Menuju konten utama

Lirik Lagu SEVENTEEN "THUNDER" dengan Terjemahan, & Liriknya

SEVENTEEN telah merilis lagu terbarunya berjudul THUNDER pada 26 Mei kemarin. Intip seperti apa lirik dan makna lagunya di bawah.

Lirik Lagu SEVENTEEN
single SEVENTEEN - THUNDER. Youtube/HYBE LABELS

tirto.id - Lirik lagu SEVENTEEN "THUNDER" tengah hangat jadi bahan perbincangan para penikmat musik K-Pop. Lagu THUNDER telah dirilis perdana pada Senin, 26 Mei 2025. Lagu tersebut juga sekaligus menjadi penanda comeback boy group berlabel PLEDIS Entertainment, SEVENTEEN, di industri musik Korea Selatan.

Lagu THUNDER milik SEVENTEEN ini menjadi lagu utama dari album terbaru boy group tersebut yang bertajuk HAPPY BURSTDAY. Dalam album tersebut nantinya akan berisikan 16 lagu, termasuk lagu solo dari para member SEVENTEEN.

Selain menjadi penanda kembalinya SEVENTEEN, lagu THUNDER juga sekaligus menjadi momen perayaan debut mereka yang telah genap menginjak ke-10 setelah debut perdana pada 2015 lewat lagu Adore U.

SEVENTEEN sendiri merupakan boy band asal Korea Selatan yang dibentuk oleh PLEDIS Entertainment. Grup ini terdiri dari 13 anggota yang dibagi berdasarkan spesialisasi keahlian masing-masing ke dalam 3 sub-unit, yakni Hip-Hop Unit, Vocal Unit, dan Performance Unit.

Selain dikenal lewat lagu fenomenalnya yang berjudul Adore U, SEVENTEEN juga memiliki sederet lagu hits lainnya, seperti Mansae, Pretty U, Very Nice, Boom Boom, Don't Wanna Cry, Clap, Thanks, Happy Ending, My My, Ready To Love, dan masih banyak lagi.

Sejak debut di tahun 2015 lalu, boy band ini tercatat telah meraih sederet penghargaan bergengsi, seperti Mnet Asian Music Award 2024, Golden Disc Award Song Division 2024, Bonsang Award, MTV Video Music Award 2024, MAMA Award, dan lainnya.

Di tahun 2025 ini, SEVENTEEN merilis lagu terbarunya berjudul THUNDER sekaligus menjadi penanda comeback boy band tersebut. Intip lirik dan makna lagu terbarunya itu berikut ini.

Lirik Lagu "THUNDER" oleh SEVENTEEN

Tteoreojyeo flash onmomi crash

Hoeroga michyeobeoryeosseo jemeotdaero

Now one and two, eksel balba

Everybody say, "Woah-oh, woah-oh"

Uh, maeil iruneun johwa dallajin DNA

Sinnameun deomiya, ah, gibun eotteokae

Dallajin donggongeul huihanhadago da nollyeodaemyeon eottae

Ige da kkumiramyeon geuge deo aswiul geonman gateunde

Da moyeobwa nalttwieoboja

Uri bameun tteugeounikka

Chingudeul ring, ring, yeonggamdo ring, ring

Tteoolla machi beongaecheoreom beonjjeok

Alo, alo, T-H-U-N-D-E-R

Alo, alo, beongaecheoreom chajawatda

Alo, alo, T-H-U-N-D-E-R

Alo, alo, tteoolla machi beongaecheoreom beonjjeok

Gyesok geollyeooneun jeonhwabel sori

Beongaecheoreom gyesok jjiritjjirit ttakkeumhaeyo

Gyesok geollyeooneun jeonhwabel sori

Beongaecheoreom gyesok jjiritjjirit ttakkeumhaeyo

Jjiritjjirit like

Somuni cham ppalla tto sikkeulbeokjeok hae

Mollyeodeuneun inpa, ah, gibun eotteokae

Urineun tteut moreugo unjeonhaji ana geokjeongma sigye

Siganeun jeonghwaki yeorilgopsi yeorilgobeuro matchwonoeulge

Tto moyeobwa nalttwieoboja

Uri bameun tteugeounikka

Geuttae machim ring, ring, yeonggamdo ring, ring

Tteoolla machi beongaecheoreom beonjjeok

Alo, alo, T-H-U-N-D-E-R

Alo, alo, beongaecheoreom chajawatda

Alo, alo, T-H-U-N-D-E-R

Alo, alo, tteoolla machi beongaecheoreom beonjjeok

Gyesok geollyeo oneun jeonhwabel sori

Beongaecheoreom gyesok jjiritjjirit ttakkeumhaeyo

Gyesok geollyeo oneun jeonhwabel

Sori beongaecheoreom gyesok

jjiritjjirit ttakkeumhaeyo

Jjiritjjirit, jjiritjjirit like

Tteoolla machi beongae cheoreom beonjjeok

Arti Lirik Lagu "THUNDER" - SEVENTEEN

Kilatan cahaya jatuh, seluruh tubuhku pun terguncang

Sistemku rusak, tak bisa dikendalikan lagi

Aku kehilangan arah, tekan gas lebih dalam

Semua ikut berseru, “Woah-oh, woah-oh”

Bila tiap hari begini, aku suka DNA ku pun berubah

Kegembiraan ini bonus, hatiku meluap tak terkendali

Kalau mereka heran lihat sorot mataku berubah, biar saja

Andai ini hanya mimpi, rasanya akan jauh lebih menyakitkan bila hilang

Ayo semua kumpul, mari kita lepas kendaliv

Karena malam ini begitu membara

Ponsel teman berbunyi, inspirasi pun berdenting

Tiba-tiba terlintas, seperti kilat yang menyambar

Halo, halo, K-I-L-A-T datang menerjang

Seperti petir, ia hadir tanpa aba-aba

Halo, halo, K-I-L-A-T

Alo, alo, tiba-tiba terbit seperti cahaya kilat di langit malam

Nada telepon terus berbunyi tiada henti

Seperti tersengat petir, berdenyut dan menyakitkan

Nada dering itu tak berhenti mengejarku

Rasa itu seperti aliran listrik menyengat batin ini

Terasa menggetarkan, seperti setrum yang manis

Rumor menyebar cepat, suasana pun makin riuh

Kerumunan mengalir datang hatiku makin terbakar

Kami tak menyetir di awan, jadi jangan khawatir

Waktu kami pas, pukul 17:17, segalanya sudah disiapkan

Kumpulkan semua mari kita berlari liar

Karena malam ini menyala membara

Saat itu juga dering datang, inspirasi mengalir

Dan tiba-tiba tercetus, secepat petir di langit

Halo, halo, K-I-L-A-T mengetuk hatimu

Seperti kilat hadir saat tak disangka

Alo, alo, sang kilat tak terhindarkan

Alo, alo, tiba-tiba membuncah seperti kilat menerangi malam

Dering ponsel yang tak henti

Seperti petir sengatannya tajam namun merayu

Panggilan datang tanpa jeda

Tersentak terus serasa ada aliran rindu yang menyengat

Seperti kilatan kecil menyentuh kalbu

Dan kilat itu menyala menerangi rasa yang tak bisa disembunyikan

Makna Lirik Lagu "THUNDER" - SEVENTEEN

Lagu THUNDER milik SEVENTEEN memiliki makna tentang semangat anak muda yang meledak-ledak seperti petis. Lewat bait-bait liriknya, lagu tersebut memberikan gambaran tentang energi besar yang dimiliki oleh para member SEVENTEEN.

THUNDER ini seolah mengisyaratkan tentang para member SEVENTEEN yang kuat dan penuh semangat, serta tak kenal lelah dalam bekerja.

Selain menggambarkan tentang semangat, lagu THUNDER Juga memberikan pesan tentang persahabatan, terutama di kalangan para member SEVENTEEN yang telah berjuang bersama selama 10 tahun. Lewat kebersamaan tersebut juga, mereka menjadi lebih kuat dan mampu terus melangkah maju menatap masa depan.

Baca juga artikel terkait LIRIK LAGU atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Wisnu Amri Hidayat