Menuju konten utama

Lula da Silva Kembali Jadi Presiden Brasil, 4 Kali Menang Pemilu

Kali ini Lula berhasil mengalahkan lawan dari kubu sayap kanan Brasil, Flávio Bolsonaro.

Lula da Silva Kembali Jadi Presiden Brasil, 4 Kali Menang Pemilu
Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva guna membahas isu-isu global dan bilateral termasuk penguatan kerja sama kedua negara di sejumlah bidang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Luiz Inácio Lula da Silva, kembali memenangkan pemilu dan akan menjabat sebagai Presiden Brasil untuk keempat kalinya. Kali ini Lula berhasil mengalahkan lawan dari kubu sayap kanan, Flávio Bolsonaro.

Dengan hampir 99 persen suara telah dihitung, tokoh sayap kiri berusia 80 tahun itu telah memperoleh 51,75 persen suara, sementara rivalnya yang berusia 45 tahun mendapatkan 48,25 persen suara.

Lula sempat kalah tipis dari Bolsonaro pada putaran pertama pemilihan awal Oktober lalu, yang membuat masa depan politiknya diragukan dan membuat pendukung progresif di Brasil diliputi keputusasaan selama tiga pekan.

Sebab, sejak kembalinya demokrasi pada dekade 1980-an, belum pernah ada kandidat yang menempati posisi kedua pada putaran pertama berhasil memenangkan putaran kedua.

Namun, Lula justru berhasil melakukannya pada Minggu (25/10/2026) waktu setempat, yang langsung memicu suasana penuh sukacita di jalan-jalan São Paulo—tempat ia memantau penghitungan suara—serta di hotel tempat ia menyaksikan proses tersebut.

Reginaldo Lopes, sekutu utama Lula, mengatakan kepada The Guardian bahwa kemenangan Lula akan dijadikan momentum menata ulang kekuatan-kekuatan demokratis di Brasil.

"Perasaan saya luar biasa... Ini adalah cara Brasil memberi tahu dunia bahwa sayap kanan ekstrem itu fasis; mereka menentang warga kulit hitam, menentang kaum miskin, menentang negara, dan menentang kelompok gay... Kami akan menata ulang kekuatan-kekuatan demokratis [di negara ini],” kata Lopes dikutip dari The Guardian pada Senin (26/10/2026).

Lula yang pada tiga minggu lalu sempat tertinggal dengan selisih 2,2 juta suara, kini unggul dengan selisih 4,3 juta suara.

Melansir The Guardian, tokoh sayap kiri berusia 81 tahun ini tampaknya berhasil mengejar ketertinggalan melalui strategi yang sebelumnya diidentifikasi oleh para sekutunya sebagai peluang terbesar: mendorong para pendukungnya untuk datang memberikan suara.

Setelah tingkat golput mencapai rekor 21,08 persen pada putaran pertama—yang secara tidak proporsional lebih banyak terjadi di kalangan pemilih Lula. Hal ini karena mereka cenderung tinggal lebih jauh dari tempat pemungutan suara—angka tersebut turun menjadi 19,21 persen pada putaran kedua.

Bagi Lula, yang akan menginjak usia 81 tahun pada Selasa (27/10/2026) besok, kemenangan ini menjadi penutup yang sensasional dalam perjalanan karier politiknya yang panjang dan penuh warna.

Setelah terjun ke dunia politik, mantan pekerja pabrik yang lahir dalam kemiskinan di pedesaan itu sempat tiga kali gagal dalam pemilihan presiden, yaitu pada 1989, 1994, dan 1998—sebelum akhirnya terpilih sebagai presiden dari kelas pekerja pertama di Brasil pada 2002.

Lula mengakhiri masa jabatannya setelah menjalani batas maksimal dua periode berturut-turut sesuai konstitusi, namun ia kembali berkuasa setelah memenangkan pemilihan umum 2022 melawan Jair Bolsonaro—presiden petahana saat itu—yang kemudian dipenjara karena merencanakan kudeta.

Kemenangan Lula menjadi kabar buruk bagi Bolsonaro, yang kini menjalani hukuman 27 tahun penjara akibat upaya perebutan kekuasaan yang gagal tersebut. Bolsonaro sempat berharap bisa dibebaskan dan mendapatkan posisi di pemerintahan seandainya anaknya berhasil menang.

Hasil ini juga menjadi pukulan bagi Donald Trump, sekutu internasional terpenting bagi keluarga Bolsonaro. Trump berharap Bolsonaro akan menjadi sosok terbaru dalam deretan pemimpin pro-Trump yang berkuasa di Amerika Latin.

Baca juga artikel terkait BRASIL atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto