sepeda Brompton mencapai Rp70 juta lebih karena desain sepeda. Akan tetapi, setiap sepeda yang masuk harus membayar bea masuk sesuai ketentuan pemerintah sehingga bisa mencapai Rp7 juta atau lebih.

Iwan meluruskan kalau tokonya bukan distributor. Toko One Bike Shop adalah toko aksesoris dan suku cadang sepeda seperti lampu atau stang. Ia menjelaskan barang Brompton sedikit karena tidak ada distributor resmi. "Sebenarnya yang benar-benar resmi belum ada karena ada SNI. Makanya yang masuk dikit-dikit bawa."

Iwan mengatakan, sepeda Brompton laris karena dua faktor, yakni kecil serta ramping untuk dilipat dan buatan Inggris. Sepeda Brompton tidak jauh berbeda dengan sepeda lain.

Pria yang sudah 7 tahun berbisnis aksesoris dan suku cadang sepeda malah mengatakan, sepeda Brompton tidak kalah dengan sepeda dari Asia. Ia membandingkan dengan sepeda Tern dari Taiwan yang memiliki ukuran ban lebih luas. "Yang gak bisa dilawan cuma lipatannya aja," tegas Iwan.

Iwan menerangkan, kisah sepeda Brompton tidak jauh berbeda dengan sepeda lain. Ia beralasan, kegandrungan sepeda Brompton muncul karena warga Indonesia kelas menengah-atas senang mengikuti tren luar negeri sehingga akhirnya bersepeda memakai merek Brompton.

"Ini cuma karena di ibu kota yang main, orang menengah-atas. Orangnya suka medsos. Satu sepeda hebohnya kayak 500 sepeda biasa," ujar Iwan.


Sepeda Brompton Itu Prestise


Pegiat sepeda dari komunitas Bike To Work, Toto Sugito tidak memungkiri mahalnya harga sepeda merek Brompton. Kata Toto, tidak sedikit orang menganggap kepemilikan sepeda merek Brompton juga meningkatkan harga diri sebagai pesepeda.

“Memang itu sepeda mahal. Itu prestise. Jadi memang sepeda kebanggaan dari Inggris. Itu memang di dunia very famous. Orang kalau pakai sepeda lipat ya yang terkenal Brompton saat ini,” ujar Toto saat dihubungi reporter Tirto, Sabtu (7/12/2019).

Toto mengatakan, sepeda merek Brompton memang berkualitas bagus. Toto mengaku membeli sepeda Brompton setelah merasakan langsung sepeda dari koleganya sekitar 3 tahun lalu. Hingga saat ini, sepeda merek tersebut masih digunakan. Ia beralasan, “Saya lebih senang pakai Brompton karena melipatnya lebih mudah, lebih praktis, dibawanya juga lebih enak.”

Selain masalah kualitas, pesepeda membeli Brompton karena tren. “Saya lihat banyak orang hobi dengan Brompton. Itu ada orang addict merek Brompton ada juga lagi tren, beli ah ikut beli. Yang penting punya. Itu banyak juga,” jelas Toto.

Sepengetahuan pria yang sering beraktivitas dengan sepeda ini, harga sepeda Brompton berkisar antara Rp20 juta hingga Rp80 juta. Mahal tidaknya sepeda ini tergantung bahan sepeda hingga kenyamanan saat digunakan.

Ia menambahkan, sepeda-sepeda Brompton sebelumnya bisa masuk secara bebas. Ia membeli sepeda Brompton pada 2017 dari kawannya yang membawa langsung dari Amerika.

"Itu sekarang sepedanya harus didaftarkan di airport, harus didaftarkan ke bea cukai. Jadi kalau dia nggak daftarkan, dia balik bawa sepeda, berangkat gak bawa sepeda balik bawa sepeda itu akan kena [bea cukai]".


Toko One Bike Shop
Pegawai One Bike Shop memperbaiki sepeda Brompton di toko One Bike Shop, Senayan Trade Center, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/12/2019). tirto.id/Andrian Pratama Taher

Baca juga artikel terkait PENYELUNDUPAN HARLEY atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri
DarkLight