tirto.id - Minuman dan susu kolagen kini mudah ditemukan di pasaran. Setiap produk mengklaim mengandung kolagen dalam jumlah tertentu yang bisa mendukung kesehatan tubuh. Lalu, apa saja manfaat kolagen untuk tubuh dan bagaimana cara kerjanya?
Kolagen sendiri merupakan jenis protein yang tersusun dari asam amino dan dapat diproduksi secara alami oleh tubuh. Meski identik dengan kesehatan kulit, kolagen sebenarnya juga berperan penting untuk organ tubuh lainnya, termasuk tulang dan rambut.
Hal terkait kolagen dijelaskan dalam jurnal tahun 2026 berjudul Collagen Supplementation for Skin and Musculoskeletal Health: An Umbrella Review of Meta-Analyses on Elasticity, Hydration, and Structural Outcomes.
Dalam jurnal disebutkan bahwa kolagen ditemukan pada berbagai jaringan ikat, termasuk kulit, tendon, tulang rawan, dan tulang. Protein ini diperkirakan menyusun sekitar 25–30% dari seluruh protein dalam tubuh manusia.
Tubuh juga diketahui memiliki sekitar 28 jenis kolagen dengan karakteristik dan lokasi yang berbeda. Di antara berbagai jenis tersebut, kolagen tipe I merupakan jenis yang paling dominan, mencakup lebih dari 90% kolagen dalam tubuh dan dapat ditemukan pada kulit, tulang, tendon, hingga gigi.
Fungsi Kolagen pada Tubuh dan Cara Kerjanya

Sebagai protein struktural, kolagen membantu memberikan struktur, kekuatan, dan elastisitas pada jaringan. Pada kulit, kolagen berperan dalam mempertahankan struktur jaringan dan mendukung sifat elastisnya.
Sementara pada sistem muskuloskeletal, kolagen menjadi bagian penting dari struktur tulang, tendon, dan tulang rawan. Menurut situs Cleveland Clinic, berikut beberapa manfaat kolagen untuk tubuh:
- Membantu pembentukan fibroblas di lapisan dermis untuk mendukung pertumbuhan sel-sel baru
- Berperan penting dalam mengganti sel-sel kulit mati
- Menyediakan lapisan pelindung bagi organ tubuh
- Memberikan struktur, kekuatan, dan elastisitas pada kulit
- Ikut membantu proses pembekuan darah
Cara Kerja Kolagen
Manfaat kolagen untuk tubuh adalah membantu memberikan kekuatan dan mempertahankan bentuk berbagai jaringan tubuh. Namun, bagaimana cara kolagen memberikan kekuatan struktur pada jaringan tersebut?Molekul kolagen pada dasarnya tersusun atas tiga rantai polipeptida yang saling melilit membentuk struktur triple helix. Struktur ini memberikan karakteristik mekanis yang khas pada kolagen.
Molekul-molekul kolagen kemudian dapat berkumpul dan tersusun menjadi fibril kolagen. Fibril tersebut selanjutnya membentuk struktur yang lebih besar sehingga menghasilkan jaringan serat kolagen. Susunan inilah yang bisa menjadi penopang sekaligus pemberi kekuatan pada jaringan.
Bagaimana Kolagen dari Makanan dan Minuman Diproses oleh Tubuh?

Kolagen sangat penting bagi tubuh dan memang dapat diproduksi secara alami. Akan tetapi, kolagen juga bisa menurun seiring bertambahnya usia. Hal inilah yang membuat banyak orang mulai mengonsumsi kolagen oral, baik itu berupa makanan, minuman, maupun suplemen.
Tujuannya pun beragam, mulai dari menjaga kesehatan kulit hingga meningkatkan kesehatan tulang dan sendi. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana proses penyerapan kolagen dari makanan atau minuman yang kita konsumsi?
Kolagen yang dikonsumsi ternyata tidak langsung diserap tubuh dalam bentuk protein kolagen utuh. Seperti protein lainnya, kolagen juga harus melalui proses pencernaan terlebih dahulu.
Sintesis Kolagen oleh Enzim
Menurut studi bertajuk Collagen Supplementation in Skin and Orthopedic Diseases: A Review of the Literature yang diterbitkan pada 2023, kolagen akan dipecah menjadi molekul yang lebih kecil berupa peptida, seperti dipeptida dan tripeptida, serta asam amino.Proses pencernaan kolagen dimulai ketika struktur protein ini mengalami degradasi oleh enzim pencernaan. Di usus halus, sejumlah protease dan peptidase turut memecah protein. Hasil akhirnya dapat berupa asam amino bebas maupun collagen peptides berukuran lebih kecil.
Di sisi lain, tidak semua fragmen kolagen bisa diurai menjadi asam amino. Kandungan proline dan hydroxyproline dalam kolagen membuat sebagian peptida lebih tahan terhadap pemecahan oleh enzim protease sehingga beberapa di antaranya dapat tetap berada dalam bentuk peptida berukuran kecil.
Peptida dan Asam Amino Masuk ke Sirkulasi Tubuh

Setelah kolagen berhasil dicerna, asam amino dan peptida (termasuk dipeptida dan tripeptida), diangkut melalui PEPT1, yaitu protein pengangkut peptida pada usus. Dari sinilah hasil sintesis kolagen tersebut dapat masuk ke dalam sirkulasi untuk kemudian dimanfaatkan oleh tubuh.
Beredarnya peptida kolagen dalam aliran darah juga dibahas dalam jurnal tahun 2022 bertajuk The Impact of Collagen Protein Ingestion on Musculoskeletal Connective Tissue Remodeling: A Narrative Review.
Studi ini menemukan bukti bahwa sebagian kecil peptida turunan kolagen terdeteksi di sirkulasi darah dalam bentuk yang masih utuh. Jurnal ini menjelaskan bahwa sebagian besar peptida yang masuk ke sel usus akan dipecah oleh peptidase menjadi asam amino.
Namun, sejumlah peptida yang berasal dari kolagen, khususnya yang mengandung hydroxyproline dan proline, akan lebih tahan terhadap pemecahan enzim. Itulah kenapa sebagian kecil peptida tersebut dapat ditemukan dalam aliran darah dalam bentuk utuh.
Meski demikian, keberadaan peptida kolagen dalam darah bukan berarti bahwa peptida tersebut secara langsung menuju kulit, sendi, tendon, atau jaringan tertentu untuk kemudian berubah menjadi kolagen baru.
Keberadaan peptida dalam sirkulasi atau aliran darah masih menjadi salah satu bagian dari mekanisme yang sedang diteliti saat ini.
Manfaat Kolagen untuk Tubuh yang Terbukti secara Ilmiah

Setelah dicerna dan diserap, komponen hasil pemecahan kolagen diduga dapat berperan dalam berbagai proses biologis di dalam tubuh. Berbagai studi tentang suplementasi kolagen telah meneliti sejumlah manfaat yang berkaitan dengan kesehatan kulit dan sistem muskuloskeletal.
Salah satunya adalah review ilmiah Collagen Supplementation for Skin and Musculoskeletal Health: An Umbrella Review of Meta-Analyses on Elasticity, Hydration, and Structural Outcomes yang diterbitkan tahun 2026.
Review ini merangkum 16 systematic review dengan total 113 uji klinis acak dan 7.983 peserta. Hasil, berikut beberapa manfaat kolagen untuk tubuh:
1. Kulit
Kolagen untuk kulit umumnya berkaitan dengan elastisitas dan hidrasi. Studi menemukan bukti adanya peningkatan elastisitas dan hidrasi kulit yang didukung bukti dengan tingkat kepastian tinggi.Sementara itu, efek terhadap kekasaran kulit tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Artinya, kolagen memang bermanfaat bagi kulit, tapi bukan berarti seluruh kondisi atau karakteristik kulit pasti mengalami perbaikan.
2. Sendi
Pada orang dengan osteoarthritis, manfaat suplementasi kolagen untuk sendi dikaitkan dengan perbaikan beberapa ukuran gejala, termasuk nyeri dan kekakuan sendi. Dalam penelitian tersebut, beberapa hasil terkait osteoarthritis mendapatkan tingkat kepastian bukti yang tinggi.Efek ini diduga berkaitan dengan pengaruh kolagen terhadap matriks ekstraseluler, tapi mekanismenya masih perlu diteliti lebih lanjut.
3. Tulang
Suplementasi kolagen menunjukkan manfaat yang konsisten terhadap kesehatan tulang. Namun, studi ini merangkum dari berbagai penelitian dengan karakteristik yang berbeda sehingga manfaat kolagen untuk tulang tidak dapat disamakan dengan efek pengobatan untuk penyakit tertentu pada tulang.4. Otot
Penelitian juga menemukan adanya manfaat kolagen untuk otot. Menurut studi, ada peningkatan massa bebas lemak dan perbaikan arsitektur otot dengan tingkat kepastian sedang, sementara peningkatan kekuatan (strength) secara maksimal didukung bukti dengan tingkat kepastian tinggi.Secara keseluruhan, kolagen yang dikonsumsi memang memiliki manfaat tersendiri bagi tubuh, tapi kekuatan buktinya tidak seragam pada setiap manfaat. Ada manfaat tertentu yang didukung bukti dengan tingkat kepastian tinggi, tapi ada juga yang buktinya punya tingkat kepastian sedang atau rendah.
Pentingnya Vitamin C dalam Pembentukan Kolagen

Pernah menemukan produk minuman atau susu kolagen yang dilengkapi dengan vitamin C? Vitamin C memang dikenal sebagai zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, salah satunya berperan dalam menjaga daya tahan tubuh.
Namun, vitamin C pada produk kolagen bukan sekadar tambahan nutrisi, tapi juga berkaitan erat dengan kolagen itu sendiri. Laman Office of Dietary Supplements (ODS) menegaskan bahwa vitamin C memiliki fungsi penting dalam biosintesis kolagen.
Pentingnya vitamin C dalam proses pembentukan kolagen bisa terlihat ketika seseorang mengalami kekurangan vitamin tersebut. Kekurangan vitamin C akan mengganggu sintesis kolagen dan menyebabkan jaringan ikat menjadi lemah.
Kondisi ini bisa ditandai dengan berbagai gejala, mulai dari gangguan penyembuhan luka, nyeri sendi, hingga masalah pada gusi dan pembuluh darah.
Rekomendasi Minuman Kolagen

Minuman kolagen bisa menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan kesehatan kulit, tulang, hingga sendi. Produk yang tersedia di pasaran umumnya hadir dalam berbagai bentuk, rasa, dan kandungan tambahan.
Tak hanya itu, ada pula beberapa produk yang kandungan kolagen tersedia dalam bentuk hydrolyzed collagen atau kolagen terhidrolisis sehingga lebih mudah dicerna. Berikut beberapa rekomendasi produk kolagen yang bisa dipertimbangkan:
1. Bear Brand Collagen & Vitamin C
Bear Brand Collagen & Vitamin C merupakan susu steril yang terbuat dari susu sapi murni dengan tambahan 1.089 mg kolagen dan vitamin C. Kandungan kolagen di dalamnya dapat mendukung kesehatan tulang, kulit, hingga sendi.Sementara itu, vitamin C berperan dalam proses pembentukan kolagen sekaligus bertindak sebagai antioksidan yang mendukung kesehatan kulit. Sebagai susu siap minum, produk ini bisa dibeli di harga Rp10.000–Rp13.000 (189 ml).
2. Tropicana Slim Collagen Drink Strawberry
Tropicana Slim menghadirkan minuman kolagen rasa stroberi yang mengandung 8.000 mg kolagen, 250 mg L-glutathione, serta dilengkapi dengan tujuh jenis vitamin. Minuman ini pun bisa membantu menjaga kesehatan kulit, tulang, sendi, kuku, hingga rambut.Dengan formulanya bebas gula, produk ini juga menyediakan 100% AKG vitamin C serta tinggi vitamin A untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan mendukung pemeliharaan kesehatan kulit. Tropicana Slim Collagen Drink Strawberry dibanderol harga Rp190.000–Rp200.000 (200 gram).
3. Natur-E CollaFibe Collagen Drink
Natur-E CollaFibe merupakan minuman kolagen rasa buah yang bisa dijadikan pilihan suplemen untuk menunjang perawatan kulit dari dalam. Setiap sajiannya mengandung 1.000 mg kolagen, 150 IU vitamin E, dan 240 mikrogram serat.Kombinasi tersebut ditujukan untuk membantu merawat kesehatan dan kecantikan kulit, rambut, serta kuku. Terbuat dari bahan-bahan alami, Natur-E CollaFibe bisa didapatkan dengan harga Rp100.000–Rp120.000 (90 gram).
4. Flimcol
Flimcol dari Flimbeauty hadir sebagai minuman kolagen rasa stroberi yang dikemas dalam 1 boks berisi 10 sachet, sementara setiap sachet-nya mengandung 5.000 mg marine collagen tripeptide asal Korea.Kolagen yang digunakan dapat membantu merawat elastisitas, kelembapan, dan kesehatan kulit dari dalam. Produk ini juga rendah gula dengan kandungan sekitar 2 gram gula per sajian serta menggunakan stevia sebagai pemanis. Produk ini dibanderol dengan harga Rp250.000–Rp300.000.
5. Collagena
Butuh susu kolagen siap minum? Collagena bisa dijadikan pilihan. Produk ini merupakan susu steril yang dilengkapi dengan 1.000 mg kolagen dalam setiap kemasannya. Produk ini juga mengandung kalsium yang berasal dari susu serta vitamin A untuk melengkapi asupan nutrisi harian.Kandungan vitamin A dan kolagennya dapat mendukung kesehatan kulit, sementara kalsiumnya membantu menjaga kesehatan tulang. Susu kolagen ini bisa didapatkan dengan harga Rp11.000–Rp15.000 (189 ml).
Itulah penjelasan tentang manfaat kolagen untuk tubuh, termasuk cara kerja, proses penyerapannya, serta beberapa rekomendasi produk kolagen yang ada di pasaran.
Meski kolagen sangat penting untuk tubuh, jangan lupa untuk mengimbanginya dengan pola makan sehat, termasuk memenuhi kebutuhan vitamin C yang berperan dalam proses pembentukan kolagen di dalam tubuh.
Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id




























