tirto.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi ekonomi nasional, dengan terus memperkuat peran strategis di pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya lewat keterlibatan BNI dalam program baru Kementerian UMKM, yakni RISE To IPO: Empowering Medium Enterprises to IPO.
Resmi diluncurkan 9 Juli lalu, program RISE To IPO bertujuan membuka akses pembiayaan jangka panjang lewat mekanisme pasar modal bagi para pelaku UMKM, terutama usaha menengah. BNI tidak hanya hadir sebagai pendukung dalam program ini, tapi juga terlibat langsung dalam mendampingi pelaku UMKM di berbagai tahapan menuju go public.
"BBNI tidak hanya hadir untuk memberikan solusi pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra strategis yang siap mendampingi pelaku usaha menengah dalam menyiapkan diri untuk melantai di bursa," kata Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, dalam siaran resminya pada Kamis (17/7/2025).
Pendampingan tersebut turut diperkuat oleh anak perusahaan BNI, BNI Sekuritas. Menurut Okki, BNI Sekuritas akan berperan memperkuat literasi keuangan dan edukasi terkait pasar modal untuk para pelaku UMKM.
Program RISE To IPO dirancang dengan pendekatan menyeluruh dan bertahap guna memastikan kesiapan pelaku usaha dalam menembus pasar modal. Peserta program akan menjalani serangkaian kegiatan mulai dari seminar edukatif, coaching clinic intensif, hingga pembinaan lanjutan melalui IDX Incubator. Seluruh proses pendampingan ini disesuaikan dengan kebutuhan riil pelaku usaha, sehingga implementasinya lebih aplikatif dan berdampak langsung bagi pelaku usaha.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, sudah menjelaskan manfaat strategis dari model pendampingan ini saat berbicara dalam acara peluncuran resmi program RISE To IPO, yang juga dihadiri oleh Direktur BNI, Eko Setyo Nugroho.
Maman menyatakan pelaku usaha menengah memegang peran penting dalam memperkuat struktur rantai pasok nasional sekaligus menjadi motor penggerak pemberdayaan UMKM di berbagai wilayah.
Maka itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha menengah agar mampu naik kelas secara kelembagaan dan dapat mengakses sumber pembiayaan jangka panjang. Program RISE To IPO, kata dia, merupakan instrumen strategis yang berpotensi membantu realisasi target tersebut.
Selaras dengan itu, BNI menilai pendampingan dalam program RISE To IPO bisa efektif mempercepat persiapan UMKM masuk ke pasar modal. Dengan dukungan BNI Sekuritas, pelaku usaha dapat memperoleh pengetahuan mengenai manajemen keuangan, tata kelola perusahaan, hingga struktur permodalan yang menjadi syarat utama untuk IPO.
"UMKM Indonesia mempunyai potensi besar untuk naik kelas. Dengan pendampingan yang tepat, mereka tidak hanya bisa bersaing di pasar domestik, tetapi juga mencatatkan kinerja membanggakan di pasar modal. Ini adalah bentuk nyata komitmen BNI dalam mendukung ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan," kata Okki.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id































