Mendag Target Perjanjian Dagang dengan Australia Diteken Maret

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 15 Februari 2019
Perundingan perdagangan bebas antara Indonesia dengan Australia bukan hanya membahas akses saja, tapi kemitraan komprehensif yang setara.
tirto.id - Perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreements (FTA) antara Indonesia dengan Australia segera terealisasi setelah berunding bertahun-tahun.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah Indonesia dan Australia akan menandatangani perjanjian deklarasi perundingan dagang Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) Maret 2019.

"Nanti Maret," kata dia singkat saat ditanya wartawan di gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019).


Ia menjelaskan, nantinya proses penandatanganan ini akan dilakukan setelah Mendag melakukan bisnis forum yang langsung akan dilanjut dengan penandatangan perjanjian IA-CEPA.

"(Setelah bisnis forum) langsung tanda tangan," ujar dia.

Dikutip dari situsweb Kementerian Perdagangan, setelah enam tahun berunding, pada Agustus 2018 lalu Indonesia dan Australia sepakat dengan IA-CEPA.

Penyelesaian IA-CEPA ini merupakan tonggak sejarah baru dalam hubungan ekonomi Indonesia-Australia.

IA-CEPA bukanlah perjanjian perdagangan bebas (FTA) biasa tetapi sebuah kemitraan komprehensif kedua negara di bidang perdagangan barang, jasa, investasi, serta kerja sama ekonomi.

Biasanya FTA hanya menegosiasikan akses pasar, tetapi CEPA dengan Australia ini mencakup juga kerja sama bagaimana kedua negara dapat tumbuh bersama memanfaatkan kekuatan masing-masing menciptakan kekuatan ekonomi baru di kawasan.

IA-CEPA merupakan momentum untuk menunjukkan kepada dunia, arah kebijakan ekonomi dan perdagangan Indonesia adalah terbuka.

Melalui IA-CEPA, Indonesia ingin menjadi bagian dari rantai nilai global sehingga dapat bersaing dengan negara lain di kawasan yang telah memiliki FTA yang lebih banyak dibandingkan Indonesia.

Perjanjian dagang seperti IA-CEPA ini diharapkan mendorong daya saing Indonesia sehingga dapat berkompetisi secara global.

Dalam hal perdagangan barang, ekspor Indonesia akan meningkat ke Australia karena Australia telah memberikan komitmen untuk mengeliminasi bea masuk impor untuk seluruh pos tarifnya menjadi 0 persen.



Baca juga artikel terkait PERJANJIAN DAGANG atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Zakki Amali