Mendikbud Akui UNBK 2016 Belum Sempurna

- 7 April 2016
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengakui penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2016 ini belum sempurna. Hal tersebut dikarenakan ada sekitar empat server yang bermasalah.
tirto.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengakui penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2016 ini belum sempurna. Hal tersebut dikarenakan ada sekitar empat server yang bermasalah.

Anies menyebutkan, ketidaksempurnaan penyelenggaraan UNBK kebanyakan terjadi di masalah teknis, sementara masalah yang sering dihadapi adalah masalah jaringan.

"Misal sudah persiapan ujian dilaksanakan, ternyata listrik bermasalah sehingga harus diganti pakai genset atau karena servernya mendadak down sehingga diganti server back up dan perlu waktu setengah jam untuk membuat server back upnya berfungsi," kata Anies Baswedan di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Ia mengatakan, meskipun belum sempurna, pihaknya menjamin bahwa tak ada satu anak pun yang dirugikan. "Itu kejadiannya kalau dihitung persentase hanya 0,003 persen. Jadi dari 921.000 kejadian bermasalah kecil," lanjutnya.

Mendiknas mengatakan, tahun ini memang ada pihak yang menjual kunci jawaban, tetapi kebenarannya hanya10-20 persen saja. "Kalau kebocoran tidak ada, yang ada adalah tawaran jawaban yang kebenarannya dipertanyakan, itu ada di Sulsel, Jateng, bahkan di Sulsel sudah ditangkap polisi. Itu hanya jualan huruf seperti dagelan saja," katanya.

Tetapi meskipun demikian, Mendiknas mengatakan, peserta UNBK SMA tahun 2016 ini meningkat menjadi 921.000 peserta atau meningkat sekitar 900 persen dibanding tahun 2015.

"Tahun lalu yang mengikuti 107.000 anak, tahun ini meningkat menjadi 921.000 jadi naik kira-kira 900 persen dan alhamdulillah berjalan lancar," kata Anies Baswedan. (ANT)

Baca juga artikel terkait ANIES BASWEDAN atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Alexander Haryanto
Penulis:

DarkLight