Masyarakat di Luar Jawa Masih Belum Maksimalkan Uang Elektronik

Oleh: Damianus Andreas - 27 Oktober 2017
Dibaca Normal 1 menit
Faktor yang memengaruhi rendahnya penetrasi penggunaan uang elektronik di luar Jawa saat ini ada pada tingkat pendidikan masyarakatnya.
tirto.id - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengusahakan agar tingkat penggunaan uang elektronik di jalan tol luar Jawa dapat terus meningkat. Berdasarkan data terakhir yang dihimpun Bank Indonesia (BI), penetrasi penggunaan uang elektronik di jalan tol luar Jawa baru sebesar 73 persen.

Angka tersebut memang relatif lebih rendah, mengingat pengguna uang elektronik di tol Jabodetabek sudah mencapai 94 persen, dan untuk tol Jawa di luar Jabodetabek sudah 86 persen.

Menurut Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BPJT Wahyudi Mandala Putra, faktor yang memengaruhi rendahnya penetrasi penggunaan uang elektronik di luar Jawa saat ini ada pada tingkat pendidikan masyarakatnya. Oleh karena itu, Wahyudi mengklaim kalau BPJT yang bekerjasama dengan BI akan terus melakukan sosialisasi untuk masyarakat setempat.

“Kendala sebetulnya datang dari penggunanya sendiri. Masih banyak orang yang kurang mau menggunakan, tapi itu tetap kita edukasi,” ucap Wahyudi saat dijumpai di kawasan Sudirman, Jakarta pada Jumat (27/10/2017).

Lebih lanjut, Wahyudi berpendapat kalau masyarakat di luar Jawa masih belum memaksimalkan penggunaan uang elektronik. “Di Sulawesi memang cuma berapa kan jalan tolnya? Padahal uang elektronik sebenarnya juga bisa dipakai untuk yang lain, seperti parkir maupun di ritel,” kata Wahyudi.

Kendati demikian, Wahyudi optimistis kalau angka 73 persen tersebut bisa mengalami kenaikan sampai 97 persen. Salah satu yang diandalkan Wahyudi pun ialah penggunaan uang elektronik di jalan tol Suramadu (Surabaya-Madura) yang menurut data BI per 25 Oktober 2017 masih 0 persen.

Sementara itu, Wahyudi mengklaim kalau infrastruktur yang dibutuhkan untuk elektronifikasi jalan tol di luar Jawa sudah sepenuhnya siap. Wahyudi menyebutkan bahwa tidak ada kendala besar yang dialami selama masa persiapan.

“Sebenarnya antara di Jawa dan luar Jawa, [kendalanya] sama saja, yaitu edukasi. Untuk mengedukasi masyarakat itu kan tidak mudah. Namun seperti di Bali saja sudah 100 persen,” ungkap Wahyudi.

Masih dalam kesempatan yang sama, Wahyudi mengklaim kalau evaluasi terkait penerapan elektronifikasi pembayaran jalan tol ini sudah intens dilakukan. Empat hari menjelang pelaksanaannya secara menyeluruh, Wahyudi bilang kalau data penetrasi penggunaan uang elektronik direkap setiap harinya.

“Malahan setelah tanggal 31 Oktober 2017, kita harus memantau, data jalan terus. Kita optimistis target secara keseluruhan yang 100 persen itu bisa tercapai,” ujar Wahyudi.

Baca juga artikel terkait TRANSAKSI NONTUNAI atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight