Lebih dari 7.000 Sekolah di Jakarta Sudah Lakukan PTM Terbatas

Reporter: Riyan Setiawan - 16 Nov 2021 16:28 WIB
Wagub DKI Riza Patria mengklaim pihaknya sudah mempersiapkan berbagai upaya pencegahan penularan COVID-19 saat digelarnya PTM di sekolah-sekolah.
tirto.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan saat ini sebanyak 7.000 lebih sekolah di Jakarta sudah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Terkait PTM memang sudah 7.000 lebih yang dibuka, Alhamdulillah," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (16/11/2021).

Riza merespons pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Gunadi Sadikin yang menyebut penyebaran COVID-19 di 126 kabupaten/kota disebabkan adanya aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan takziah.

Riza lalu mengklaim Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah mempersiapkan berbagai upaya pencegahan, seperti sekolah yang ingin menyelenggarakan PTM terbatas harus melalui proses uji coba terlebih dahulu.

Semua fasilitas dukungan terkait pencegahan dan penanganan harus disiapkan, pelatihan pengajaran sudah dilakukan, dan juga disiapkan satgas di setiap sekolah untuk berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.

"Jadi, berbagai upaya kami siapkan, termasuk pembatasan bagi siswa di jam sekolah, harus dibatasi," ucapnya.

Kendati demikian, Riza mengatakan pengawasan yang lebih penting adalah ketika siswa berangkat dan pulang dari sekolah. Sebab, pelajar banyak melakukan interaksi saat di moda transportasi, tempat bermain, hingga lingkungan rumah.

Riza pun mengimbau agar tenaga pendidik, pelajar, dan karyawan sekolah harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti mengunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Jadi sekali lagi, ini upaya yang harus kita lakukan bersama agar berkurang penyebarannya. Harus memulai pembelajaran tatap muka, dan dipastikan protokol dilakukan dengan baik, berbagai fasilitas juga sudah disiapkan di sekolah," pungkasnya.


Baca juga artikel terkait PTM TERBATAS atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Pendidikan)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Bayu Septianto

DarkLight