Menuju konten utama

Layanan RSUD Langsa Kembali Beroperasi secara Bertahap

IGD menjadi layanan pertama yang kembali beroperasi, disusul ICU, kamar bersalin, ruang perawatan anak, dan ruang perawatan bedah anak.

Layanan RSUD Langsa Kembali Beroperasi secara Bertahap
Foto udara warga dan kendaraan antre menunggu Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU di Kota Langsa, Aceh, Selasa (2/12/2025). Bencana banjir bandang yang melanda daerah tersebut pada Rabu (26/11) menyebabkan penyaluran BBM di daerah itu terhambat. ANTARA FOTO/Suhendra/Lmo/tom.

tirto.id - Pemulihan layanan di RSUD Langsa mulai berjalan secara bertahap setelah rumah sakit tersebut sempat lumpuh total akibat banjir bandang.

IGD menjadi layanan pertama yang kembali beroperasi, disusul ICU, kamar bersalin, ruang perawatan anak, dan ruang perawatan bedah anak. Meski beberapa unit prioritas telah aktif, sebagian besar ruang lainnya masih dalam proses pembersihan dan pemeriksaan sebelum dapat digunakan.

Direktur Pelayanan RSUD Langsa, Erizal, menyampaikan bahwa saat banjir melanda, air masuk dengan cepat dan membanjiri seluruh blok layanan, mulai dari ruang perawatan hingga area penunjang.

“Kondisi itu menjadikan rumah sakit benar-benar kehilangan kemampuan operasional. Pada hari kedua, tim rumah sakit mulai membuka pelayanan darurat secara terbatas,” kata Erizal dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (11/12/2025).

Meskipun itu, ruang perawatan belum dapat difungsikan karena seluruh tempat tidur, matras, dan peralatan terendam air.

Sebelum dibuka, setiap ruangan menjalani pembersihan intensif serta pemeriksaan keamanan, mulai dari kondisi listrik, kadar kelembaban, hingga sisa lumpur. Di sisi SDM, sistem rotasi diterapkan untuk menutupi kekurangan tenaga dan memastikan pelayanan berjalan 24 jam.

Erizal menuturkan bahwa prioritas utama rumah sakit adalah memastikan pasien dengan kondisi kritis mendapatkan respons cepat. Dia menyebutkan situasi ini sebagai salah satu masa tersulit dalam operasional RSUD Langsa.

Meskipun beberapa ruang sudah aktif, sebagian besar area rumah sakit masih dalam proses pemulihan karena kerusakan dan genangan air yang meluas. Hingga Rabu (10/12/2025) sore, sekitar lima ruangan dengan total 90 bed telah dapat dimanfaatkan kembali.

Menurut Erizal, setiap ruang yang kembali operasional sangat penting karena kebutuhan rawat inap meningkat setelah banjir surut. Terlebih, banyak warga mengalami penyakit pascabencana sehingga permintaan perawatan melonjak.

Manajemen rumah sakit menargetkan ruang tambahan segera menyusul, meski proses bergantung pada tingkat kerusakan masing-masing ruang. Dengan bertambahnya kapasitas tempat tidur, antrean di IGD diharapkannya dapat berkurang dan pelayanan darurat berlangsung lebih stabil.

Baca juga artikel terkait RSUD atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Farida Susanty